Rabu, April 07, 2010

Pitching Kalah? So What Getoo loooh!

 Pitching Kalah? So What Getoo loooh!

Baru terima kabar mengenai pitching atau tender, yang diadakan sebuah perusahaan finance, hasilnya? Setelah masuk dalam peringkat dua besar, akhirnya kami tidak terpilih! Terus, kecewa? Ya iyalah kecewa! Tapi, itu bukan akhir dari segalanya! Masih banyak hal - hal lain yang bisa kami prospek dan terus dikerjakan dengan penuh energi kreatif dan penyegaran ide yang baru.

Menang atau kalah, dalam proses pitching, sama saja seperti kompetisi lain dalam hidup ini. Dari beragam buku motivasi yang suda saya baca, semua menegaskan bahwa kekalahan adalah sebuah pembelajaran, kalau menyimak Tung Desem Waringin, katanya, "tidak ada kata gagal, yang ada hanya Sukses atau belajar." Tapi, ini proses belajar yang mahal harganya! Tingkat mahalnya terletak pada eksplorasi dari curah gagasan yang sudah dilakukan. Kalau menyadur dari Petrus G Hartono dari Quantum Consulting, katanya, Sukses tidaknya manusia bukan diukur dari berapa banyak uang yang dia punya, tapi dari buah pemikiran atau ide besar yang dimilikinya, lalu, tanpa menunggu lama, ide tadi, langsung diwujudkan.

Tidak mau berburuk sangka, namun, sejatinya, sebuah proses pitching, maksud saya, hasil dari proses pitching, berupa sepotong surat yang diantarkan melalui fax, seharusnya memberitahu juga, dimana point yang membuat kita kalah. Apakah dari ide yang diajukan dianggap tidak bisa diaplikasikan, atau terlalu rumit untuk diwujudkan, atau ide dasarnya tidak sesuai dengan keinginan client, atau karena budget yang terlalu tinggi dan lain sebagainya. Yang ada hanya informasi siapa saja peserta tender, siapa pemenangnya dan sepotong kalimat motivasi, bagi anda yang belum terpilih semoga masih bisa menjalin kerjasama di masa yang akan datang!

Yang lebih ideal lagi, bila diceritakan juga mengenai garis besar konsep dari tiap EO, agar bisa jadi pelajaran juga bagi yang kalah. Kenapa begitu? Karena, bukan tidak mungkin, dari sekian banyak peserta tender, ide - ide kecil dari peserta yang kalah, akan dikombinasikan dengan peserta pemenang tender, dimodifikasi, sehingga sebenarnya, acara yang diadakan merupakan perwujudan dari kompilasi ide dari beberapa EO. Mungkin saja hal itu terjadi bukan?

Anyway, inilah hidup, semua dalam hidup ini, adalah sebuah kompetisi, dan menang atau kalah, adalah soal biasa. Jadi, kalau EO yang menang tender itu dengan jumawa-nya bilang, "Gua yang menang nih!" jawaban saya, " So What Getoo Loh " saya harus terus melanjutkan hidup untuk berusaha memenangi kompetisi yang lain!