Kamis, Agustus 26, 2010

Brainstorming, menjadikan EO lebih kreatif


Ketika sebuah perusahaan jasa event organizer diundang oleh client-nya untuk mengikuti briefing sebagai bagian dari proses tender, mulai dari situlah, event organizer / EO bekerja dengan eksplorasi ide guna membuat konsep yang ok. Saat masih briefing saja, mungkin kita sudah memiliki bayangan akan dibuat seperti apa acara client kita ini.
Eksplorasi ide yang baik, akan lebih baik lagi apabila didukung dengan brainstorming atau dalam bahasa Indonesia yang kaku dan baku sama saja dengan Curah Gagasan. Dimana pada proses ini, kita sebagai bagian creative atau bagian yang lain akan saling support dengan informasi yang mungkin selama ini kita nggak tahu. Proses ini juga dimaksudkan untuk mengukur tingkat kesulitan dari realisasi sebuah konsep, karena barangkali, client kita, tidak memberikan panduan anggaran, menurut mereka anggaran untuk event kali ini adalah unlimited, silahkan kalian berpikir se-kreatif mungkin untuk mengembangkan konsepnya. Dan kalau kita tidak brainstorming, karena bagian kreatif-nya sangat luar biasa, maka, bisa jadi ide-nya sulit diimplementasikan atau bahkan tidak bisa sama sekali diwujudkan.
Brainstorming juga merupakan media bagi anggota team EO untuk saling melengkapi, diantaranya melengkapi data - data penunjang proposal, baik yang oleh creative, budgeting dan juga design. Ketika brainstorming dan benang merah dari pelaksanaan acara client tersebut sudah terlihat, maka, setiap bagian harus mulai aktif dengan inisiatif masing - masing sesuai dengan job desk mereka.
Dia yang pos-nya di bagian budgeting, siap - siap dengan kalkulator untuk menghitung besaran biaya produksi sebelum akhirnya ditambahkan dengan margin, lalu menjadi harga jual client. Bagian Talent sudah siap dengan usulan siapa saja artis yang akan diusulkan dan seterusnya. Sinergi dari tiap pihak ini akan menghasilkan sebuah pengajuan yang lengkap, dimana didalamnya sudah termasuk konsep acara, artis pendukung, desain panggung, area foyer dan penjesan teknis, serta rough roundown. 
Sinergi inilah yang paling penting dalam mempersiapkan sebuah proposal, semua orang terlibat dan memainkan perannya masing- masing. Favorit saya untuk proses sinergi seperti ini, saya temui ketika saya menjadi creative director di Komando Production, biasanya ba'da maghrib menjelang isya, saya bersama anggota team membahas brief client bersama AE, dan disitu, semua orang sudah berperan dengan tugasnya masing - masing. Kenapa ini jadi favorit saya? Karena semua orang sangat bertanggung jawab pada tugasnya masing - masing, berdedikasi dan yang terpenting, saya dan mereka seolah memiliki ikatan batin, jadi apa yang ada di kepala saya tanpa harus saya jelaskan lebih lanjut mereka sudah paham, dan satu lagi, inisatif-nya yang tinggi luar biasa. Ketika saya bilang, "Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 450 orang, client-nya nggak mau pake tempat di pinggir danau..."
Keesokan harinya, di meja saya, sudah ada penawaran dari 3 tempat yang berbeda untuk diajukan sebagai bagian dari usulan ke client. Luar biasa untuk team saya di sana! Dari hasil ngobrol - ngobrol selepas maghrib ini juga, saya banyak mendapatkan masukan dari mereka tentang ide sebuah acara, dan tentu saja, jadi lebih variatif, karena saya dan setiap individu memiliki dunia yang berbeda. Hal - hal yang barangkali tidak terpikirkan, karena kita brainstorming dengan anggota team yang mumpuni, akhirnya terpikirkan ide luar biasa yang tentu saja harus bisa untuk dieksekusi setelah mempertimbangkan perihal teknis.
Maka dari itu, jangan sepelekan proses curah gagasan ini. Jangan dijadikan seperti meeting formal, buat suasana yang rileks, lupakan sejenak struktur jabatan di kantor, tapi, juga jangan lantas terlena, dan menjadikan brainstorming jadi pembicaraan gosip dan joke sehingga hanya menghasilkan suara ketawa yang keras tanpa ada solusi apa - apa untuk diajukan ke client. Karena saya pernah mengalami sebuah proses brainstorming di sebuah perusahaan eo, dimana anggota team-nya hanya manggut - manggut mengikuti apa kata bos-nya, bahkan meeting diisi dengan obrolan mengenai gosip yang nggak jelas. Waaaah, kacau! Lingkungan seperti itu, lambat laun akan membuat kita bodoh dan statis dalam level yang sama. Semoga itu bukan kita ya?!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar