Jumat, November 15, 2013

Bukan sekedar baca script !


Medio Oktober lalu, saya berkesempatan untuk mengorganize sebuah acara annual gathering bagi perusahaan nasional produsen bahan bangunan, perusahaan yang cukup ternama ini, sudah sejak 2002 lalu mengadakan gathering bagi para pemilik toko. Gathering ini diadakan di beberapa kota, diantaranya Jakarta, Tasikmalaya, Bandung dan Cirebon. Setelah melalui beberapa presentasi dan diskusi, akhirnya kami menyepakati kerjasama dengan beberapa kebutuhan pendukung acara yang disiapkan oleh client, beberapa disiapkan oleh team saya. Salah satu yang disiapkan oleh client, adalah pembawa acara / MC. 

Ketika bertemu dengan MC-nya, jauh sebelum acara dijalankan, kami membahas mengenai rundown dan script mc, serta menginformasikan beberapa hal, khususnya yang terkait dengan program dan produk dari perusahaan client. Beberapa hari sebelum acara, saya kirimkan script mc sesuai rundown untuk dipelajari. Sesaat sebelum acara pun saya bersama MC pun duduk bersama, briefing singkat mengenai apa saja yang ada di script tersebut, saya sudah tekankan, bahwa ada beberapa hal khususnya informasi program dan produk yang memang tidak boleh lari terlalu jauh dari panduan yang ada di script mc, sayangnya, hal itu dipersepsikan berbeda, sehingga pada saat membawakan acaranya, MC terlalu terpaku pada script mc, pandangannya tidak jauh - jauh dari que card dan terus membaca yang ada di script tersebut. 

Usai acara, saya bersama MC dan client, mereview apa yang baru terjadi, penekanannya jelas, bahwa MC terlalu berpatokan pada script, sehingga kesan bahwa MC adalah sosok yang pintar dan menguasai produk dan program tidak ada, padahal, sangat penting bagi pembawa acara untuk mengetahui jalannya acara dan juga pengetahuan akan produk client, karena MC mewakili client diatas panggung, sebagai perantara untuk menyampaikan pesan penting yang ingin disampaikan oleh client. MC memiliki peran penting untuk membangun suasana acara lebih hidup, bukan sekedar menyampaikan product knowledge dengan cara membaca dan intonasi yang standard. Sampai client-nya bilang, kalau MC tugasnya cuma baca script, gua aja deh yang jadi MC! saya cuma tertawa dalam hati sambil berharap acara berikutnya, MC-nya akan lebih baik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar