Senin, Desember 07, 2009

Perkaya muatan lokal di konsep event kita !

What? Gara - gara cuci tangan sehabis makan, seorang bupati di Palu, terkena sangsi langsung dari Gubernur Sulawesi Tengah, HB Paliudju. Berita yang saya baca dari kompas.com memang cukup menarik dan membuat penasaran untuk dilihat! Hal itu, ternyata terjadi pada sebuah acara makan usai penobatan Gubernur menjadi tokoh "To Lindu" atau pemimpin/raja Lindu. Singkatnya, tidak seorang pun yang diperkenankan untuk mencuci tangan sebelum To Lindu mencuci tangannya, meskipun ia sudah selesai makan.

Saya salut dengan betapa aware-nya masyarakat di Sulawesi Tengah untuk menjaga tradisi dan kebudayaan daerah secara turun temurun, gimana dengan masyarakat Indonesia di kota yang lain? Hmm, saya ingat tempo hari lihat Dasyhat di RCTI live dari kota Batu, Malang, yang, jujur saja, menurut saya, agak memaksakan diri untuk memasukkan kesenian daerah, apalagi kesenian daerah yang ditampilkan pun dikolaborasikan dengan musik hip-hop... Nggak salah dengan bentuk kreatif itu, kalau masuk, tapi koq nggak nyambung jadinya ya :)

Kekayaan budaya negeri kita ini nyatanya masih kurang dieksplor para kreatif eo dalam membuat konsepnya, modernisme menjadi alasan paling jitu untuk tidak menampilkannya. Padahal, jika dikemas secara elegant dan penempatan yang pas, content tradisional pasti mampu dijual dengan segala bentuknya. Mengalahkan anggapan bahwa tradisional adalah old school, mungkin bisa disiasati dengan penggunaan narasi yang motivated dan performance yang attractive, mungkin juga bisa dikombinasikan dengan permainan visual yang colourfull dan sebagainya, karena tradisi dan budaya Indonesia cukup kaya, marilah kita perkaya konsep event kita dengan muatan lokal, khas Indonesia...

1 komentar:

  1. Dear Rekan,
    Saya tertarik banget semua cerita atau share tentang kerja eo baik dari picthing, kinerja dan saya tertarik. karena saya sebagai seorang eo juga masih harus belajar banyak, karena ini sangat berharga sekali buat para pekerja eo.
    saya sebagai eo lokal terus belajar untuk menjadi yang creativ dan profesional dalam pekerjaan.

    BalasHapus