Sabtu, Juli 10, 2010

Pertanyaan mendasar, yang berulang ditanyakan...

Saya sering menerima email dari rekan - rekan yang baru memulai bisnis EO, pertanyaannya adalah bagaimana cara membuat proposal sponsor, atau bagaimana triknya agar sponsor tertarik pada acara yang kita buat. Setelah saya jawab, biasanya mereka mengambil langkah praktisnya, langsung pengen sesuatu yang instan dan siap pakai, " mas, ada contoh proposalnya nggak ? " :)

Zaman sekarang, penghargaan atas ide luar biasa minimnya, apalagi untuk kita yang berkecimpung dalam industri EO. Baik EO yang sudah established sejak dulu atau yang baru sekalipun, belum pernah saya temui ada yang dengan berani mengajukan cancellation fee atau creative fee atas ide yang telah mereka ajukan atau kalah dalam proses tender. Bagi client, hal itu adalah expenses yang tidak dianggarkan, jadi, jangan harap ada client yang akan memilih EO dengan cancellation fee.

Jadi, atas dasar itu, saat ini saya mulai memilah - milah pertanyaan dari teman - teman yang baru akan terjun ke bisnis EO, yang general saya share, yang mulai mengarah ke spesifik seperti proses kreatif sebuah acara, saya coba tutup, dan saya berikan kebebasan bagi mereka untuk memulai.

Karena pada dasarnya, proposal konsep, proposal sponsor, atau apapun namanya, that's a simple process of how you gonna tell your story! Sederhana kan ? Nggak harus terpaku dengan kebiasaan orang lain yang memulai proposal dari content, background, objectives dan seterusnya. Yang penting adalah, bagaimana ide yang akan kita ajukan, dapat tertangkap esensinya oleh client. Bagaimana sebuah cerita yang berupa rangkaian konsep besar dapat diperjelas dalam penjabaran proposal kita.

Jadi, please...jangan tanyakan bagaimana proposal sponsor yang bagus dan disusul dengan permintaan contoh proposal ke saya. Marilah kita belajar jadi creative dengan mengawali sesuatu yang kita belum pernah kerjakan sekalipun dengan percaya diri, karena salah adalah bagian dari proses belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar