Selasa, Desember 29, 2009

Alhamdullilah, cerahnya 2010 sudah terbayang

Alhamdullilah, banyak sekali tanda - tanda positif yang mengindikasikan bahwa tahun 2010 akan ada banyak pekerjaan dan kegiatan yang akan saya lakukan. Padahal, ketika saya menulis ini, masih di bulan Desember, meskipun sudah di penghujung. 
Januari dan Februari 2010 nanti, dalam catatan saya, setidaknya sudah ada 2 event yang confirm akan running, 5 yang masih on-progress untuk pelaksanaan di bulan Januari sampai Maret. Yang terbesar di bulan Maret nanti, kalau proses pitching-nya berhasil dimenangkan, maklum aja, yang terakhir ini, diikuti sama 6 EO bos... Brwhhh.... banyak ya? 
Sementara itu, aktivitas saya terkait dengan bidang tulis menulis akan bertambah lagi dengan dimulainya pengerjaan buku ketiga, uups, ketiga, kapan keduanya mas? hihihi....
Yang belum kebayang di tahun depan bakal cerah, coba liat peluang di sekitar kita... banyak yang belum kegarap lho... yuu buka mata, buka telinga lebar - lebar untuk cari tahu, peluang apa yang bisa kita garap nanti.

Kamis, Desember 24, 2009

Selamat Natal (buat yang merayakan)


Saya, Yudhi Megananda beserta keluarga, ingin mengucapkan Selamat Hari Natal kepada teman - teman yang merayakannya. 

Dibawah ini saya masukkan artikel yang saya dapat dari wikipedia tentang perayaan Natal, untuk nambah wawasan kita tentunya. Sekilas tentang Perayaan Natal


Proposal Event Organizer / Konsep Acara Mahal Harganya!

Proposal Event Organizer yang mengulas rangkaian acara yang akan diadakan, untuk segera dipresentasikan oleh saya dan teman - teman, akan terus bertambah, pasalnya, baru saja di artikel saya kemaren, ngobrol soal peluang bisnis EO di tahun 2009. Hmmh.. ternyata benar, peluang bisnis event organizer tahun 2010 tampaknya akan makin cerah.

Apa indikasinya? Well, buat saya pribadi dan teman - teman di Absolute sih, setidaknya lebih dari 5 event yang saat ini sedang disiapkan proposal konsep acara sampai ke budget eventnya. Memang dari 5 yang disebut tadi, baru 2 yang sudah confirm ok, sisanya masih harus ikut tahap pitching atau proses tender EO.

Hari ini saya akan mempresentasikan konsep acara dari salah satu proses pitching yang diikuti. Proposal Event Organizer kini canggih - canggih euy! kita harus banyak belajar biar update dengan tampilan dan urutan proposal event yang makin variatif.

Makanya, proposal kreatif sebuah event berharga sangat mahal, sampai - sampai, beberapa teman di milis eo yang saya ikuti, sontak, berkomentar agak pedas, ketika ada newbie yang tanpa basa - basi langsung minta contoh proposal untuk dikirimkan ke emailnya.

Proposal acara, proposal kreatif acara, proposal eo atau apapun namanya, memang mahal, karena ini merupakan ide yang kadang susahnya setengah mati untuk didapat, makanya mereka dan saya sendiri juga merasa keberatan untuk share.

Kadang, suka risih juga kalau kita buat konsep atau proposal acara yang ikut dalam proses pitching, terus kita kalah alias nggak dapat project-nya, kira - kira sama client kita konsep yang sudah kita buat diapain ya ? Hayooo... ada yang pernah punya pengalaman yang nggak enak dengan client soal penggunaan ide kreatif kita misalnya? sharing bareng disini yuu...

Selasa, Desember 22, 2009

Peluang Bisnis Event Organizer



Peluang bisnis event organizer masih terbuka lebar! itulah point terpenting dari rangkaian acara workshop eo yang digagas oleh Procomm, Event Organizer di Medan.

Banyak hal luar biasa yang saya temui di Medan, Sumatera Utara, ketika, pada tanggal 16 Desember 2009 yang lalu, saya diundang untuk menjadi pembicara pada workshop bertema " Peluang Bisnis EO di tahun 2010." Bisnis Event Organizer telah berkembang sedemikian rupa di Medan, bukan cuma EO, tapi juga merambah pada bisnis MICE.

Beberapa point penting yang dirangkum oleh Erwin Kampusi dari beberapa pembicara, diantaranya adalah bahwa sejak 20 tahunan yang lalu ketika ia memulai bisnis EO sampai saat ini, semua berjalan dengan grafik yang terus meningkat. Bisnis EO sangat kecil kemungkinannya untuk tidak berkembang di tahun 2010 dan tahun - tahun yang akan datang, mengingat bahwa ajang promosi dan acara seremonial akan terus berlangsung selama dunia ini masih ada. Yang penting menurutnya adalah bagaimana kita secara jeli melihat peluang dan menangkap peluang itu sesegera mungkin.

Workshop yang digagas oleh Procomm, corporate event organizer dari kota Medan ini, diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari berbagai profesi, mulai dari mahasiswa/i, pelaku industri EO itu sendiri sampai ke ibu rumah tangga. Beberapa pembicara yang menyampaikan pandangan, diantaranya ; Kepala Dinas Pariwisata kota Medan, Dr. Muhammad Yunus, praktisi bisnis MICE dan saya sendiri, Yudhi Megananda. Awalnya, akan hadir juga Corporate Marketing Head Excelcomindo, namun berhalangan hadir.

Saya sendiri mendapatkan bagian untuk bicara dengan durasi kurang lebih 1,5jam, dimana saya, lebih banyak membahas mengenai bagaimana cara untuk menjadi pelaku industri event organizer yang profesional. Mungkin untuk beberapa orang yang telah membaca buku saya, EO 7 Langkah Jitu Membangun Bisnis Event Organizer, akan sangat paham, bahwa perkara membuka EO bukanlah sesuatu yang mudah, meskipun tidak ada yang sulit dalam kamus kita sebagai orang - orang yang positif. Bagaimana cara membuat konsep, presentasi hingga eksekusi saya jabarkan satu per satu. Termasuk beberapa contoh kasus yang pernah saya hadapi, ketika bertemu dengan client, yang memiliki beragam attitude. Saya juga menekankan betapa pentingnya kita untuk tahu secara mendasar pengertian Event Organizer, yang bukan sekedar berfungsi sebagai vendor / supplier yang hanya bertugas sebagai penyedia equipment event, karena pengertian Event Organizer atau definisi EO jauh lebih luas daripada sekedar menjadi penyedia perlengkapan acara.

Menyimak apa yang disampaikan oleh rekan Erwin, bahwa peluang akan selalu terbuka bagi mereka yang jeli melihatnya, tak terkecuali untuk mereka yang baru saja atau akan memutuskan untuk terjun dalam bisnis EO, sekarang tinggal bagaimana kita menciptakan peluang itu dan menggarapnya menjadi ladang uang bagi kita. Salut saya untuk rekan - rekan EO di Medan, mereka berhasil membuat sebuah Forum EO yang tidak lama lagi akan menjadi asosiasi, dimana mereka saling bekerja sama untuk merealisasikan keinginan client, singkatnya sih, seperti bagi - bagi project, ketika ada EO yang overload, maka pekerjaannya akan disharing atau dibagi ke EO yang lain. Yang lebih hebat lagi, Erwin Kampusi, yang mewakili Forum EO, menyatakan bahwa ada pasar yang tidak boleh digarap oleh EO - EO yang sudah established, seperti misalnya perayaan ulang tahun anak di kompleks perumahan, pengorganisasian acara pernikahan, " biar diambil sama anak - anak muda ini, karena mereka yang akan meneruskan bisnis Event Organizer nantinya " katanya menutup workshop.


Selasa, Desember 08, 2009

Workshop EO ; Prospek Bisnis Event Organizer di tahun 2010

Prospek Bisnis Event Organizer Di Tahun 2010

Type:
Network:
Global
Date:
Wednesday, December 16, 2009
Time:
9:00am - 5:00pm
Location:
Garuda Convention Hall Lt. 2 Garuda Plaza Hotel Medan
Street:
Jl. Sisingamangaraja No. 18
City/Town:
Medan, Indonesia

Description

"PROSPEK BISNIS EVENT ORGANIZER DI TAHUN 2010"

BIAYA SEMINAR
- Umum / Perusahaan Rp. 250.000,- / orang
- Mahasiswa & Pelajar Rp. 200.000,- / orang

Fasilitas :
1. Materi Training (Print Out)
2. Buku 7 langkah Jitu Membangun Bisnis Event Organizer By: Yudhi Megananda
3. Sertifikat
4. Makan Siang & Coffee Break

PEMBICARA :
1. Madju Siregar, SH.MM *(Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan)
2. Ayu Tantri Soetopo (Regional MArketing Sumatera PT. Excelcomindo Pratama, Tbk)
3. Yudhi Megananda (Penulis Buku 7 Langkah Jitu Membangun Bisnis EO)
4. Herwin Kampusi (Kampusi Promo)

*masih dalam konfirmasi

MATERI SEMINAR :
1. Bagaimana Membangun EO yang bermitra dengan Pemerintah dan harapan Pemerintah seiring dengan berkembangnya EO di Kota Medan
2. Event Organizer Menjadi Mitra Perusahaan
3. Langkah-langkah Tepat untuk menjadi Event Organizer Profesional
4. Prospek Event Organizer di tahun 2010

INFORMASI & PEMESANAN UNDANGAN :
PROCOMM ORGANIZER
KOMP. GRAND SETIA BUDI, JL. SEI SERAYU NO. 7 H MEDAN
TELF : 061 - 8227368
FAX : 061 - 8227367

Senin, Desember 07, 2009

Perkaya muatan lokal di konsep event kita !

What? Gara - gara cuci tangan sehabis makan, seorang bupati di Palu, terkena sangsi langsung dari Gubernur Sulawesi Tengah, HB Paliudju. Berita yang saya baca dari kompas.com memang cukup menarik dan membuat penasaran untuk dilihat! Hal itu, ternyata terjadi pada sebuah acara makan usai penobatan Gubernur menjadi tokoh "To Lindu" atau pemimpin/raja Lindu. Singkatnya, tidak seorang pun yang diperkenankan untuk mencuci tangan sebelum To Lindu mencuci tangannya, meskipun ia sudah selesai makan.

Saya salut dengan betapa aware-nya masyarakat di Sulawesi Tengah untuk menjaga tradisi dan kebudayaan daerah secara turun temurun, gimana dengan masyarakat Indonesia di kota yang lain? Hmm, saya ingat tempo hari lihat Dasyhat di RCTI live dari kota Batu, Malang, yang, jujur saja, menurut saya, agak memaksakan diri untuk memasukkan kesenian daerah, apalagi kesenian daerah yang ditampilkan pun dikolaborasikan dengan musik hip-hop... Nggak salah dengan bentuk kreatif itu, kalau masuk, tapi koq nggak nyambung jadinya ya :)

Kekayaan budaya negeri kita ini nyatanya masih kurang dieksplor para kreatif eo dalam membuat konsepnya, modernisme menjadi alasan paling jitu untuk tidak menampilkannya. Padahal, jika dikemas secara elegant dan penempatan yang pas, content tradisional pasti mampu dijual dengan segala bentuknya. Mengalahkan anggapan bahwa tradisional adalah old school, mungkin bisa disiasati dengan penggunaan narasi yang motivated dan performance yang attractive, mungkin juga bisa dikombinasikan dengan permainan visual yang colourfull dan sebagainya, karena tradisi dan budaya Indonesia cukup kaya, marilah kita perkaya konsep event kita dengan muatan lokal, khas Indonesia...

Kamis, Desember 03, 2009

Upgrade your challenges!

Jadi nomor 1 dalam setiap kompetisi adalah sebuah impian dan menjadi kebanggaan bagi kita, bener dong?! Tapi bagaimana ya perasaan orang yang terus menerus jadi juara, ehm..mungkin seperti Valentino Rossi, yang baru saja mentahbiskan gelar juara dunia motogp tahun 2009 ini, atau dulu, seperti Chicago Bulls saat Michael Jordan, Scottie Pippen dan kawan - kawannya jadi juara NBA.
Ada nggak perasaan bosan jadi juara? Anything can happened when we are on top! Nggak salah kalau mereka lantas jadi merasa paling hebat dan membutuhkan tantangan yang lebih. Michael Jordan contoh pastinya, setelah sukses di Bulls, dia resign dari basket dan mulai dengan bidang olahraga yang lain, meskipun akhirnya balik lagi ke basket dalam skala yang berbeda.
Tantangan! mungkin nggak semua orang butuh tantangan, ada juga orang yang merasa bahwa hidup mereka ya seperti ini! Rutinitas tanpa tantangan yang berbeda tiap harinya.
Kita harus terus hidup dalam dunia yang dipenuhi dengan skala tantangan yang berbeda, karena dengan begitu, kita akan terus terasah dan berupaya meningkatkan standard profesionalisme kita di mata orang lain. Nah, pengalaman teman - teman gimana?!

Kamis, November 12, 2009

Bagaimana presentasi yang baik?

Salah seorang murid saya minggu lalu bertanya, mengenai bagaimana presentasi yang baik. Hmm, anak smu sekarang memang cukup kritis dan pintar. Kala pertanyaan itu diajukan saya baru saja memberi contoh ke mereka sebuah konsep event dan mempresentasikan didepan mereka. Hmm, pertanyaan itu diajukan usai saya mempresentasikannya.
Jujur, saya sendiri saja, menghadapi banyak orang dalam sebuah sesi presentasi, apalagi kalau ada perasaan minder, atau merasa bahwa yang saya hadapi bukanlah orang biasa! Maksudnya, level mereka setingkat dengan CEO, Direktur Utama dari sebuah BUMN atau level setingkat dengan mereka.
Bagaimana presentasi konsep yang baik, menurut saya, diawali dengan ketenangan emosi yang akhirnya berpengaruh pada bahasa tubuh kita, dulu sekali, saya adalah presenter yang buruk. Laptop yang baru saya buka menjadi ajang pelampiasan rasa grogi, biasanya dulu, saya membersihkan screen monitor laptop dengan menggunakan tangan untuk mengurangi rasa grogi, atau tidak menatap sama sekali ke audiences dan asyik melihat slide demi slide yang ada di screen. Tapi itu dulu :)
Tambahan lagi, adalah pemikiran yang positif. Dengan pemikiran yang positif itu, biasanya saya membayangkan mengenai bagaimana reaksi client ketika mendengarkan paparan saya, tentunya, karena positif, reaksi mereka juga sangat amazing dengan apa yang saya paparkan...he..he..he. Saya suka sebelum presentasi, membayangkan betapa antusiasnya mereka mendengarkan saya bicara dengan lantang, tangan yang bermain sambil sesekali membuat gerakan dinamis, kemudian mereka tersenyum dan memberikan applaus di akhir presentasi. Nggak salah dengan itu! Meskipun kadang kenyataannya terbalik :)
Setelah pemikiran positif tadi biasanya rasa percaya diri muncul dengan sendirinya, antusiasme kita terbangun sedemikian dasyatnya, apalagi kalau konsep creative event yang kita buat merupakan hasil imajinasi kita sehingga secara mendasar benang merah dari konsep tersebut sudah diluar kepala..waaah, saya jadi tambah antusias.
Celakanya, antusiasme ini kadang jadi bumerang juga buat kita, ketika client memberikan respon yang diluar harapan kita, bersifat passive, menjadi pendengar sesukanya, yang kadang lebih dominan menjawab ponselnya yang terus berdering atau membalas bbm, sms, or whatever. Hmmm....
Setelah hal tersebut diatas berusaha membuka aura positif kita, tentunya akan lebih baik dan jauh lebih baik lagi, bila materi presentasi yang kita buat sudah jelas tergambar dalam otak kita, dan kita sudah memiliki kata - kata substitusi untuk mengganti penjelasan yang ada pada proposal, Lebih baik lagi, bila kita memiliki perumpamaan - perumpamaan pada penjelasan konsep yang kita bangun. Menganalogikan tema dengan kisah kehidupan sehari - hari, misalnya. Atau kisah tentang seorang david beckham yang identik dengan kesempurnaan, dan tempo hari pernah menjadi bintang iklan sepatu sepakbola dengan tagline-nya "Impossible is nothing" sesuatu yang membangun antusiasme, bersifat memotivasi atau memprovokasi pasti akan lebih asyik bagi client untuk dipikirkan, ketimbang penjelasan standard dari point - point di presentasi kita.
Makanya, saya sering banget tuh, membaca lagi konsep yang dibuat dalam perjalanan menuju kantor client, tujuannya, untuk mengembangkan pola penceritaan konsep, sehingga lebih asyik untuk diceritakan.
Kan nggak asyik dan nggak akan dipercaya juga oleh client, ketika kita sudah memiliki aura positif, sudah semangat dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, ternyata, pada saat presentasi, apa yang kita presentasikan merupakan "Story Telling" yang membaca seluruh materi presentasi, jadinya kita seperti seorang pembaca cerita yang mengkisahkan cerita, dimana cerita itu sebenarnya juga bisa dibaca langsung oleh clientnya. Dalam hati client sih "tau gini sih, mendingan nih orang nggak usah presentasi, gua aja deh yang baca sendiri.." ha..ha..ha...
Jadi sekilas aja nih, presentasi dari konsep event yang baik menurut saya harus diawali dengan :
1. Aura positif dengan rasa percaya diri yang tinggi
2. Penguasaan pada materi presentasi
3. Gimana caranya mengarahkan pola pikir client untuk ikut dalam alur cerita yang kita buat...
4. Urutan presentasi yang runtut, penceritaan yang terarah dan terstruktur.

Selebihnya gimana presentasi yang baik, let's your do your own presentation and learn how to create the good one.
Okay! next time saya bagi lagi cerita saya tentang hal - hal lain tentang presentasi dan event, tentunya...

Selasa, November 10, 2009

Pengulangan ide yang diperbarui

Lama nggak nulis di blog sendiri, banyak kesibukan untuk mewujudkan ide dari konsep untuk client, atau bahkan memberikan ide untuk kepentingan client, belakangan ini lagi jadi prioritas utamanya.
Ngomong - ngomong soal ide sebagai bagian dari creative concept yang harus terus dieksplor, saya jadi ingat dengan seorang teman, yang kini jadi enterpreneur dalam bidang creative. Ia pernah bilang dan masih saya simpan quot dia di sms. Waktu itu, dengan sombongnya, saya bilang, bahwa semua konsep yang saya buat merupakan proses pengembangan dari awal, dan saya lanjut lagi dengan bilang bahwa copy paste buat saya adalah haram hukumnya. Tau nggak apa yang dia sms, " someday, you'll be recyle and re-develop your concept, to another project and give it to another clients "

Dan sms itu seakan menjadi pembenaran saya untuk melakukan pengulangan pada sebuah konsep yang telah diaplikasikan sebelumnya. Ha..ha..ha.. " ini masalah deadline " saya bilang dalam hati, berusaha membenarkan lagi.

Well, inilah tuntutan industri, client or what ever-lah, bahwa mau nggak mau dengan load brief client yang mencapai puncaknya di awal bulan November ini, akhirnya, saya mencoba kembali mengurai satu demi satu konsep yang pernah di proposed untuk project - project lama.

Mengulang konsep, sedikit touch-up sana - sini, dan akhirnya jualan! Satu dua kali menurut saya masih oke, tapi lama kelamaan jadi nggak oke. Koq, rasanya seperti seorang receptionist yang mengerjakan pekerjaan yang sama terus menerus dengan jawaban yang sama pula!

Tidakkah mendadak, kita merasa jadi "bodoh" dengan kreativitas kita yang terus menerus diulang :)

Sharing cerita,
didedikasikan khusus untuk seorang teman,
semoga eksplorasi ide untuk konsepnya,
nggak sebatas area hard-disk komputermu saja :)

Ciayooo...

Rabu, September 30, 2009

Lomba Wirausaha Femina


Mendukung kemandirian serta ikut berpartisipasi dalam membangun komunitas wanita enterprenuer, majalah femina mengadakan lomba wirausaha. Tapi, sorry, lomba ini cuma untuk pelaku wirausaha wanita. Berikut informasinya :
Salam Sejahtera buat semuanya,

Ada info menarik dari *Majalah Femina* buat teman-teman yang berniat mengikuti *Lomba Wanita Wirausaha*, yaitu lomba yang penilaiannya didasarkan pada kreativitas atau orisinalitas produk, kreativitas pemasaran, kapasitas produksi, potensi dan pengembangan usaha, serta kepedulian sosial dan lingkungan. Untuk Info lebih lanjut bisa dibaca pada attachment.

Dan untuk detail Informasi.

Hubungi : *Bapak Teguh dan Ibu Hera di 021-5209370, 5266666 ext 4179 atau 4176*

Jangan lupa kunjungi *http://wanitawirausaha.femina.co.id*

Terima Kasih.


Minggu, September 27, 2009

Buku seri EO yang lainnya...

Saat ini, saya sedang mempersiapkan dua buah judul buku seri pengorganisasian acara atau organizing event. Mudah - mudahan bisa selesai dalam waktu cepat, meskipun cepat atau lambatnya, kadang tergantung juga dari pihak ketiga dalam hal ini adalah penerbit.
Bagi anda yang telah membaca buku EO, 7 Langkah Jitu Membangun Bisnis Event Organizer, mungkin untuk mereka yang telah berkecimpung dalam EO, buku itu sangatlah basic, karena terus terang, ada beberapa komentar yang saya terima, bahwa buku tersebut merupakan informasi umum bagi mereka yang baru akan terjun ke bisnis EO. Beberapa komentar lagi, khususnya, dikirimkan mereka yang baru saja atau akan memulai bisnis EO, menyatakan bahwa buku ini sangat membantu.
Dari milis EO, bahkan, ada juga yang mempertanyakan, apa nilai lebih buku EO ini dibandingkan dengan buku EO lainnya yang kini sudah mulai variatif dengan pembahasan yang makin kompleks. Secara sederhana, untuk yang satu ini, jawabannya adalah ; buku ini adalah buku dasar bagi mereka yang akan menjalankan bisnis EO dengan pendekatan langkah - langkah yang konstruktif. Jadi, sangat berurutan step by step untuk mempermudah mereka yang akan terjun ke bisnis EO.
Nah, bagi rekan - rekan yang sudah membaca buku EO, 7 langkah jitu membangun bisnis Event Organizer, silahkan kirimkan komentar, kritik dan juga saran, agar seri EO berikutnya yang sedang saya buat dapat lebih memperkaya wawasan para EO'ers.

Kamis, September 24, 2009

Selamat Idul Fitri 1430H


Yudhi Megananda, Yuli Kusumawati dan Kayla Putri Megananda mengucapkan "Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin" semoga semua amal ibadah di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT sehingga Idul Fitri sebagai perayaan kemenangan atas semua ibadah yang telah kita jalankan benar - benar terasa maknanya. Oh iya, disamping ini mewakili ucapan selamat idul fitri dari kami sekeluarga, adalah photo Kayla, putri pertama kami yang november 2009 ini genap berusia dua tahun.

Rabu, Juli 08, 2009

Seribu Perempuan & Balita belajar internet!

Apa yang dilakukan Indosat Mega Media / Indosat M2, mungkin tidak terpikirkan oleh internet provider lain. Maklum saja, ibu - ibu dan balita, sudah pasti bukan top priority dari target market mereka. Cukup inovatif, cuma sayang, tidak didukung dengan publikasi yang baik, padahal, masuk dalam rekor MURI dan penilaian saya event ini juga sangat edukatif. Simak beritanya dibawah ini ;

MURI Berikan Penghargaan Kepada IM2; Seribu Perempuan dan Balita Belajar Internet Bersama Pecahkan Rekor MURI

PT Indosat Mega Media (IM2) mendapat piagam penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI) atas partisipasinya dalam kegiatan SuperNets (seribu perempuan belajar internet bersama) dan Serba Ceria (seribu anak pinter berinternet) yang digelar guna memperingati Hari Ulang Tahun Kota Surabayar ke 176. Pada kegiatan tersebut IM2 dipercaya untuk menyediakan akses internet WiFi sebesar 4 Mbps. Acara diselenggarakan pada tanggal 10 Mei 2009 di Plasa Tunjungan, Surabaya, dan dihadiri oleh Walikota Surabaya Bpk. Bambang Dwi Hartono dan Ibu Dyah Katarina selaku ketua tim penggerak PKK kota Surabaya.

Serah terima penghargaan dilakukan oleh Paulus Pangka selaku General Manager MURI kepada IM2 yang diwakili oleh Edi Sutanto – General Manager East Regional Division IM2]. ”Acara ini sangat baik untuk dilakukan untuk memperkenalkan internet sejak dini kepada anak-anak dan kaum ibu sehingga mereka bisa mengambil manfaat positif dari internet bagi kehidupan mereka,” ujar pria yang akrab dipanggil Pak Eso ini.

IM2 mendapat dua penghargaan MURI dengan kategori Belajar Komputer dengan Peserta Anak-Anak Terbanyak (Serba Ceria 2009) dan Belajar internet dengan peserta terbanyak perempuan yakni 930 orang wanita (Supernets 2009). Sekitar 1000 anak-anak dari PAUD (Playgroup & TK se kodya Surabaya) menggunakan 500 unit Notebook meramaikan Serba Ceria, dan sebanyak 930 ibu yang tergabung di PKK, Dharma Wanita, Pengasuh PAUD se kodya Surabaya) juga hadir berpartisipasi dalam acara Supernets tersebut.

Kaum ibu dan anak-anak terlihat antusias mengikuti acara. Banyak dari mereka yang bahkan baru pertama kali mengakses informasi melalui internet. Selain memperkenalkan internet kepada anak-anak, acara ini juga memberikan edukasi mewarnai guna melatih motorik serta melatih kemampuan visualisasi warna kepada anak-anak. “Internet memberi kita kesempatan mencari semua informasi yang dibutuhkan,” ujar Ibu Dyah Katarina di sela-sela acara.

Selasa, Juli 07, 2009

Dari PRJ : XL dengan limited offer + limited time


Kunjungan saya ke PRJ Jumat yang lalu membuat saya akhirnya ngeh, kenapa headline di Poskota yang sempet saya baca sekilas bahwa, PRJ bukan lagi milik rakyat! Untuk parkir sepeda motor masuk pertama bayar Rp. 5000,- dan tambahan per jam Rp. 2000,- Untuk Mobil 2x lipatnya, dan tiket masuk untuk weekday Rp. 15.000,- dan weekend Rp. 20.000,- Saya melihat sekian ribu orang berduyun - duyun datang, termasuk rombongan anak sekolah liburan dari beberapa kota luar Jakarta yang menggunakan bis pariwisata. Berapa banyak pemasukan JI-Expo dari tiket dan parkir saja? Huh, sulit membayangkannya dengan crowded yang luar biasa itu!

Tapi oke-lah, nggak perlu dikomentari lagi tentang hal itu, toh, meski dengan tiket dan parkir segitu, PRJ toh masih ramai dikunjungi dan bukan mayoritas kelas ekonomi C, kelas B dan B+ plus terlihat ada disana. Saya bersama kompanion saya, langsung masuk dan ikut serta dalam keramaian itu.
Setiap tiket masuk PRJ kita akan mendapatkan 2 tiket, satu berupa magnetic card seperti tiket busway dan satu lagi kertas ukuran A5, yang berisi beragam potongan harga dari vendor yang bekerjasama. Potongan harganya pun bukan lagi menggunakan bahasa sederhana seperti "Diskon 25%" atau Potongan Harga, zaman sudah berubah dan cara PRJ memberikan potongan harga pun dengan menggunakan bahasa yang lebih menarik, seperti ini, "Gratis 3 minuman dengan hanya membayar Rp. 10.000,-" ha..ha..ha..

Dari semua counter / stand / booth di PRJ, yang paling menarik perhatian saya adalah XL. Provider dengan icon Luna Maya itu, berhasil membuat antrian panjang yang luar biasa menutup pintu masuk area indoor. Saya sampai penasaran, menghampiri dan mengikuti sedikit program mereka.
XL membuat strategi limited offer in limited time, ehm, sebuah taktik yang sempet saya dengarkan dari TDW tempo hari. Kalau TDW jual mobil, dia akan buat jadwal dari jam 10 - 11 saja, sekian banyak orang yang sudah pasti berminat untuk membeli mobil tsb akan datang dan akan hadir dengan penawaran terbaik karena waktu yang terbatas.

Begitu pun XL, bundling package dengan product Nexian yang bisa update facebook dan berbentuk nyaris menyerupai Blackberry, yang dijual seharga Rp. 900ribuan saja, dijual hanya 40 unit pada sesi tertentu dan sudah pasti sesi tersebut memiliki waktu yang terbatas.
Apa yang terjadi? Bisa dipastikan antrian panjang orang yang berharap memiliki BB KW 2 ini akan terjadi dan secara tidak langsung akan mengundang orang lain untuk ikut datang walau sebatas penasaran! Well, strategi "jitu" yang dipakai ini sukses meluluhlantakkan provider lain yang berada pada area yang sama, termasuk Axis yang gencar berpromosi dan memiliki area yang lebih luas dari XL. Telkomsel yang biasanya membuat keramaian, berjalan smooth, tidak ada yang istimewa pada saat kunjungan saya tsb. Hanya Indosat yang hadir dengan penawaran istimewa dengan bundling package-nya bersama Blackberry yang saya lihat cukup ramai.

Secara rasional, apa yang dilakukan XL sudah pasti akan menghasilkan antrian panjang, mengingat produk bundling dengan Nexian adalah salah satu hot item yang paling diminati oleh mereka yang ingin punya Blackberry namun dengan kemampuan finansial yang terbatas, dan PRJ adalah tempat dimana komunitas kelas menengah selalu hadir untuk mencari dan memanfaatkan program promosi, yang tentunya menguntungkan buat mereka.

Sabtu, Juni 27, 2009

Inovasi baru dari group musik Letto


Letto, band asal Yogyakarta ini memang luar biasa, disamping mahir memainkan emosi dengan lirik lagunya yang menyentuh dan makna yang dalam, kepedulian sosial mereka sungguh luar biasa. Keserdehanaan mereka pun sejak pertama kali rilis album dulu sampai saat ini, tidak banyak yang berubah, mereka tetap membumi!
Saya ingat, jauh sebelum mereka sepopuler saat ini, saya pernah membawa mereka untuk manggung di acara Star Mild Chill out di Metropolis Town Square, Tangerang. Band ini dengan kesederhanaan penampilannya merelakan diri umpel-umpelan ( bahasa apa sih ini mas...) di sebuah mini bis, sejenis L300 untuk datang ke Tangerang dari Yogya.
Email dibawah ini yang saya terima dari Musica Studio, adalah salah satu bukti, bahwa Letto bukan cuma group musik, inilah salah satu bentuk inovasi terbaru Letto dalam mewujudkan kepedulian sosial mereka, kalau di corporate, mungkin ini merupakan program CRM. Silahkan disimak dan kasih komentar.
==================


Turnamen Sepak Bola antar SD Piala LETTO

Posted by: "MUSICA STUDIO'S" danxnyhcx@yahoo.com danxnyhcx

Thu Jun 25, 2009 1:07 am (PDT)

Turnamen Sepak Bola antar SD Piala LETTO Bukan ajang mencari juara dan bukan juga ajang mencari fans. Turnamen sepak bola ini digelar LETTO sebagai salah satu cara untuk turut menghidupkan aktivitas sosial masyarakat. Peserta turnamen terdiri dari 16 Kesebelasan yang berasal dari 16 Sekolah Dasar (delapan desa) di wilayah Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Wilayah ini merupakan desa pegunungan di sebelah barat Dieng, yakni Desa Lawen, Pingit Lor, Pasegeran, Sinduaji, Pandanarum, Beji, Pringamba dan Sirongge. T
urnamen Sepak Bola antar SD Piala LETTO akan kick off 13 Juli 2009 dan final berakhir pada 1 Agustus. Rencananya para personil LETTO akan menghadiri partai final untuk penyerahaan piala.
Dalam akun facebook LETTO & PLETTONIC dikatakan bahwa kegiatan yang dinamakan "Turnamen Sepakbola antar SD Piala Letto" ini mencoba mengapresiasi konsep pendidikan. Dikatakan juga keberhasilan acara ini tidak di ukur dari terlaksana atau tidaknya kegiatan ini melainkan dari sejauh mana semua elemen mampu bersinergi meningkatkan kualitas manusia dan melahirkan konsep sportivitas, solidaritas, interaksi, dan kepercayaan diri.
Dari konsep itulah turnamen ini memiliki slogan "sportivitas adalah nyawa dari keadilan”.
Ayo dukung acara ini demi semangat anak-anak di Pegunungan Pandanarum.. Dan semoga acara ini akan terus berlangsung dan menyebar ke kecamatan-kecamatan lainnya di Indonesia.
baca info lengkapnya di akun facebook "LETTO & PLETONIC" dan "Piala LETTO"
Dhany Rudiana

web admin PT.MUSICA STUDIO'S
Jl.Pancoran Timur Raya No. 3
Pancoran - Pasar Minggu

Jakarta Selatan Indonesia 12780
website : www.musica-studios.co.id

www.myspace. com/musicastudios

Telp : 021 7974985 Ext. 211

Mobile phone : 0856 8508 291

E-mail : dhany@musica- studios.co.id
dhany.rudiana@ yahoo.co. id

Minggu, Juni 21, 2009

Tema ok, inspiratif, touching, motivatif dan...


It's very touching! Seorang cucu kabur dari rumah kakeknya, karena merasa bersalah telah merusak jam tangan milik Kakeknya. Ia lalu mengamen di kereta api untuk mencari uang, agar dapat membelikan jam tangan baru untuk kakeknya. Luar biasa! Itu cuplikan dari tayangan program Termehek - mehek, milik station TV yang kerap membuat program edukatif dan inovatif, Trans TV.

Sangat menyentuh! Itu juga merupakan salah satu hal yang bisa menjadi nilai lebih dari tema event yang kita buat. Sisi emosional yang tersentuh, biasanya menghasilkan reaksi dan ingatan yang tidak terlupakan pada sebuah event, bahkan bukan hanya teringat event-nya, tapi juga pesan yang ingin disampaikan dapat masuk ke dalam hati.

Pada ajang awarding yang kini banyak digarap oleh perusahaan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan dealer atau employee meraih prestasi tertentu, sebuah tema yang menyentuh, inspiratif dan motivatif tentu memegang peranan penting untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan event tersebut.

Tapi, bukan cuma ajang awarding saja yang memerlukan tematik yang menyentuh, pada perhelatan yang digelar untuk kepentingan promosi bahkan juga selling, pemilihan tema yang menusuk ke dalam emosi costumer, cenderung akan meraih sukses ketimbang tematik yang umum. Dari pengalaman pribadi saya membuat tema event untuk kepentingan promo dan selling, tematik yang menyentuh tadi bisa dibuat dengan eksplorasi yang dalam pada pengetahuan produk / product knowledge. Tema tersebut, biasanya, karena menyentuh sisi emosional, akhirnya melahirkan pemikiran bahwa produk yang sedang dipromosikan adalah sebuah kebutuhan, atau singkatnya, tematik akhirnya melahirkan kebutuhan baru bagi costumer yang menjadi keharusan untuk dibeli.

Contohnya, ehm, let's say, sebuah produk perawatan kebersihan bayi, kita sebut saja, brand A, dengan produk mulai dari baby soap, baby powder, dll. Dari ekslorasi produk knowledge dengan melihat seluruh katalog produknya, misalnya kita temukan keyword "merawat dengan sepenuh hati", kira - kira apa ya tema yang menarik, menyentuh sisi emosional dan bisa juga melahirkan kebutuhan baru? atau bisa juga membuat calon pembeli switching dari brand lain ke brand A....

Anda tidak perlu mengikuti cara saya, tapi mungkin bisa membantu juga, selain braindstorming, saya biasanya juga menuliskan beberapa alternatif tema dalam sebuah sheet excell, saya lalu membuat beberapa tema, hingga akhirnya diperkecil dan dipilih satu tema yang paling pas. Coba dipikir - pikir dulu ya teman - teman....

Kamis, Juni 18, 2009

Memanfaatkan moment untuk inspirasi ide kreatif

Ide kreatif khususnya untuk menciptakan konsep bisa memanfaatkan apa saja sebagai trigger, salah satunya adalah moment. Yang lagi hot di tanah air saat ini adalah moment Pesta Demokrasi, Pemilihan Presiden Langsung. Hal ini dibuktikan dengan beberapa TVC produk yang menjadikan moment ini sebagai umbrella, contohnya, kalau sempat lewat Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta, ada sebuah billboard yang terpampang tidak jauh dari hanggar pancoran dari arah pancoran menuju Kuningan, Isuzu Panther menampilkan desain dengan warna dasar merah putih, dengan main content sebuah kalimat pemersatu konsumen, yang intinya "Siapapun Presiden-nya, Mobil kita tetap Panther."

Kalau mau lihat lebih jauh lagi, TVC terbaru dari pelumas Evalube, menampilkan cerita Budi Anduk dan Ari Untung, dimana Budi Anduk sebagai presiden dan Ari Tulang sebagai wakil presiden, walaupun endingnya, terjadi perebutan kekuasaan :) Masih banyak lagi kreatif dengan pemanfaatan pada momentum pemilihan presiden.

Yang cukup inspiratif dan tidak terlupakan, barangkali juga sangat berkesan bagi partisipannya, adalah sebuah event internal yang digagas dan digarap oleh EKI Dance Company, memang waktu itu, adalah event dari komunitas umat Budha, dimana EKI Dance Company adalah salah satu divisi dari komunitas tersebut ( kalau saya salah, tolong diralat ya mas dan mbak yang ada di EKI...) Eventnya saya ikuti dalam kapasitas saya, kala itu, sebagai pengamat dan pewarta, karena, saya masih berprofesi sebagai jurnalis musik di komunitasmusik. Ide-nya mengambil dari pesta demokrasi, dimana sekelompok anak dikumpulkan untuk mengikuti simulasi pemilihan umum, menurut versi mereka sendiri, tapi secara garis besar, struktur-nya mirip proses pemilu.
Mulai dari proses pembentukan partai, kampanye, proses pemilihan hingga penghitungan suara.

Apa yang ada dalam benak anak - anak tersebut? Entahlah, tapi yang jelas, ketika kejujuran mereka dipersatukan dalam sebuah partai - partaian itu, akan terlihat banyak pribadi yang menonjol dengan beragam kelebihannya dan yang terpenting adalah belajar untuk mengungkapkan pendapat sekaligus menerima perbedaan pendapat dengan lapang dada.

Banyak partai dengan nama - nama lucu, sayangnya, saya hanya ingat satu nama, yaitu Pikacu (PartaI KIta CemUa). Proses pemilihan nama ini pun melalui perdebatan yang seru dan panjang. Proses selanjutnya, anak - anak itu diminta untuk membuat atribut kampanye hingga menyampaikan visi dan misi dari tiap partainya.

Sebuah acara yang sangat inspiratif! dan ini merupakan salah satu ide kreatif dengan pemanfaatan moment tadi. Nah, saya sengaja menulis ini, setidaknya untuk sedikit sharing kepada teman - teman yang bergerak dalam industri kreatif, bahwa ide kreatif itu bisa datang dari mana saja, tingkat kejelian kita dalam memandang dengan kacamata yang berbeda yang akan membuat inspirasi jadi bisa dieksplor lebih. Nah, coba kita pikir sejenak, kira - kira, moment apa lagi yang bisa kita manfaatkan untuk dijadikan inspirasi ?

Sabtu, Juni 13, 2009

Cerita Event ; Dana Pensiun Astra (bagian terakhir)

Inilah cerita terakhir, persiapan dan saat berlangsungnya event gathering Dana Pensiun Astra, setelah sekian lama saya "ngutang" ini waktunya saya bayar ya... thanks buat teman2 yang udah kasih komentar dan pertanyaan-pertanyaan seru lewat email...semoga bisa jadi lebih sukses! Simak cerita-nya dibawah ini...

Ga ada komando, tiba - tiba saja otak saya langsung berasosiasi dengan film Si Doel Anak Betawi dan langsung menghubungkan dengan persabahatan, bahwa persahabatan adalah hubungan tanpa pamrih untuk kebaikan sahabat dan sepertinya ini memiliki korelasi dengan beberapa acuan yang saya tulis. Mungkin bisa dibuat malam harinya tema acara bernuansa betawi dengan penonjolan pada tokoh si Doel, anak betawi asli multitalenta dengan segudang kepribadian yang asyik termasuk dalam hubungan sosialnya. Makin cepat, aliran ide datang setelah si Doel masuk, Kabayan, tokoh sunda yang doyan ngebanyol dengan nuansa kebudayaan jawa barat yang pas dengan lokasi acara di daerah Cisarua, tapi, muncul lagi ide gila, Police Academy, sekelompok orang yang bersama - sama bahu membahu menumpas kejahatan dengan beragam karakter, namun tetap dibungkus hubungan persahabatan yang erat. Wah, saya jadi bingung nih, masih ada lagi tuh kalau dilanjutin, ini sih kalau di permainan basket lagi "on fire" terus three point shoot!

Saya hentikan saja dan langsung masuk ruangan untuk membuat pengajuan konsep dan tema, Akhirnya saya mengajukan ketiganya dengan tema umum "Sejahtera Bersama Sahabat!" tema ini saya pikir sudah cukup mewakili semua unsur dalam acuan sebelum membuat tema yang sudah saya tulis. Tema ini mewakili proses dan tujuan akhir pengelolaan dana pensiun, kerjasama-nya dapat lewat hubungan persabatan, kesejahteraan sebagai tujuan akhir juga dapat, dan kebersamaan sebagai team work untuk mewujudkan kesejahteraan juga sudah pas. Saya tulis di slide dan implementasi kegiatan dari tema tersebut juga sudah saya tulis.

Implementasi kegiatan itu, merupakan terjemahan dari tema umum yang kita ajukan, tentunya dalam bentuk aktivitas apa yang akan dijalankan dan tentunya sesuai dengan tema. Games Simulasi bisnis dana pensiun merupakan salah satu implementasi tema, dimana mereka secara bersama akan mewujudkan kesejahteraan yang disimbolisasikan melalui pembangunan rumah, namun untuk membuat rumah tadi, kita buat cerita dan permainan sebelumnya yang menggambarkan proses bisnis Dana Pensiun dari awal dengan berbagai peran baik dari peserta, PIC HRD dan juga Dana Pensiun itu sendiri.

Sesi 1
Jadi permainannya kita sebut sebagai Pension House, dimana peserta harus mengumpulkan modal secara bersama dalam tiap kelompoknya melalui berbagai permainan yang menggambarkan masalah yang ada selama ini. Masalah yang ada itu diantaranya adalah keterlambatan dalam penyetoran dana dan laporan bulanan yang mengakibatkan investasi yang tidak optimal, nah, ini digambarkan dengan permainan dimana mereka harus melakukan soal - soal yang kita berikan, soal dalam bentuk cerita, dan harus diserahkan jawabannya sesuai dengan waktu yang telah kita tentukan, apabila tepat waktu dan jawabannya benar, mereka akan mendapat modal dengan nilai yang besar, namun bila terlambat, apalagi salah, ya modalnya harus dikurangin. Asosiasi dari masalah PIC HRD yang kadang terlambat melakukan laporan bulanan kepada DPA, diwakili pada sesi 1. Ditambah dengan bumbu - bumbu lain yang juga erat kaitannya dengan hubungan PIC HRD dan peserta, seperti PIC HRD kadang akan mendapat pertanyaan dari peserta tentang estimasi hasil pengelolaan dana pensiun mereka, nah, kalau mereka berpikir bahwa menjawab hal itu berarti tugas tambahan, maka pikiran itu salah besar! Yang benar adalah, dengan berhasil menjawab pertanyaan - pertanyaan dari peserta, maka akan tercipta nilai kredibilitas yang tinggi dari PIC HRD, yang membuat mereka dipercaya oleh rekan - rekan karyawan dan dipandang sebagai profesional! Siapa yang nggak mau?!

Nah, Sesi 2,
merupakan peran dari Dana Pensiun Astra itu sendiri, dimana, setelah dana berhasil dikumpulkan lengkap dengan laporan bulanan, maka tugas DPA adalah mengelola dana tersebut untuk diinvestasikan. Tapi ingat! Hasil investasi belum tentu baik, bisa juga merugi lho, makanya kita buat permainan di sesi 2 ini adalah waktu mereka untuk menginvestasikan modal yang telah mereka dapat pada beberapa booth permainan. Untuk ikut dalam permainan mereka harus menginvestasikan modalnya, misalnya 20$ tapi ada peluang untuk mendapatkan hasil investasi sampai 80$, kalau berhasil menyelesaikan dengan baik permainannya.

Dan, terakhir Sesi 3,
Peserta akan menghitung jumlah modal yang mereka dapatkan, untuk kemudian dibelanjakan dengan beberapa material guna pembangunan rumah. Material itu terdiri dari bambu, tali, kuas dan cat yang semuanya harus dibeli dari modal yang telah mereka dapatkan.

Dari sesi ke sesi, tiap peserta tampak antusias mengikuti-nya, yang seru adalah games yang mengharuskan mereka untuk menceritakan kembali ke teman2nya dari hasil menebak pantomim yang diperankan oleh mr. mime yang juga sahabat saya, muchsin. Agar dapat sampai pesan yang ingin diberikan kepada para peserta, tiap kali sebelum dan sesudah 1 permainan, saya bersama
dengan games maker menyampaikan maksud dan tujuannya dari permainan. Hal ini merupakan salah satu bagian penting dari mandatory client.

Di tengah suasana berkabut di kawasan Cisarua, akhirnya seluruh permainan berhasil diselesaikan dengan baik oleh peserta. Dan acara berlanjut dengan sebuah awarding night yang bertema Betawi, dimana seluruh peserta wajib tampil dengan dress code "anak betawi" Seru & Entertaining! Apalagi, saat salah seorang peserta berinteraksi bersama MC dalam sebuah gimmick, saat memperagakan silat betawi, karena terlalu semangat, celana batik yang dipakainya sampai robek di bagian tengah :) Dan karena tema Betawi juga, dibuat satu sesi khusus pemilihan abang-none yang diambil dari peserta dengan penampilan dan gaya bicara yang paling betawi.

Sebagai akhir dari rangkaian acara, keesokan harinya peserta melakukan fun walk dari hotel menuju ke Taman Safari, masih dalam kelompok yang sama dengan rangkaian games. Mereka harus melalui pos demi pos untuk menjawab beberapa pertanyaan diantaranya dimainkan oleh pantomim. Endingnya, ketika tiba di pintu masuk Taman Safari, mereka kembali beraksi untuk menampilkan "kesan dan pesan" dari seluruh rangkaian acara serta sebuah sesi photo dengan gaya yang paling lucu. Games di bagian fun walk ini juga, masih terkait erat dengan peran para HRD untuk dapat menceritakan kembali seluruh hal tentang Dana Pensiun pada rekan - rekannya di kantor. Dan sesi photo serta kesan dan pesan yang diambil dengan menggunakan kamera video, sebagai masukan juga bagi Dana Pensiun Astra dan EO agar membuat acara yang lebih baik pada periode berikutnya. Uniknya, games ini sendiri sebenarnya baru saya siapkan secara detail pada malam harinya!

Dari kesan dan pesan peserta, tampaknya mereka cukup puas dengan apa yang disuguhkan, meskipun ada beberapa kekurangan - kekurangan sebagai masukan bagi kami. Nah, gitu ceritanya! Btw, baru kali ini saya menulis sebuah cerita persiapan event sampai eventnya selesai, jadi, buat teman2 yang baru belajar organizing event, mungkin ada beberapa hal yang bisa dijadikan pelajaran, atau mungkin bisa dijadikan inspirasi untuk menampilkan konsep2 yang berbeda untuk gathering client-nya. Oh iya, rangkaian permainan baik material dan man power serta games maker, saya dibantu oleh Kalapa Production, yang mengkhususkan pada games fun outbond yang tidak terlalu mengeksplor aktivitas fisik dan juga dibantu oleh aksi pantomim dari Mr. mime, muchsin. terimakasih juga untuk seluruh rekan-rekan yang membantu jalannya acara ini!

Sabtu, Mei 23, 2009

Siapa pun bisa jadi Juara ? Sederhana tapi...(biskuat campaign)

Minggu lalu, malam minggu, saya datang ke Carrefour, agak suprise juga malam minggu di salah satu pojok makanan anak, berkerumun puluhan orang tua bersama anaknya, karena diundang rasa penasaran saya menghampirinya. Ehhmm, sebuah gimmick yang menarik saya pikir, bahwa semua anak bisa jadi juara, meskipun simbolisasi juara dengan sebuah piala yang dipegang dan diabadikan dalam sebuah photo akan terlalu klise bagi kita orang dewasa, prestasi apa lu! jawabannya apa? Bingung iya!
Tapi untuk anak - anak dan tentu saja orang tua yang ingin terus membanggakan anaknya di depan orang banyak, berphoto dengan piala adalah sebuah kebanggaan yang luar biasa. Hal ini agaknya disadari oleh agency yang menggarap event activation ini, bahwa nggak peduli prestasi apapun, yang jelas semua bisa jadi juara!
Dan sejalan dengan tema campaign dan tagline dari biskuat, "Semua bisa jadi macan" dan "Semua bisa jadi juara" campaign ini rasanya cukup sukses jika diukur dari tingkat daya tarik audiens yang datang, dan walau nggak secara signifikan, tapi saya yakin juga akan berpengaruh dengan amount of sales khususnya dari hypermarket tempat dimana acara ini diadakan.
Konsepnya sederhana, tapi maknanya bagi orang tua luar biasa, nggak heran kalau para orang tua mau aja beli 10 bungkus Biskuat Bolu supaya anaknya bisa photo bareng piala kebanggaan.. :)

Part 4 : Proposal Event

Sudah h
Sudah hampir 1 minggu ini saya nggak bersentuhan sama sekali dengan internet, makanya blog ini tampil tanpa ada pembaruan. Tulisan dibawah ini merupakan kelanjutan dari persiapan event gathering Dana Pensiun Astra, salah satu group perusahaan di bawah naungan Astra Group yang tempo hari bikin gathering. Cerita saya Part 3 yl, tentang buat proposal event, nah, yang ini lebih mendalami untuk membuat tema dan mencari benang merahnya. Simak aja yuuu...

========

Antara susah gampang membuat konsep event dalam sebuah proposal yang menarik, kalau mood lagi enak, semuanya juga enak. Masalahnya, kalau pikiran lagi bercabang, sepertinya agak sulit dan harus dipaksa, dan seperti pada umumnya, apapun kalau dipaksa nggak enak ya?! Untungnya mood lagi enak, jadi buat konsep dalam powerpoint-pun bisa dilakukan dengan pikiran yang terbuka dan segar, ditambah kobaran ide yang masih terus membakar otak.
Saya bolak - balik catatan hasil meeting pertama, saat mereka memberikan brief, hmmm, saya diam sebentar, ........................................................................ ( namanya juga diam ya...xixixi...)
Ada satu benang merah sebagai kesimpulan dari diam sebentar tadi,
1. Client ingin tematik yang dapat meng-encourage para pic hrd dan dapat diimplementasikan dalam event.
2. Sebagai wujud implementasi dari tema, maka unsur penting yang perlu diperhatikan adalah permainan simulasi bisnis DPA.

Tema, penentuan tema dulu yang harus kita buat. Acuannya adalah hal - hal yang Memotivasi, memberikan kesadaran, hal - hal tentang kerjasama, semua tentang sikap dan sifat seorang profesional, melayani dengan tulus, ada korelasi-nya dengan budaya Indonesia sebagai bagian dari acara, tahun lalu acaranya bernuansa Bali lengkap dengan sajian seni dan budaya serta dress-code. Biasanya saya melakukan ini untuk mempermudah kita membuat tema, sebenarnya ini sederhana, sama sederhana-nya seperti yang ditulis dalam buku Quantum Learner yang baru saya baca, kalau mau pintar dan kreatif, jangan pernah hentikan rangsangan informasi yang akan masuk ke otak kita, dan kalau mau fokus konsentrasi dan belajar pintar, maka, Bobbi Deporter, sang penulis, menyarankan kita untuk membuat pecahan - pecahan atau cabang - cabang dari pemikiran kita agar mudah dibuat detail satu per satu.

Membuat pemisahan acuan untuk membuat tema tadi juga bermanfaat untuk menjadikan kita kaya akan pilihan tema pada konsep yang akan kita ajukan. Mungkin, karena terinspirasi dari tayangan NBA di Jak Tv yang baru saja saya lihat ditambah bumbu pengalaman saya yang sempet tergila - gila sama bola basket, saya tuliskan di notepad beberapa usulan tema, diantaranya adalah MVP, itu lho Most Valuable Player kalau di NBA, dan saya ganti menjadi Most Valuable Person, maknanya simple tapi dalam, inilah acara yang dikhususkan untuk mereka yang paling bernilai, karena berkat merekalah rekan - rekan peserta Dana Pensiun dapat menikmati hasil yang diharapkan, Tapi, saya lupa! Bahwa mereka maunya tema berbahasa Indonesia dan dari informasi tambahan yang didapat, President Director-nya yang juga seorang penulis buku dan motivator, sudah kepincut dengan slogan Partai Demokrat, "Bersama kita bisa, lanjutkan!" ya..model - model begitu yang dia pingin.. hmmm, agak - agak kembali ke masa orde baru dengan slogan penyemangat yang terkesan agak bombastis. Saya berhenti dulu, minum kopi sambil keluar mencari udara segar.
====== ok, saya akan sambung pada postingan berikutnya... ====

Minggu, Mei 10, 2009

Rutinitas, bisa membunuh !

Hari Minggu ini, gatel rasanya tangan pengen nulis sesuatu disini. Teman, sadar nggak kalau kiota, khususnya yang sudah terjebak dalam rutinitas harian, lambat laun jadi "bego", jadi nggak tahu banyak hal diluar sana, jadi nggak tau ada tempat baru apa disana, jadi nggak tahu ada agenda kegiatan apa yang menarik, jadi nggak tahu juga film apa yang lagi diputer di 21 atau kl sekarang ya di blitz megaplex, kreativitas kita makin menurun dan bisa jadi mati karena rutinitas itu! Apalagi yang udah jadi manager atau presdir, sibuknya semua soal kerjaan dan nggak ada lagi waktu untuk nambah ilmu. Ibarat pisau, kalau kata Steven Covey, kalau dipakai terus menerus memotong, ya ada waktunya udah nggak tajam lagi, makanya di bukunya dia menyarankan kita untuk mengorbankan waktu khusus untuk program asah pisau.
Sederhana sebenarnya, tapi itu semua tergantung dari niat dan tekad kita untuk terus mengembangkan kreativitas dan nggak menjadi manusia "robot" yang bekerja hanya berdasarkan instruksi atasan, tanpa passion, tanpa gairah yang aaarrrgh...
Jadi, berhati - hatilah dengan rutinitas!

Sabtu, Mei 09, 2009

Part 3 dari cerita persiapan event

Dari brief yang telah cukup jelas itu, sebenarnya sudah terbayang saya mau bikin apa, khususnya dalam rangkaian permainan simulasi bisnis-nya. Cuma, karena pengetahuan kita tentang Dana Pensiun terbatas pada pengetahuan tentang pensiun ala PNS, dan takut salah juga sih bos! akhirnya kita break dulu sebentar untuk nggak mikirin.. nah lho?! KOq begitu?! Ya..ya..ya, biarin pikirannya mengendap dulu sebentar dan masuk dalam alam bawah sadar kita...wah koq kesannya malah jadi mistis ya?

he..he..he... Iya ini merupakan hasil pengalaman saya, biasanya kalau kita pikirin terus memang ketemu tuh, tapi kadang otak kita juga udah overload dengan pikiran yang lain, makanya biar istirahat dulu aja. Kalau dulu sih, saya biasanya mengendapkan pikiran dengan duduk bengong di pinggir jalan, ngeliat kendaraan yang lewat atau juga jalan - jalan. Tapi untuk kali ini, saya cuekin aja dulu deh.

Sehari menjelang deadline untuk mempresentasikan, saya akhirnya dapat benang merahnya. Back to brief, pada dasarnya client ingin meng-encourage pic hrd untuk bekerja lebih optimal, akhirnya saya buat permainan yang benar - benar mensimulasikan proses bisnis tadi dengan menggunakan pendekatan sejahtera dan bersama. Awalnya saya buat dalam tema berbahasa sunda dengan pertimbangan acara ini di Bogor dan juga acara malam hari-nya akan bernuansa sunda, termasuk dengan dress code-nya. Kalau di bahasa Indonesia tema sunda tadi bermakna Kesejahteraan dengan bergotong royong. hmmm, nggak ear cacthing denger tema begitu kalau di bahasa Indonesia, tapi kalau di bahasa sunda, kesannya keren gitu... he..he..he.

Dan usai presentasi, secara general, permainannya kata cient sudah cukup ok, sayangnya secara tematik, mereka kurang suka. Dan pada posisi client dimana saya mempresentasikan hal ini, mereka bukan orang - orang yang dengan kewenangannya dapat memutuskan mengenai apa yang saya presentasikan. Akhirnya, saya pulang dan menunggu kabar selanjutnya dari mereka. Ternyata, apa yang saya presentasikan baru mewakili satu sisi pada proses bisnis mereka, yaitu pengelolaan dana, disana belum terwakili mengenai proses awal saat peserta menyetorkan dana, saat PIC HRD membuat laporan bulanan dan memberikannya ke DPA, Point-nya adalah : REVISI! Pengembangan yang lebih luas dari game tersebut, termasuk proses bisnis dari peran - peran yang ada di DPA, mulai dari peran peserta - PIC HRD sampai ke DPA itu sendiri dan hasil akhir dari sebuah proses pengelolaan dana pensiun.

What else? ga tau nih, awalnya saya merasa bingung untuk menterjemahkan kemauan mereka, tapi setelah saya pikir - pikir, ya ada benarnya juga sih, apa yang saya tampilkan masih terlalu prematur untuk bisa dibilang mewakili simulasi bisnis mereka. Saya coba kembangkan lagi pelan - pelan, Eits, saya lupa, teman2 juga belum tahu kan permainan seperti apa yang saya presentasikan? Hi..hi..hi, tulisan saya jadi sama saja dengan cerita proses ya? iya..proses bikin konsep, presentasi, terus tunggu kabar dari client, terus suruh revisi, tapi apa yang dipresentasiin ? mana belajar bikin konsep-nya ? Ha..ha..ha, saya lupa nih, tapi nggak apa - apa, untuk teman2 yang masih baru di dunia EO, biar tahu juga prosesnya ya...

Dan So..so sorry karena malam ini, saya harus menghadiri undangan pernikahan Sahabat Lama dan juga mantan anak band, dimana dulu, saya sempet jadi manager mereka, Drian, bassist-na Jun Fan Gung Foo, sabtu, 9 Mei 2009 melangsungkan pernikahannya, jadi saya jalan dulu bentar, ntar dari sana, saya lanjut lagi.. kali ini dengan belajar bikin konsep dari brief yang sudah dibahas sebelumnya yaks...okay ? <Yudhi Megananda signing off!>

Jumat, Mei 08, 2009

Cerita Di Balik Persiapan Event : Dana Pensiun Astra (Part 2)


Kembali lagi ke Dana Pensiun Astra dan brief-nya, Dana Pensiun Astra ini berencana untuk membuat sebuah gathering dengan beberapa tujuan yang diharapkannya. Sebagai informasi tambahan agar anda tahu tujuan yang diharapkan adalah proses bisnis dari DPA, secara sederhana proses bisnis-nya adalah : 1. Tiap bulannya pada tanggal yang telah ditentukan, karyawan yang menjadi anggota DPA (atau disebut Peserta) harus menyetorkan sejumlah uang kepada DPA kepada divisi HRD melalui PIC yang telah ditunjuk perusahaan. 2. PIC HRD akan menerima dana tersebut dan melengkapinya dengan laporan bulanan. 3. PIC HRD akan menyerahkannya kepada DPA. 4. DPA akan mengelola dana tersebut untuk diinvestasikan bekerja sama dengan Badan Investasi dan Bank Kustodian. 5. Hasil dari pengelolaan dana yang diinvestasikan dapat menghasilkan hasil yang baik dan juga ada kemungkinan meraih hasil yang tidak baik / tidak optimal. 6. DPA akan menginformasikan hasil dari pengelolaan dana tersebut kepada PIC HRD untuk kembali disampaikan pada Peserta. Nah, yang jadi kendala adalah : 1. Terkadang PIC HRD terlambat menyetorkan uang dan laporannya, bisa juga uang sudah masuk namun laporannya belum atau kebalikannya atau bahkan kedua - duanya. 2. Timbul pemikiran bahwa apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab PIC HRD adalah tugas tambahan, sehingga PIC HRD berpikiran bahwa ini bukanlah prioritas dalam tugas mereka. 3. Padahal dana dari peserta yang akan diinvestasikan oleh DPA harus secepatnya masuk agar secepatnya diinvestasikan, karena makin cepat diinvestasikan makin besar kemungkinan untuk mendapatkan hasil yang optimal. 4. Hal ini akhirnya merugikan siapa? bukan DPA tentunya, melainkan Peserta itu sendiri dan juga PIC HRD, peserta akan mendapatkan hasil yang tidak optimal dan PIC HRD akan dianggap sebagai profesional HRD yang tidak kredibel, hasil terburuk dari semua keterlambatan itu akan berdampak pada ketidakpercayaan peserta pada DPA sebagai pengelola dana pensiun mereka. Hmmm, oke, dari client brief itu, setidaknya sudah tergambar tentang gathering ini, mulai dari tujuannya hingga ke pesertanya. Jadi, peserta yang diundang adalah PIC HRD yang menjadi ujung tombak pada proses bisnis DPA. Tujuan diadakan gathering ini merupakan harapan dari DPA untuk membalikkan kendala yang sudah diceritakan tadi, diantaranya adalah (1) Memberikan dan meningkatkan kesadaran kepada PIC HRD bahwa mereka adalah profesional yang memiliki peran amat mulia dalam kesuksesan pengelolaan dana pensiun. 2. Disamping itu, mengubah mind-set para PIC HRD bahwa tugas administratif yang mereka lakukan bukan merupakan tugas tambahan, melainkan merupakan sarana untuk meningka tkan kredibilitas mereka sebagai profesional HRD yang akhirnya akan meningkatkan value added mereka sebagai profesional HRD dan meningkatkan kepercayaan karyawan pada HRD secara umum. 3. Membuat sebuah program yang mampu membuat PIC HRD terlatih untuk menceritakan ulang secara tepat kepada peserta, karena seluruh hasil, program dan regulasi dari DPA akan disosialisasikan oleh mereka kepada peserta. Dari client brief ini, tambahan terpenting dari client adalah "Buatkan sebuah program permainan yang merupakan simulasi bisnis di Dana Pensiun Astra yang dapat membantu mewujudkan tujuan - tujuan yang diharapkan melalui acara ini." Plus, client juga sudah menentukan tempat dan tanggal pelaksanaan acara, yaitu di Hotel Seruni, Cisarua, Bogor, dan beberapa program sosialisasi serta pendukung lainnya. Client brief sudah cukup jelas kan, dari situ kita akan berangkat untuk membuat creative concept yang mampu mewujudkan tujuan tujuan tadi plus harus ada juga nih kelebihan yang kita ingin tonjolkan. Nah, kalau sudah sejelas itu, biasanya saya berikan waktu khusus untuk berimajinasi sendiri, guna membuat creative concept, setelah dapat benang merah dari kegiatan yang akan dibuat tadi, baru saya mendiskusikannya dengan team untuk mendapatkan ide, saran dan masukan lain. Proses 1 dalam cerita dibalik event, yaitu client brief sudah selesai, kita akan lanjutkan dengan belajar untuk membuat creative concept berdasarkan brief tersebut. Untuk mempermudah anda belajar, saya akan pisahkan tulisan ini berdasarkan bagian - bagiannya sesuai urutan, dari client brief - creative concept - presentasi - pelaksanaan - evaluasi. Nantikan kelanjutannya dalam postingan berikutnya.

Rabu, Mei 06, 2009

Cerita Di Balik Persiapan Event : Dana Pensiun Astra (Part 1)

Cerita saya mengenai persiapan event talkshow mendapat tanggapan dari beberapa orang, tapi kebanyakan meminta saya untuk melanjutkan cerita mengenai persiapan event yang lain, nggak cuma event yang baru saja dijalankan, mungkin event yang paling sulit mas? atau ada juga yang bilang event yang paling berkesan. Terimakasih untuk 22 orang yang mengirimkan email komentarnya. ok..ok, akan saya lanjutkan cerita mengenai teknis persiapan event lainnya dalam waktu dekat ini, termasuk update photo untuk portfolio.

Nah, kali ini saya akan bercerita mengenai pengorganisasian acara / organizing event yang baru saja berlangsung, tepatnya pada tanggal 30 April s/d 1 Mei 2009 yang lalu. Agar rekan - rekan EO dan anda yang ingin belajar EO, apalagi yang sudah membaca buku "EO, 7 L angkah Jitu Membangun Bisnis Event Organizer" saya akan mulai dari keterangan tentang client, client's brief, proses pembuatan konsep dan presentasi hingga ke jalannya acara termasuk urusan teknis dan pembagian tugas-nya. Kenapa saya tuliskan dalam format yang panjang dan detail seperti itu? Tujuannya tidak lain adalah agar teman - teman dapat belajar secara keseluruhan proses organizing event secara utuh. Jadi, dapat diaplikasikan oleh teman - teman apabila mendapatkan project dari client untuk organizing event.


Tentang Client & Clients Brief
Client-nya kali ini adalah Dana Pensiun Astra (DPA), merupakan anak perusahaan group usaha Astra, dengan line business adalah pengelolaan dana pensiun bagi seluruh karyawan astra yang sudah masuk persyara tan untuk ikut dalam dana pensiun. Sebelum membuat konsep, bahkan sebelum presentasi, biasakan untuk mengenal terlebih dahulu client dan bisnisnya secara umum! Hal ini penting, mengingat client atau dalam hal ini adalah calon client adalah mitra yang akan bekerja sama maka kita harus tahu dan kenal terlebih dahulu, setidaknya, nanti pada saat kita bertemu untuk pertama kali-nya, otak kita tidak kosong sama sekali tentang pengetahuan akan client. Disamping, dengan mengetahuinya, maka pada saat bertemu nanti, akan banyak hal - hal yang menyangkut client yang bisa dijadikan bahan obrolan. Tambahan lagi nih, biasakan pada saat berkunjung ke kantor calon client kita perhatikan secara seksama ruangan kantor atau setidaknya lobby-nya? Untuk apa? Biasanya perusahaan besar memajang banyak hal tentang bisnis mereka di bagian terdepan kantor, kadang visi dan misi perusahaan, informasi / promosi bisnis mereka, bahkan hingga ke attitude yang menjadi budaya mereka. Dulu, kala saya berkunj ung ke Makarizo, kala itu, masih berstatus sebagai calon client, saya perhatikan dengan seksama beberapa frame yang terpasang di dinding kantor mereka, hingga di ujung tangga tiap lantai, mereka menuliskan nilai - nilai perusahaan, diantaranya adalah bersikap optimis dan suka humor, sehingga pada sesi presentasi, saya lontarkan kalimat - kalimat bernada optimis dan sesekali diselingi dengan joke, sesuai dengan hal yang baru saya baca di bawah. Tapi, manusia kan tidak sempurna ya? Kalau kata Pak Kumis, pedagang rokok di Taman Makan Pahlawan Kalibata, yang berjualan hanya pada malam hari saja, tempat dimana kadang saya suka nongkrong bersama rekan - rekan EO lainnya, "Manusia itu tempat salah, dosa dan lupa," sayangnya, saya juga pernah melupakan hal ini. Calon client pernah menanyakan apakah saya pernah mengetahui produk mereka sebelumnya dan siapa saja kompetitor client? DAMN! karena terburu - buru saya nggak sempat mengenal calon client yang ini, hasilnya? Mengecewakan tentunya! Tak ke nal maka tak sayang maka tak dapat-lah kita project-nya. Ini penting! Sepenting kita mengetahui karakter wanita yang kita sukai, gimana caranya supaya dapat dia, calon belahan hati kita, so pasti kita harus kenal dulu dengan dia.
Bener nggak ? Nah, saya akan lanjutkan cerita ini, pada postingan saya berikutnya.

Sabtu, Mei 02, 2009

Cerita dibalik event Durex (part 2)

Melanjutkan postingan tempo hari tentang persiapan event talkshow, sampai mana ya? oh iya, sampai loading dengan waktu yang terbatas ya? Loading dengan waktu yang terbatas memang selalu membuat detak jantung berdetak lebih cepat dari biasanya, bayangan bahwa pekerjaannya nggak bisa kelar tepat waktu dan nggak maksimal selalu ada. Tapi, disitulah kita sebagai EO dituntut untuk tenang, kerja cepat dan terstruktur, bukan kerja cepat, grasa - grusu dan nggak jelas. Semuanya akhirnya sesuai dengan harapan, jam 17.00 sepertinya semua sudah sesuai jadwal. Level stage, dekor dan backdrop sudah terpasang rapi, diujung sana Piano yang akan dibawakan pianis senior Otti Jamalus baru saja selesai dilakukan stem. Multimedia juga sudah datang sejak 15.30 dan mulai memasang perlengkapannya, tapi... ternyata screen yang dibawa ukuran 2x3 terlihat terlalu besar dan tidak sesuai dengan venue yang terlalu kecil, awalnya sudah diukur bahwa akan cukup, tapi dengan perubahan mendadak pada posisi level stage akhirnya screen agak menutup piano dan tentu saja pianis-nya nantinya. Akhirnya, setelah berulang kali dilakukan percobaan, diantaranya dengan merubah penempatan screen hingga membalik posisi screen menjadi vertikal, tampaknya tidak memberikan solusi yang terbaik, akhirnya saya ambil keputusan untuk mengganti screen menjadi ukuran yang lebih kecil, 70inch mungkin, saya koordinasikan dengan vendor untuk mencari penggantinya, akhirnya, Amir, sahabat dari vendor sound system yang sudah malang melintang dalam dunia produksi EO mendapatkannya, namun, baru bisa tiba di lokasi diperkirakan pukul 18.00, sementara acara akan mulai 19.00. Gimana? Hmmm, agak riskan juga sih, ya, akhirnya, saya mengiyakan untuk menunggu screen 70inch datang meskipun dengan tambahan budget tentunya. [ pelajaran 1 ; nambah budget sedikit untuk kepuasan client dengan resiko margin keuntungan berkurang, bagi saya jauh lebih baik, ketimbang dapat profit besar, tapi client kecewa, ini bisnis jangka panjang! ]

Satu-satunya masalah cuma itu, yang lain sudah ok. Yang sangat ok dari penilaian produksi, adalah persiapan vendor dari sound system, lighting dan dekor, yang sudah berupaya maksimal dengan memperbanyak man power untuk set-up dengan waktu yang terbatas. Uups...ternyata multimedia juga bermasalah, sepertinya vendor multimedia yang saya gunakan kali ini belum banyak pengalaman dalam mengatur set-up multicam dan multimedia, switcher (alat yang digunakan untuk memindah tampilan visual di screen dari kamera ke DVD atau ke laptop dan lain sebagainya ) bermasalah, masalahnya terletak pada saat transisi gambar pada 2 channel di mixer yang tidak terdeteksi, hasilnya, hanya gambar dari kamera saja yang keluar, sementara dari DVD dan juga laptop tidak dapat dikeluarkan. Jam sudah menunjukkan 17.20 ketika masalah itu ditemukan, jujurnya, saya agak sewot juga sama vendor yang satu ini, meskipun saya sudah sering menggunakan alatnya tapi ini pertama kalinya saya bekerja dengan team mereka, biasanya saya menggunakan alatnya saja namun team-nya dari saya. Tapi nggak ada gunanya marah berlebihan kalau acara belum dimulai, yang diperlukan adalah semangat untuk cari solusi. [ pelajaran 2 ; sewot, marah, kecewa saat persiapan acara itu wajar, tapi nggak usah berlebihan dan kelamaan juga, dari mantan manager saya, Hilmy Zulhaemi, saya belajar untuk tetap tenang sehingga energi kita akan lebih dihemat dan secepatnya cari solusi. Jadi, kalau ada masalah apapun dalam persiapan event, jangan langsung panik nggak karuan, lebih baik tenang coba telaah masalahnya dimana dan diskusi dengan vendor dan rekan2 produksi untuk cari solusinya ]

Solusinya adalah switcher harus diganti! Kendalanya, vendor multimedia ini bermarkas di Jatibening Bekasi, waktu tinggal 1 jam setengah menuju ke acara mulai, mungkinkah? Ehmm, udah pasti nggak mungkin. Saya coba cari beberapa orang teman yang mungkin bisa membantu, vendor multimedia juga, akhirnya vendor multimedia mendapatkan switcher pengganti yang bisa diambil di lokasi yang kira - kira membutuhkan waktu paling lama 1 jam. Ok, akhirnya kita menunggu. Sambil menunggu, bersama dengan crew show communication / stage management kita technical meeting sebentar untuk membahas tugas dan jalannya acara. Bersamaan dengan menunggu proses produksi, karena kebetulan seluruh pengisi dan pendukung acara sudah datang, akhirnya dilanjutkan dengan technical meeting membahas rundown dan hal - hal penting yang akan dibicarakan nantinya.

Pada saat technical meeting dengan seluruh pengisi acara, alhamdullilah, saya bertemu dengan orang - orang yang sudah profesional di bidangnya. Farhan, sebagai MC ternyata sangat pintar untuk memberikan masukan - masukan terkait chit-chat hal - hal yang akan dibicarakan, udah gitu, di team stage management saya, Anne adalah profesional yang sudah sering pegang MC untuk beragam event, jadi urusan pembawa acara sepertinya nggak maasalah. Dr. Boyke sebagai nara sumber juga nggak kalah pintarnya dengan memberikan usulan tentang urutan - urutan, Mbak Otti sebagai singin pianist juga memberikan masukan - masukan terkait dengan pilihan lagu. Technical meeting kali ini pun jauh lebih santai dan kerap diwarnai dengan joke untuk usia dewasa tentunya karena tema talkshow adalah urusan orang dewasa.

Akhirnya, semua persiapan kelar baik untuk produksi dan juga jalannya acara. Switcher dan Screen datang kurang lebih jam 18.20-an, saat dimana tamu sudah hadir, tapi semuanya masih bisa dipasang dan bekerja baik. Lalu, HT dibagikan dan client juga saya pegangi HT yang dapat berhubungan langsung dengan saya namun channel-nya dibedakan, maksudnya sih biar memotong proses birokrasi komunikasi dalam EO Formal yang kadang agak panjang. Jadi, client langsung berhubungan dengan Show Director melalui channel HT yang berbeda, tujuannya sederhana aja, biar kalau ada perubahan atau clue untuk mulai dan lain sebagainya, client bisa langsung ke Show Director. Pada beberapa EO, ada yang membuat jalur komunikasi ini agak panjang, client dipegangi HT namun koordinasi dengan AE, baru AE koordinasi dengan Show Director, kadang ada juga client yang nggak dipegangi HT namun diikuti terus oleh AE, tiap kali ada hal yang terkait dengan acara, client bicara dengan AE baru dari AE menuju ke Show Director. [ pelajaran lagi nih, untuk penggunaan HT, lebih baik pake Icom dengan handsfree yang baik, soalnya dulu pernah punya pengalaman koordinasi dengan Talkabout malah jadi berantakan dan nggak bisa komunikasi dengan baik karena disamping tanpa handsfree, tingkat kebisingan suara saat event, sudah pasti mengganggu ]

Acara dimulai, tamu mulai berdatangan, melakukan proses registrasi dan beramah tamah sebelum masuk ke acara pertama. Sebagai informasi tamu yang datang terdiri dari beberapa puluh undangan dari komunitas Trijaya Network, para pasien dari klinik pasutri milik Dr. Boyke, Client dan rekanan client dan yang nggak kalah penting adalah 50 orang lebih wartawan dari berbagai media baik cetak maupun elektronik. Melalui voice over, saya ucapkan selamat datang dan mempersilahkan hadirin untuk menikmati makan malam sambil diiringi oleh sajian musik hidup oleh Otti Jamalus.



Setelah itu, saya koordinasikan melalui stage crew via HT agar mbak Otti memainkan musik slow, sebagai backsound VO untuk intro acara sekaligus intro untuk VT ( Video Taping ). tayangan video pembuka dimainkan, melalui screen 70inch tadi, hasilnya cukup lumayan untuk dipandang dari jarak paling belakang di Puro, ditambah lagi, satu plasma TV yang ditempatkan pada bagian belakang cukup membantu audiens untuk melihat tayangan tersebut. Tayangan ini sendiri merupakan intro sebelum masuk ke topik talkshow, tujuan sederhana, untuk membuka pola pikir dan pandangan audiens pada tema yang akan dibicarakan. Bercerita mengenai latar belakang dan sebab musabab terjadinya perceraian dan perselingkuhan dalam rumah tangga, salah satu penyebab terbesarnya adalah sex, pada tayangan visual tadi, diberikan highlight dari headline news beberapa media cetak tentang perceraian dan perselingkuhan, yang paling gampang ya dari kelas selebritis.

