Kamis, Januari 19, 2012

Jadi Karyawan yang jujur, Tambah Income, Tanpa Korupsi ? Bisnis Online Jawabannya


Saya punya seorang teman, disana, ia bekerja sebagai karyawan pada sebuah perusahaan travel agent. Pagi ini, dia cerita, bahwa, ada satu orang karyawan bank pemerintah yang melakukan pembelian tiket dan luar biasa besarnya hasil yang didapatkan dari mark-up harganya. Total nilai belanja tiket untuk perjalanan dinas guna kepentingan training pada perusahaan tersebut selisihnya dengan nilai mark-up yang dilakukan, mencapai puluhan juta rupiah.

Saya yang berbisnis dalam bidang event organizer, juga kerap menjumpai hal serupa pada teman - teman di perusahaan EO. Bagian produksi dan talent adalah bagian yang sangat rawan untuk terjadi mark - up. Angkanya, nggak main - main, sebagai ilustrasi, coba ada artist dengan fee 65 juta, kita sebut saja, Dewi Perssik, bagian talent bisa dengan gampangnya minta ke manager Dewi Perssik untuk bilang ke bagian keuangannya, bahwa fee Dewi Perssik, 70juta, 5 jutanya bisa ditransferkan ke bagian talent tanpa ada sedikitpun kecurigaan.

Konyolnya, hal ini sudah menjadi semacam budaya, hal yang lumrah dan orang jadi nggak malu. Padahal, kalau bagian talent tadi tetap menyampaikan bahwa fee Dewi Persik adalah 65juta, bisa jadi, ia akan mendapat komisi marketing secara langsung dari manager-nya tanpa harus melakukan mark-up harga. Padahal lagi, kalau tetap di angka 65juta, biaya produksi untuk event tersebut, bisa berkurang, yang artinya keuntungan yang didapatkan perusahaan lebih besar lagi, dan kalau perusahaan EO-nya fair enough, ada bonus event yang dibagikan yang salah satunya, uangnya berasal dari keuntungan yang didapatkan. Secara logis, dengan melakukan mark-up, maka 1 orang akan mengkhianati banyak orang lain di EO tersebut, karena semua orang berperan dalam suksesnya sebuah acara, dan semua orang akan mendapatkan bonus dari event tersebut.

Sebenarnya, karyawan yang bekerja dan sudah mendapatkan gaji bulanan dari kantornya, melakukan hal seperti itu, adalah hal yang memalukan (kalau ketahuan), dan percaya nggak percaya, dengan mendapatkan uang melalui hal seperti itu, hidup kita jadi nggak tenang! Daripada nggak tenang menikmati duit haram, mendingan sambil kerja nyambi bisnis online :) Kalaupun hasilnya sedikit, toh, seiring dengan berjalannya waktu, akan makin banyak yang kita dapat.

Saya ingat dengan seorang teman, keahlian utamanya adalah desain panggung. Di kantornya, ia bekerja sebagai bagian dari divisi creative, spesialisasinya adalah desain panggung. Jika kebetulan ada waktu senggang, dia berbisnis online dengan cara yang sederhana. Ia membuat sebuah blog yang berisi artikel dan beberapa contoh desain panggung yang pernah ia kerjakan. Kalau kita melihat blog-nya dia, pasti kita langsung akan mendapatkan gambaran bahwa pemilik website ini adalah desainer panggung profesional, dan memang seperti itu kenyataannya!

Blog menjadi media untuk mempublikasikan keahlian seseorang termasuk juga memajang barang dagangan yang akan kita jual. Sulit? Untuk memulai menulis di blog, kalau anda sama sekali baru, saran saya, belajarlah pada ahlinya yang ada di sekolah blog dimana mereka akan memberikan panduan A to Z untuk blogging, hal - hal teknis dan lebih hebatnya lagi, pada program advance-nya, mereka juga mengajarkan bagaimana kita bisa mencari uang melalui blogging. Kalau kita bisa mencari uang melalui blogging, kita nggak perlu meninggalkan profesi kita sebagai karyawan, kalaupun nanti sudah sukses dengan bisnis online melalui blog, ya nggak apa - apa juga kalau mau pensiun dini. Karena bisa dilakukan bersamaan saat kita jadi karyawan, maka secara otomatis, kita bisa mencari tambahan income yang halal, meskipun kecil, daripada besar, tapi uang haram dari hasil korupsi. Sekolah Blog akan membuka sebuah jalan, dimana kita bisa berbisnis online melalui penulisan artikel di blog, membuat sebuah blog yang enak dilihat dan nggak bosen untuk ditongkrongin, dan jangan lupa, blog juga akan membuka dunia kita dengan teman - teman on-line yang baru.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar