Kamis, November 12, 2009

Bagaimana presentasi yang baik?

Salah seorang murid saya minggu lalu bertanya, mengenai bagaimana presentasi yang baik. Hmm, anak smu sekarang memang cukup kritis dan pintar. Kala pertanyaan itu diajukan saya baru saja memberi contoh ke mereka sebuah konsep event dan mempresentasikan didepan mereka. Hmm, pertanyaan itu diajukan usai saya mempresentasikannya.
Jujur, saya sendiri saja, menghadapi banyak orang dalam sebuah sesi presentasi, apalagi kalau ada perasaan minder, atau merasa bahwa yang saya hadapi bukanlah orang biasa! Maksudnya, level mereka setingkat dengan CEO, Direktur Utama dari sebuah BUMN atau level setingkat dengan mereka.
Bagaimana presentasi konsep yang baik, menurut saya, diawali dengan ketenangan emosi yang akhirnya berpengaruh pada bahasa tubuh kita, dulu sekali, saya adalah presenter yang buruk. Laptop yang baru saya buka menjadi ajang pelampiasan rasa grogi, biasanya dulu, saya membersihkan screen monitor laptop dengan menggunakan tangan untuk mengurangi rasa grogi, atau tidak menatap sama sekali ke audiences dan asyik melihat slide demi slide yang ada di screen. Tapi itu dulu :)
Tambahan lagi, adalah pemikiran yang positif. Dengan pemikiran yang positif itu, biasanya saya membayangkan mengenai bagaimana reaksi client ketika mendengarkan paparan saya, tentunya, karena positif, reaksi mereka juga sangat amazing dengan apa yang saya paparkan...he..he..he. Saya suka sebelum presentasi, membayangkan betapa antusiasnya mereka mendengarkan saya bicara dengan lantang, tangan yang bermain sambil sesekali membuat gerakan dinamis, kemudian mereka tersenyum dan memberikan applaus di akhir presentasi. Nggak salah dengan itu! Meskipun kadang kenyataannya terbalik :)
Setelah pemikiran positif tadi biasanya rasa percaya diri muncul dengan sendirinya, antusiasme kita terbangun sedemikian dasyatnya, apalagi kalau konsep creative event yang kita buat merupakan hasil imajinasi kita sehingga secara mendasar benang merah dari konsep tersebut sudah diluar kepala..waaah, saya jadi tambah antusias.
Celakanya, antusiasme ini kadang jadi bumerang juga buat kita, ketika client memberikan respon yang diluar harapan kita, bersifat passive, menjadi pendengar sesukanya, yang kadang lebih dominan menjawab ponselnya yang terus berdering atau membalas bbm, sms, or whatever. Hmmm....
Setelah hal tersebut diatas berusaha membuka aura positif kita, tentunya akan lebih baik dan jauh lebih baik lagi, bila materi presentasi yang kita buat sudah jelas tergambar dalam otak kita, dan kita sudah memiliki kata - kata substitusi untuk mengganti penjelasan yang ada pada proposal, Lebih baik lagi, bila kita memiliki perumpamaan - perumpamaan pada penjelasan konsep yang kita bangun. Menganalogikan tema dengan kisah kehidupan sehari - hari, misalnya. Atau kisah tentang seorang david beckham yang identik dengan kesempurnaan, dan tempo hari pernah menjadi bintang iklan sepatu sepakbola dengan tagline-nya "Impossible is nothing" sesuatu yang membangun antusiasme, bersifat memotivasi atau memprovokasi pasti akan lebih asyik bagi client untuk dipikirkan, ketimbang penjelasan standard dari point - point di presentasi kita.
Makanya, saya sering banget tuh, membaca lagi konsep yang dibuat dalam perjalanan menuju kantor client, tujuannya, untuk mengembangkan pola penceritaan konsep, sehingga lebih asyik untuk diceritakan.
Kan nggak asyik dan nggak akan dipercaya juga oleh client, ketika kita sudah memiliki aura positif, sudah semangat dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, ternyata, pada saat presentasi, apa yang kita presentasikan merupakan "Story Telling" yang membaca seluruh materi presentasi, jadinya kita seperti seorang pembaca cerita yang mengkisahkan cerita, dimana cerita itu sebenarnya juga bisa dibaca langsung oleh clientnya. Dalam hati client sih "tau gini sih, mendingan nih orang nggak usah presentasi, gua aja deh yang baca sendiri.." ha..ha..ha...
Jadi sekilas aja nih, presentasi dari konsep event yang baik menurut saya harus diawali dengan :
1. Aura positif dengan rasa percaya diri yang tinggi
2. Penguasaan pada materi presentasi
3. Gimana caranya mengarahkan pola pikir client untuk ikut dalam alur cerita yang kita buat...
4. Urutan presentasi yang runtut, penceritaan yang terarah dan terstruktur.

Selebihnya gimana presentasi yang baik, let's your do your own presentation and learn how to create the good one.
Okay! next time saya bagi lagi cerita saya tentang hal - hal lain tentang presentasi dan event, tentunya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar