Jumat, November 05, 2010

Buka Mata di Kantor Client !



Ini tips sederhana sebenarnya, tapi, sayangnya, banyak yang melewatkan. Pernahkan anda bersiap untuk mempresentasikan konsep anda dihadapan client, ketika tiba di kantornya, client ternyata belum datang dari makan siang misalnya, atau masih meeting, yang membuat anda menunggu beberapa saat di area lobby atau ruang tunggu dari kantor client tersebut. Atau, kalau client sudah memanggil dan anda terburu - buru, apakah anda pernah mengamati beberapa bagian dari interior ruang kantor client ?

Kalau kita presentasi ke tempat client dan judulnya, ini adalah client yang baru pertama kali bertemu dengan kita, atau client yang baru pertama kali mengundang kita untuk berpartisipasi dalam proses tender pekerjaan organizing event, maka, " Buka Mata di Kantor Client " adalah sebuah hal yang cukup menarik untuk kita lakukan dalam rangka menyelami lebih jauh tentang perusahaan client.

Buka mata disini, bukan berarti kita celamitan lho! Maksudnya disini adalah, kita harus melihat dengan jeli bagian - bagian tertentu dari ruangan kantor client, yang dapat menambah pengetahuan kita tentang produk dan perusahaan client, yang pada akhirnya, akan menambah bahan pembicaraan saat kita berhadapan dengan client.

Curi curi pandang sesaat ini, sering saya lakukan, ketika untuk pertama kalinya, saya bertandang ke kantor client tersebut, ataupun baru pertama kali  diundang client, dan secara kebetulan informasi tentang produk dan perusahaan client tidak banyak tersedia di internet ataupun kurang eksposure dari media lain. Pengalaman saya waktu itu, saya sudah terima brief dari rekan AE yang dilanjutkan dengan curah gagasan, lalu proposal dan anggaran sudah siap untuk dipresentasikan. Produknya adalah produk hair care / perawatan rambut, dimana, kebanyakan dari orang - orang yang bekerja di tempat itu, memiliki semangat dan dedikasi yang cukup tinggi pada perusahaan untuk mengembangkan penjualan dan image produk. Perusahaan dengan budaya kerja yang sangat menghargai karyawan sebagai bagian dari aset perusahaan ini, kerap mengadakan pelatihan baik soft skill dan hard skill, juga kerap mengadakan program untuk peningkatan team work berupa outdoor activity. Tapi sayangnya, source dari perusahaan ini di internet, masih agak terbatas kala itu.

Informasi tentang budaya kerja dan sejenisnya itu, saya dapatkan kala saya sedang menunggu di ruang tamu mereka yang tidak begitu rapi, karena banyaknya POS yang sedang dipersiapkan untuk dikirim ke branch mereka. Di sisi tembok sebelah kanan, saya lihat ada beberapa informasi yang dipasang di beberapa frame tentang budaya dan etos kerja yang mereka kembangkan. Ada dua yang paling saya ingat kala itu, yaitu Solusi adalah segalanya dan Humoris. Saya juga melihat beberapa poster motivasional yang banyak dipajang di sisi - sisi kosong tembok ruangan kantor mereka.

Berbekal tambahan itulah, saya mulai dengan jurus andalan The Attractor Factor, yaitu, membayangkan saat presentasi nanti akan jadi seperti apa. Tentunya, bayangan yang positif, dimana saya membayangkan client tertawa lepas, ketika saya menyelipkan sebuah lelucon konyol di tengah - tengah presentasi, lalu, saya juga membayangkan client saya memberikan apresiasi dengan bersalaman ramah, dan bayangan berikutnya, adalah sebuah piring yang menyajikan kudapan ringan untuk disantap...ha..ha..ha.

Lalu, apa yang terjadi saat presentasi ? Penasaran ya? Saya akan sambung lagi tulisan ini dalam update berikutnya. Ok guys, thanks for reading and keep learning and watching every detail of your clients!

Senin, November 01, 2010

Kapan Momentum Kita Datang ?

