Jumat, September 30, 2011

Sedikit Modifikasi, Hasilnya ?


Baru saja usai menerima brief dari salah satu client di kawasan perkantoran Jl. Sudirman, saya bergegas turun untuk meninggalkan tempat itu. Tapi dasar iseng, saya memutuskan untuk berkeliling gedung itu, melihat - lihat ke bagian lobby dan ahaaa... sebuah vending machine membuat saya berhenti, sedikit memperhatikan dan jadi inspirasi pada hari jumat itu, sederhana namun sangat powerfull menurut saya.

Vending machine sendiri bukan merupakan ide baru, tapi ini adalah ide yang luar biasa. Adalah Hero of Alexandria seorang ahli matematika dan engineer     di zaman Romawi yang menampilkan ide ini dalam format manual, kemudian diperbarui dengan penggunaan koin secara otomatis pada awal tahun 1880 di London yang menjual kartu pos. 8 tahun berselang Amerika menyusul dengan menjual permen karet oleh Thomas Adams Gum Company.

Saya tidak melihat perusahaan yang namanya terpampang di vending machine ini hebat karena mengoperasikan sebuah machine yang sudah banyak orang bikin dan dijual secara massal, tapi yang saya lihat adalah apa yang mereka jual. Sesuatu yang barangkali nggak kebayang oleh kita, tebak apa hayooo...

Mereka menjual buah dan sayuran yang sudah dipotong - potong, dimasukkan ke dalam kemasan gelas setinggi 15cm dengan harga variatif mulai dari 5 ribu sampai 10 ribu. Yang buat saya sedikit senang dengan ide mereka menjual adalah mereka merelakan untuk sedikit repot dengan memotong dan memasukkannya ke dalam gelas tadi, meskipun tentu saja resiko-nya, mereka harus cepat me-replace dengan yang baru, demi terciptanya kesegaran produk tiap hari.

Segment yang mereka tangkap sudah tergambar jelas, para eksekutif di gedung pencakar langit, kawasan Sudirman, yang barangkali enggan untuk membeli buah dari abang - abang yang mangkal di kantin belakang, demi alasan kurang higienis dan seterusnya. Selain itu juga, kesegaran dan rasa dinginnya yang nggak bisa digantikan oleh produk si abang.

Yang mereka lakukan adalah memodifikasi ide yang sudah ada, vending machine, dengan sebuah ide yang belum ada -barangkali di Indonesia- untuk menjual sesuatu yang beda, dibalut dalam sebuah kemasan higienis dan menjunjung tinggi kesehatan, ideal bagi orang-orang sibuk sebagaimana target market mereka. Pertanyaannya, apakah ide menjual buah dan sayuran yang dipotong-potong ini, termasuk dengan pertimbangan usia produk yang harus di-replace setiap hari atau at least 2 hari sekali, akan menghasilkan "sesuatu" untuk menambah kantong pemilik bisnisnya?

Inspirasi buat saya hari itu adalah, ide tidak harus original, belajar dari bagaimana orang kaya berpikir, dimana kreativitas membuat kita harus bisa menemukan gap, apa yang dibutuhkan orang tapi belum dipenuhi, kalau kita penuhi pasti hasilnya luar biasa. Untuk mendapatkan itu, kita tidak harus menggunakan ide sendiri, kita bisa kombinasikan dengan ide orang lain dan memberikan nilai tambah sehingga jadi jauh lebih baik.