Rabu, September 11, 2013

Ide Asal Lewat :)

Karena otak kita terus merespons pada setiap kejadian yang kita alami, kadang, kita mendapatkan ide - ide konyol namun genius jika bisa direalisasikan :) Sayangnya, ide - ide tadi, hanya menjadi ide yang asal lewat, kemudian besok begitu lagi, dan lewat lagi. Satu waktu, ketika kita mendapat pekerjaan yang memaksa otak kita untuk memikirkan ide-nya, seperti misalnya, baru aja terima brief dari client nih, produk anak muda yang mau buat event promo, kita pernah punya ide yang asal lewat tadi, yang mungkin saja cocok diaplikasikan untuk menjadi konsep acaranya, sayangnya, kita biarkan ide itu lewat tanpa ada proses pendokumentasian. Nah lho...jadi bengong deh mikirin ide lain. 

Berupaya untuk menggali ide, khususnya tema dan aktivitas yang akan dijalankan pada sebuah acara, kadang menjadi sangat sulit ketika dipaksakan. Biasanya, saya rehat sejenak. Hobi saya nongkrong di pinggir jalan, ngitungin mobil yang lewat :) Ha..ha..ha, yes, kebiasaan kalau lagi suntuk, ngeliatin jalanan dan aktivitas orang di jalan dari sebuah gedung tinggi, menjadi semacam refreshment bagi saya. 

Setelah itu, baru dilanjutkan untuk proses pencarian ide tadi. Melakukan eksplorasi sebanyak - banyaknya dengan browsing, baca majalah atau koran, atau secara khusus meluangkan waktu ke toko buku untuk mencari referensi, adalah cara paling ampuh untuk menemukan ide. Satu lagi, brainstorming atau tukar gagasan bareng teman, bareng orang lain yang lebih berpengalaman, itu juga sangat ampuh untuk menemukan ide. 

Dan sejak beberapa tahun lalu, saya punya alat sederhana yang membuat tambahan referensi. Alat itu adalah sebuah buku saku yang saya gunakan untuk mencatat ide asal lewat itu, meskipun, dibuat serampangan, tidak diklasifikasikan dalam bidang - bidang tertentu, tapi pencatatan ide - ide yang muncul dengan tiba - tiba itu, sangat membantu untuk mendapatkan masukan ketika sedang dibutuhkan.