Dalam setiap masalah selalu ada peluang bukan ?! Saya melihat jelas hal itu pada beberapa kasus besar yang mendera bangsa ini. Agak besar skala-nya memang kalau kita ngobrol tentang apa yang terjadi dengan Indonesia belakangan ini, tapi, berbagai kejadian - kejadian buruk yang mendera, ternyata ada pihak - pihak yang dengan jeli melihat itu adalah sebuah kesempatan, itu merupakan peluang, bahkan menjadi turning point yang cukup hebat dan mendadak memutarbalikkan keadaan 180derajat bagi kemajuan perusahaan. 

Kasus tabung elpiji pertamina 3kg yang kerap menelan korban, adalah salah satu contohnya. Semua orang jadi khawatir dan takut menggunakan tabung gas elpiji 3kg, sampai - sampai, adik bungsu saya, menolak untuk menggunakan tabung gas 3kg dan memaksa saya untuk membelikan yang 12kg. Belakangan, salah satu perusahaan yang kebetulan pernah bekerja sama dengan saya, beberapa tahun lalu, Quantum, produsen kompor gas Elpiji sekaligus perusahaan yang memenangkan tender penyediaan kompor gas LPG pada program konversi energi dari minyak tanah ke gas, merilis produk regulator standard SNI dan memberanikan diri untuk promosi melalui TVC. Konsep TVC-nya juga sederhana namun langsung menegaskan akan kekuatan solusi dari masalah tabung gas. Padahal, Saya masih ingat, ketika saya dan team mengerjakan company profile perusahaan ini beberapa tahun lalu, produk regulator mereka sedang diproduksi dan masih dalam taraf pengujian. Dan dalam konteks promosi, ketika saya bertanya dengan salah satu BOD mereka, mereka enggan untuk memasang iklan di TV karena mereka belum percaya diri mengatasi dampak peningkatan pemesanan yang mungkin saja terjadi setelah iklan diluncurkan. Untuk regulator, See! Selalu ada peluang di tiap masalah bukan ? Jadilah solusi dengan menghadirkan produk yang dapat menjawab masalah!

Kalau dalam konteks dunia event organizer, saya belum pernah melihat ada EO yang come up dengan ide luar biasa, misalnya, dengan menyelenggarakan sebuah acara, dimana acara tersebut merupakan sebuah solusi dari permasalahan yang kita hadapi. Let say, masalah kemacetan di Jakarta, sudah banyak pihak yang membahas masalah itu, tapi, adakah yang melibatkan masyakat secara langsung untk memberikan solusi pada masalah itu? Dilombakan dan ada hadiahnya! Djarum Black Innovation Award adalah salah satu event yang menurut saya sangat fenomenal dan simpatik sebagai upaya menggali kreativitas dan Yoris Sebastian sebagai pemilik ide dari event ini, sudah berulang kali menikmati momentum-nya datang termasuk ide “I Like Monday” yang melegenda itu. Bagaimana kalau kita bikin Traffic Jam Solution Award, sebuah event yang melombakan ide yang dapat mengurai kasus kemacetan di Jakarta. Karena selama ini belum pernah diadakan, kita nggak pernah tahu, ide - ide sederhana dan dasyat seperti apa yang dapat mengurai kemacetan di Jakarta, karena selama ini, tugas itu hanya dipikirkan oleh Pemprov DKI bersama Dinas Perhubungan. 

Kenapa kita terus berkutat dengan program yang hanya entertaining namun tidak mendidik, sementara yang bisa dilakukan oleh EO bukan sebatas membuat program hiburan. Bagaimana kalau program edukatif yang sekaligus entertaining dan bisa merubah pola pikir masyarakat? Ada banyak peluang dari setiap masalah yang ada, kendalanya adalah kita selalu membiarkan masalah itu terjadi, tanpa pernah berpikir akan solusinya dan melanjutkan dengan implementasi dari solusi tersebut. Mari kita cari momentum sebagai turning point kita untuk maju melesat bersama ide dashyat!