Rabu, Februari 17, 2010

Gathering Tematik ; Lagi Jadi Trend ?

Bikin gathering tematik untuk client, apakah itu untuk dealer, reseller, distributor, atau what ever yang diundang, biasanya diadakan di ballroom hotel atau club, belakangan ini jadi trend. Kenapa sih begitu cyiiin ? Hmmm, ada beberapa hal tematik unik nan menarik ini sekarang kerap dicari oleh client.

Beberapa perusahaan main distributor dari produk elektronik yang masuk ke Indonesia melalui main distributor itu, ternyata, membuat sebuah sales program tiap tahunnya. Agar sales program tidak monoton dan mengesankan adanya suatu progres, ada perkembangan dari tahun sebelumnya, maka, disamping tematik yang dirubah, juga, nilai hadiah terus ditingkatkan.

Dan, saya dan teman - teman yang baca blog ini - sebagai EO - tentunya merasa tertantang dengan brief client yang menginginkan sebuah konsep tematik yang jarang diadakan di Jakarta atau Indonesia secara general. Salah satu tantangan itu, saya terima dari sebuah distributor produk kamera - printer - scanner yang sangat populer, brand itu adalah Canon yang dibawa oleh PT. Datascrip.

Perusahaan yang berkantor di area Kemayoran itu, memiliki team dengan daya kreatifitas yang tinggi untuk imajinasi sebuah konsep acara. Awalnya brief sederhana saya terima dan mulai dikembangkan dengan sebuah konsep dealer gathering yang biasa saya buat, cuma terus terang, secara konsep saya lebih menekankan pada motivasi target audiences yang merupakan para dealer, untuk terus bersemangat dan meningkatkan nilai penjualan mereka pada program sebelumnya, disamping tentu saja content acara khas dealer gathering, yaitu awarding, lucky draw / door prizes serta entertainment.

Kala itu saya presentasi bersama dengan Marketing Handal ( Inisialnya MBB ), Singkatnya, usai saya presentasi, termasuk dengan salah satu Direksi mereka, secara konsep, entah jujur atau berbasa - basi, saya masih ingat apa yang mereka sampaikan, " Amazing ya, kok bisa berpikir sampai sejauh itu ya ? "

Wkwkwkwkwk...dalam hati tertawa cyiin! Ya ini memang kerjaan EO, kata saya lagi dalam hati. Ada beberapa masukan dari mereka, diantaranya tittle event mereka sudah oke, namun secara ambiences yang ingin diciptakan di acara itu, mereka mengungkapkan ketertarikannya pada masquarade, atau pesta topeng. " Is it possible ? " Tanya mereka...

Ya..ya..iyalah! Possible dong! Itu kan juga bagian dari kerjaan EO. Kalau kata mantan bos saya, komedian yang sekarang jadi anggota dewan, semangat seperti pengusaha warteg itu harus ditanamkan pada diri EO, maksudnya? Tau nggak pas waktu kita makan di warteg, minta telor dadar ada nggak ? pasti ada, meskipun kadang si mbak - mbak warteg harus beli dulu telornya, harus ngegoreng dulu dan seterusnya.

EO juga begitu. Kalau kata mantan bos saya satu lagi, seorang konser promotor di era 80-90an, " kita harus selalu bilang bisa  sama client, kalau nggak bisa, jangan pernah bilang nggak bisa, tapi cari kalimat substitusi yang pas, misalnya, " saya usahakan dulu ya pak," atau " Mungkin saya bisa coba dulu " dan sejenisnya yang menggambarkan bahwa kita akan berupaya untuk memenuhi keinginannya, kalaupun nanti memang tidak bisa, ya sudah, tapi setidaknya, kita kelihatan di depan client bahwa kita telah berupaya untuk memenuhi keinginannya. Dan client biasanya lebih menghargai yang seperti itu, ketimbang kita yang langsung bilang " Nggak bisa pak!" dengan nada setengah ketus.

Ok..ok..ok, back to my story about masquarade, hmmm...ini sebuah pesta topeng yang luar biasa menurut saya. Walaupun secara content acara, pengisi acaranya tidak terlalu istimewa secara popularitas, namun, pengemasan pesta topeng ini saya rasa sangat terasa secara ambiences mulai dari area lobby hingga area ballroom.

Dan...
Hmmmm ( agak tarik nafas nih... )
ada kerjaan lain yang menanti nih, gtg for meeting, jadi next day, saya sambung lagi ya...
thanks buat teman2 EO yang sudah mengikuti blog ini,
kalau ada komentar saran kritik atau yang mo kirim $ :D
email aku udah tahu dong...

Cabs dulu ya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar