Jumat, Januari 31, 2014

EO bukan lembaga pembiayaan !


Dulu, saya nggak bisa kalau harus menolak keinginan client, khususnya soal penawaran harga dan termin pembayaran yang mereka ajukan. Kebanyakan, malah hampir semua, saya mengikuti keinginan client. Perlu modal besar untuk itu! Maklum, clientnya EO, meskipun perusahaan besar dan perusahaan ternama, termin pembayaran yang mereka ajukan, kadang Afgan, sadis maksudnya. Gimana nggak sadis, budget event hampir 400 jutaan, kadang lebih, saya kerjakan tanpa adanya DP sepeser pun dari client, dan pembayaran baru akan dilakukan oleh client-nya 3 bulan kemudian. Perlu modal besar untuk terus menerus seperti itu. Konyolnya lagi, tanpa DP dan akan dibayarkan 3 bulan setelah acaranya itu, itu juga kadang - kadang suka meleset dan jangan lupa, bahwa, ada resiko pembayaran kita dipotong atau sama sekali nggak dibayarkan, kalau memang nggak sesuai menurut versinya client. 

Saya takut kehilangan client! Saya juga takut bisa nggak dapat client kalau saya nggak mengikuti termin itu! Tapi setelah dipikir - pikir dengan akal sehat, lama - kelamaan, jadi muak juga saya dengan sistem pembayaran mereka yang nggak tepat waktu itu. Secara logika, EO jadi seperti lembaga pembiayaan, bener nggak? Yang membedakan cuma kita sebagai EO, memberikan jasa kita dulu, untuk mendapatkan pembayarannya! Client kita, sama seperti nasabah lembaga pembiayaan, mereka pinjam uang dulu sama kita untuk menutupi kebutuhan acara mereka, dan peminjaman uang itu, uangnya akan dikembalikan lagi ke kita setelah 3 bulan, plus, kita harus kerja dulu menyiapkan semua kebutuhan acara mereka. Anggap saja profit rata - rata tiap project, 20%, ya sama aja dengan peminjaman uang selama 3 bulan dengan bunga 20% flat. 

Dari asumsi logika sederhana ini, akhirnya, saya memutuskan untuk nggak nerima pekerjaan dari client yang tanpa DP, malah kebalikannya, saya mensyaratkan seluruh biaya untuk event mereka, harus dibayarkan lunas, sebelum event-nya berjalan. Nggak suka atau nggak bisa ngikutin termin itu, ya sudah, silahkan cari EO yang lain aja. Toh masih banyak EO di luar sana, yang mau mengikuti termin pembayaran tersebut. Kita, sebagai Event Organizer, judulnya kan bisnis! Kalau bisnis kita mandek gara - gara pembayaran dari client yang sifatnya nggak pasti, itu terus berjalan dengan banyak client, artinya, bisnis kita berpotensi untuk gulung tikar, kalau nggak didukung dengan modal yang cukup kuat. 

Solusinya gimana? Kalau saya pribadi, saya masih bisa bernegosiasi untuk client yang sudah saya kenal, meskipun tetap, saya mensyaratkan harus ada DP. Lalu bagaimana dengan teman - teman yang baru mulai merintis usaha EO-nya dengan modal yang terbatas? Kalau mengikuti sistem saya, bisa nggak dapat kerjaan tuh! Jawab saya Iya, bisa nggak dapat kerjaan! Saran saya, ada banyak jalan menuju Roma! Ada banyak cara untuk mengakali-nya buat yang rela berkorban dulu untuk kepentingan client dan mendapatkan profit yang 20% tadi, kalau lagi kepepet karena nggak ada modalnya untuk menggarap project tersebut, cari pinjaman dari lembaga perbankan, non perbankan, teman, saudara atau yang lainnya. Kalau nggak, lempar saja pekerjaannya ke EO yang punya modal besar, kerjasama dengan EO yang punya modal besar, profit sharing! Anda tinggal supervisi, team pelaksananya dari EO tersebut ( kalau mereka punya team ), kalau nggak ya dikerjain sendiri dengan modal dari EO tersebut, jadi profit anda, diambil dari prosentase keuntungan setelah dibagi dengan EO yang memberikan modal tersebut. Kekurangannya, bisa jadi nama EO itu yang harus maju ke client, dan bisa jadi lagi, project berikutnya akan diambil oleh EO tadi tanpa sepengetahuan anda :) Ini bisnis! hal kaya gitu, lazim! 

Kalau saya pribadi, kalau client nggak bisa ngikutin termin pembayaran kita, negosiasi, kita lihat dulu bagaimana termin pembayaran mereka. Kalau nggak ada DP dan langsung dibayarkan lunas tapi dalam jangka waktu yang cukup lama, saya tolak! Kalau nggak dapat kerjaan dari mereka? Ya nggak apa - apa, toh rezeki sudah diatur oleh-Nya. As simple as that! Saya percaya, di luar sana, masih ada client yang percaya dan paham benar definisi secara harfiah EO, Event Organizer, E untuk acara dan Organizer sebagai pengatur, fungsi EO ya itu! Atas dasar profesi kita sebagai EO, maka jasa kita sebagai EO harus dibayar dengan nominal yang layak dengan termin pembayaran yang layak pula! Karena EO, bukan Lembaga Pembiayaan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar