Jumat, Februari 12, 2010

Nama baik perusahaan EO seharga 2M ?


Apa yang terjadi dengan sebuah rencana acara yang akan diselenggarakan, mendadak harus batal karena artis yang dinantikan urung tampil dan alasan pembatalan menjadi tidak masuk akal karena gosip yang berhembus, si artist tidak dapat hadir karena sedang ribut dengan pacarnya. Damn! Sebagai EO, atau mungkin kita yang menjadi EO, kredibilitas kita kontan berubah 180derajat. Eo tersebut dianggap nggak becus! Disamping tentu saja artist yang tidak hadir mendapatkan cap minus sebagai artist yang tidak profesional.

Benar atau tidak alasan si artist, tentu saja hal ini masih perlu diperjelas lagi oleh pihak yang bersangkutan. Namun, tidak demikian dengan EO, EO sudah pasti kadung malu dan sudah dicap sebagai penyelenggara acara yang tidak profesional, dan image itu, bukan tidak mungkin akan melekat terus menerus.

Maka, akan menjadi wajar, ketika Event Organizer tersebut mengajukan tuntutan dengan nominal uang yang dasyhat. Come on, ini menyangkut nama baik yang sudah berusaha dibangun bertahun - tahun sejak EO tersebut didirikan, dan mengganti nama baik, atau menciptakan nama baik, tidaklah semudah itu, tuntutan 2 milyar pun, misalnya, tidak dapat dengan serta merta merubah image tersebut.

Jadi, apa yang harus disikapi oleh EO, bila mengalami kejadian seperti ini? Hmmm, saya sendiri, berpendapat, sudah sewajarnya apabila perusahaan event organizer tersebut mengajukan tuntutan seperti itu. Disamping berupaya untuk memulihkan kembali nama baiknya, apabila menang dalam perkara ini, dan mendapatkan uang sesuai dengan tuntutannya, maka, uang tersebut tentu bisa dijadikan cadangan dana ketika EO tersebut tidak mendapatkan project itu. Sayangnya, ketika cadangan dana nanti sudah habis dan image yang sudah tercipta sebagai EO yang tidak professional, siapa yang mau percaya ? Gimana menurut pendapat teman - teman ?

1 komentar: