Rabu, Juli 08, 2009

Seribu Perempuan & Balita belajar internet!

Apa yang dilakukan Indosat Mega Media / Indosat M2, mungkin tidak terpikirkan oleh internet provider lain. Maklum saja, ibu - ibu dan balita, sudah pasti bukan top priority dari target market mereka. Cukup inovatif, cuma sayang, tidak didukung dengan publikasi yang baik, padahal, masuk dalam rekor MURI dan penilaian saya event ini juga sangat edukatif. Simak beritanya dibawah ini ;

MURI Berikan Penghargaan Kepada IM2; Seribu Perempuan dan Balita Belajar Internet Bersama Pecahkan Rekor MURI

PT Indosat Mega Media (IM2) mendapat piagam penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI) atas partisipasinya dalam kegiatan SuperNets (seribu perempuan belajar internet bersama) dan Serba Ceria (seribu anak pinter berinternet) yang digelar guna memperingati Hari Ulang Tahun Kota Surabayar ke 176. Pada kegiatan tersebut IM2 dipercaya untuk menyediakan akses internet WiFi sebesar 4 Mbps. Acara diselenggarakan pada tanggal 10 Mei 2009 di Plasa Tunjungan, Surabaya, dan dihadiri oleh Walikota Surabaya Bpk. Bambang Dwi Hartono dan Ibu Dyah Katarina selaku ketua tim penggerak PKK kota Surabaya.

Serah terima penghargaan dilakukan oleh Paulus Pangka selaku General Manager MURI kepada IM2 yang diwakili oleh Edi Sutanto – General Manager East Regional Division IM2]. ”Acara ini sangat baik untuk dilakukan untuk memperkenalkan internet sejak dini kepada anak-anak dan kaum ibu sehingga mereka bisa mengambil manfaat positif dari internet bagi kehidupan mereka,” ujar pria yang akrab dipanggil Pak Eso ini.

IM2 mendapat dua penghargaan MURI dengan kategori Belajar Komputer dengan Peserta Anak-Anak Terbanyak (Serba Ceria 2009) dan Belajar internet dengan peserta terbanyak perempuan yakni 930 orang wanita (Supernets 2009). Sekitar 1000 anak-anak dari PAUD (Playgroup & TK se kodya Surabaya) menggunakan 500 unit Notebook meramaikan Serba Ceria, dan sebanyak 930 ibu yang tergabung di PKK, Dharma Wanita, Pengasuh PAUD se kodya Surabaya) juga hadir berpartisipasi dalam acara Supernets tersebut.

Kaum ibu dan anak-anak terlihat antusias mengikuti acara. Banyak dari mereka yang bahkan baru pertama kali mengakses informasi melalui internet. Selain memperkenalkan internet kepada anak-anak, acara ini juga memberikan edukasi mewarnai guna melatih motorik serta melatih kemampuan visualisasi warna kepada anak-anak. “Internet memberi kita kesempatan mencari semua informasi yang dibutuhkan,” ujar Ibu Dyah Katarina di sela-sela acara.

Selasa, Juli 07, 2009

Dari PRJ : XL dengan limited offer + limited time


Kunjungan saya ke PRJ Jumat yang lalu membuat saya akhirnya ngeh, kenapa headline di Poskota yang sempet saya baca sekilas bahwa, PRJ bukan lagi milik rakyat! Untuk parkir sepeda motor masuk pertama bayar Rp. 5000,- dan tambahan per jam Rp. 2000,- Untuk Mobil 2x lipatnya, dan tiket masuk untuk weekday Rp. 15.000,- dan weekend Rp. 20.000,- Saya melihat sekian ribu orang berduyun - duyun datang, termasuk rombongan anak sekolah liburan dari beberapa kota luar Jakarta yang menggunakan bis pariwisata. Berapa banyak pemasukan JI-Expo dari tiket dan parkir saja? Huh, sulit membayangkannya dengan crowded yang luar biasa itu!

Tapi oke-lah, nggak perlu dikomentari lagi tentang hal itu, toh, meski dengan tiket dan parkir segitu, PRJ toh masih ramai dikunjungi dan bukan mayoritas kelas ekonomi C, kelas B dan B+ plus terlihat ada disana. Saya bersama kompanion saya, langsung masuk dan ikut serta dalam keramaian itu.
Setiap tiket masuk PRJ kita akan mendapatkan 2 tiket, satu berupa magnetic card seperti tiket busway dan satu lagi kertas ukuran A5, yang berisi beragam potongan harga dari vendor yang bekerjasama. Potongan harganya pun bukan lagi menggunakan bahasa sederhana seperti "Diskon 25%" atau Potongan Harga, zaman sudah berubah dan cara PRJ memberikan potongan harga pun dengan menggunakan bahasa yang lebih menarik, seperti ini, "Gratis 3 minuman dengan hanya membayar Rp. 10.000,-" ha..ha..ha..

Dari semua counter / stand / booth di PRJ, yang paling menarik perhatian saya adalah XL. Provider dengan icon Luna Maya itu, berhasil membuat antrian panjang yang luar biasa menutup pintu masuk area indoor. Saya sampai penasaran, menghampiri dan mengikuti sedikit program mereka.
XL membuat strategi limited offer in limited time, ehm, sebuah taktik yang sempet saya dengarkan dari TDW tempo hari. Kalau TDW jual mobil, dia akan buat jadwal dari jam 10 - 11 saja, sekian banyak orang yang sudah pasti berminat untuk membeli mobil tsb akan datang dan akan hadir dengan penawaran terbaik karena waktu yang terbatas.

Begitu pun XL, bundling package dengan product Nexian yang bisa update facebook dan berbentuk nyaris menyerupai Blackberry, yang dijual seharga Rp. 900ribuan saja, dijual hanya 40 unit pada sesi tertentu dan sudah pasti sesi tersebut memiliki waktu yang terbatas.
Apa yang terjadi? Bisa dipastikan antrian panjang orang yang berharap memiliki BB KW 2 ini akan terjadi dan secara tidak langsung akan mengundang orang lain untuk ikut datang walau sebatas penasaran! Well, strategi "jitu" yang dipakai ini sukses meluluhlantakkan provider lain yang berada pada area yang sama, termasuk Axis yang gencar berpromosi dan memiliki area yang lebih luas dari XL. Telkomsel yang biasanya membuat keramaian, berjalan smooth, tidak ada yang istimewa pada saat kunjungan saya tsb. Hanya Indosat yang hadir dengan penawaran istimewa dengan bundling package-nya bersama Blackberry yang saya lihat cukup ramai.

Secara rasional, apa yang dilakukan XL sudah pasti akan menghasilkan antrian panjang, mengingat produk bundling dengan Nexian adalah salah satu hot item yang paling diminati oleh mereka yang ingin punya Blackberry namun dengan kemampuan finansial yang terbatas, dan PRJ adalah tempat dimana komunitas kelas menengah selalu hadir untuk mencari dan memanfaatkan program promosi, yang tentunya menguntungkan buat mereka.