Ending dari tayangan, dilanjutkan dengan VO kembali untuk mengundang Farhan, Farhan lalu masuk dan mulai bicara untuk membuka acara. Damn! Ini MC emang pintar ya, script yang sudah dibuatin sama sekali nggak dipake sama dia, meskipun dia pegang script mc yang sudah dibungkus dalam que card. Semua yang dibicarakannya merupakan improvisasi dan olah pikiran dalam proses yang cepat untuk kemudian dikeluarkan dengan bahasa yang mudah dicerna dan asyik untuk didengarkan. Joke - joke konyol yang terkait dengan tematik talkshow lancar membuat audiens terpingkal, bahkan sesekali ia menceritakan hal - hal yang agak nyerempet, tapi masih wajar, mengingat tema talkshow-nya.

Nggak lama berselang, Farhan mengundang Dr Boyke untuk naik ke atas panggung, backsound musik dari Otti Jamalus mengiringi naiknya ginekolog ini, dan talkshow bertema Sexual Wellbeing ini mulai dinikmati oleh audiens, termasuk saya :) Dr. Boyke langsung mengawali sesi talkshownya dengan mempresentasikan materi presentasi yang dibuat olehnya, kebanyakan merupakan pengalaman pribadi dari hasil konsultasi pasien di klinik pasutri yang ia kelola, selebihnya merupakan olah data dari berbagai sumber. Presentasi yang materinya berupa powerpoint dioperasikan dari laptop oleh asisten-nya, dan agak jeli juga nih asisten, ia berulangkali bicara kepada saya agar mengingatkan rekan - rekan wartawan untuk tidak mengambil photo khususnya pada slide presentasi, dengan alasan bahwa ia tidak mau dituntut karena menyebarkan materi pornografi. Hi..hi..hi, ada - ada aja, saya berupaya menyampaikannya ke PIC MC untuk menyampaikan ke Farhan agar mengingatkan. Dari Presentasi Dr. Boyke, pandangan mata audiens sepertinya nggak mau pindah dari screen, banyak hal - hal baru yang akhirnya diketahui oleh audiens, termasuk penyebab perselingkuhann salah satunya adalah karena rasa penasaran pasangan kita untuk bercinta dengan orang lain, whats? Iya, kata Dr Boyke "Ada orang yang penasaran, gimana sih rasanya bercinta dengan orang ambon, sementara suaminya orang Jawa." Usai presentasi Dr. Boyke duduk pada kursi yang sudah disiapkan, posisi duduknya semua orang yang nantinya akan bicara juga sudah diatur sebelumnya. Kembali ke asisten-nya Dr. Boyke, ia cukup jeli juga untuk mengingat bahwa materi presentasinya harus dihapus dari laptop, sangat luar biasa!

Setelah bicara - bicara dengan Dr Boyke, ending sesi ini, Farhan mengakhiri dengan membuat satu pernyataan yang terkait dengan sesi berikutnya, yaitu sesi untuk presentasi produk dari Durex. Kesannya, apa yang diungkapkan oleh Farhan jadi bukan sekedar intro ke "jualan" tapi menjadi satu kesatuan dengan apa yang disampaikan oleh Dr. Boyke. Bram Indrarto, selaku country Manager Durex menjadi nara sumber berikutnya, dengan presentasi produk. Tanpa bermaksud memuji karena memang sudah selayaknya, Bram mampu membawa presentasi produk bukan lagi presentasi jualan, tapi menjurus pada peningkatan pengetahuan audiens akan beragam alat bantu yang dapat menjadikan hubungan sex pasangan suami istri menjadi lebih variatif dan indah untuk dinikmati. Sebagai nara sumber terakhir adalah pasangan suami istri Gilang Ramadhan dan Shahnaz Haque, hmmm.. ini pasangan yang paling ajaib sepertinya, mereka sangat terbuka untuk bercerita tentang kehidupan sex rumah tangga mereka didepan publik, dan Farhan sebagai MC memegang peranan penting dalam membuat acara ini menjadi lebih hidup dengan pertanyaan - pertanyaan yang konyol namun memang mengundang keingintahuan audiens. Terlihat semua orang yang hadir menikmati sesi talkshow dari seluruh nara sumber, termasuk saya, bahkan juga para koki dari Puro, yang kebetulan pantry dan meja saji-nya mengarah pada acara.

Tiba pada sesi Q&A, disini saya mendapat banyak masukan dari client. Mungkin karena asyiknya bicara mengenai sex, farhan sampai lupa bahwa ada kepentingan client yang harus diekspose juga, Bram selaku perwakilan Durex tidak banyak bicara, akhirnya, saya berkoordinasi dengan PIC MC untuk memberikan beberapa pertanyaan tambahan yang akan diajukan seputar produk DUrex. Sukses juga akhirnya memancing pertanyaan itu dan jawaban yang diberikan pun cukup memuaskan. Nah, pelajaran penting lagi nih, [ kadang saat membawakan acara, kita malah enjoy jadi audiens, padahal tugas Show Director dan teamnya adalah menjalankan acara dari rangkaian satu ke rangkaian berikutnya, JANGAN LUPA tugas utamanya! jangan malah asyik menikmati acara, sampai akhirnya melupakan rangkaian acara berikutnya yang harus disiapkan ]

Sesi Q & A ditutup dengan doorprize khusus untuk audiens, kemudian Farhan memberikan closing summary dibantu oleh nara sumber lainnya, kemudian photo session seluruh nara sumber dan khusus untuk rekan media akan ada sesi Q&A khusus, dan yang tidak kalah menariknya, ada doorprize khusus untuk wartawan dengan hadiah Blackberry dan juga O2. Sesi Q&A khusus untuk wartawan ini tidak dilakukan diatas stage, namun dibuatkan space khusus dengan backdrop Durex yang melatarbelakangi pada bagian depan Puro. Ending dari sesi ini, Farhan menutup acara dan sesi tanya jawab secara informal ternyata terus berlanjut, apalagi rekan media infotainment yang nggak habis-habisnya melakukan interview dengan Gilang dan Shahnaz. Acara selesai.

Kelar acara ngapain? Nah, ini juga penting, bagian produksi mengawasi seluruh proses load-out, apalagi karena restoran ini punya waktu yang terbatas, waktu load-out juga dibatasi. Untungnya Haris, vendor stage & decor bekerja dengan banyak additional man power, semuanya jadi lebih cepat, dan nggak tahu kenapa, waktu load-out jauh lebih cepat daripada waktu load-in dan set-up. Bagian yang nggak kalah penting kelar acara adalah evaluasi, saya bersama team dan juga client duduk bersama setelah menikmati makan malam ala italiano yang jarang - jarang nih...apalagi ada tambahan red wine dan white wine, plus sebatang cerutu kuba yang asyik dinikmati. Kita pun melakukan evaluasi, apa saja yang menjadi kekurangan untuk perbaikan di masa yang akan datang disampaikan disitu, no hard feeling! kalau kita ada kekurangan dan kesalahan ya disampaikan, toh itu semua untuk kebaikan kita dan hubungan jangka panjang dengan client, karena kita berbisnis dalam bidang jasa dan jasa adalah kepercayaan, tinggal bagaimana kita menjaga hubungan dan kepercayaan sudah terbangun dengan client.

Kamis, April 30, 2009

Cerita dibalik event (part 1)


Ini pertama kalinya saya menjalankan event talkshow bertema sex dan ternyata menjalankannya sama asyiknya dengan mendengarkan paparan tentang sex, setidaknya pengetahuan kita akan sex jadi bertambah, dan satu lagi, sex bukanlah hal tabu untuk dibicarakan, setidaknya buat kita yang sudah cukup umur. Tapi, saya nggak akan menulis mengenai apa yang dipaparkan secara detail, namun lebih kepada sharing tentang masalah teknis dan running the event tentunya.

Agak kaget tentunya, ketika sahabat dekat saya mengundang untuk datang ke Gedung Surveyor Indonesia, "Mas, ada kerjaan nih, datang ya..." begitu kata sahabat karib saya di ujung telpon sana. Kalau ke Gedung Surveyor, jadi ingat waktu masih berkantor di Soepomo, dulu, pernah ikutan pitching untuk perayaan ulang tahun Surveyor Indonesia, sayangnya kalah pitching tanpa alasan yang jelas. Ok, akhirnya saya datang dengan membawa laptop ECS yang berat banget, laptop ini sudah menemani saya sejak masih bareng sama Magma Entertainment, dibeli dengan duit cash dan sisanya ditalangin kartu kredit :)

Sesampainya di kantor agency yang mengundang saya, akhirnya bertemu dengan empunya project, mendengarkan dengan seksama brief yang dibuat sambil mencatat sesekali saya mengajukan pertanyaan. Briefnya sudah cukup jelas, keperluannya apa saja juga sudah dicatat, dari brief yang diterima, event ini adalah sebuah talkshow, client-nya adalah Durex. Tujuan penyelenggaraan talkshow ini agak berat juga, Durex yang telah berusia 80 tahun, ingin merubah persepsi yang beredar di kalangan masyarakat khususnya Indonesia, bahwa Durex bukan hanya condoms, karena kini mereka punya banyak varian yang ditujukan untuk membuat sex dalam kehidupan pasangan suami istri menjadi lebih variatif, menjadi sebuah rekreasi surga dunia, yang dapat menciptakan hubungan suami istri lebih harmonis, dan harapannya adalah Durex now is more than a condoms, Durex adalah device yang mampu membangun sexual wellbeing.

Ehmm, sexual wellbeing, ok, itulah tema talkshow-nya. Siapa yang membawakan acaranya, Farhan, MC kondang yang sudah sarat pengalaman itu, dalam hati agak senang juga, karena pembawa acara yang sudah profesional seperti Farhan akan lebih mudah diarahkan, bahkan ia juga biasanya banyak memberi masukan dan kaya akan spontanitas yang membuat acara jadi lebih menarik. Inilah peran MC sesungguhnya, bukan cuma mendelivered dari satu acara ke acara berikutnya, namun ia harus mampu membawa suasana yang meriah dan membawa emosi dan pikiran audiens untuk sampai pada tujuan yang diharapkan. Sebagai nara sumber, ginekolog dan pakar seks Dr. Boyke Dian Nugraha, Country Manager Durex Bpk. Bram Indrarto dan pasangan suami istri selebritis Gilang Ramadhan dan Shahnaz Haque.

Tempatnya? Ini yang sedikit masalah, tempatnya di Puro Ristorante, sebuah restoran dengan nuansa putih nan romantis yang berlokasi di City Plaza, Jl. Jend. Gatot Subroto. Kenapa masalahnya ? Tempat ini terlalu kecil, tidak banyak yang bisa dilakukan karena keterbatasan area yang di blok dengan penggunaan pilar ala romawi, serta area yang terbatas karena di sisi kanan langsung bersebelahan dengan pantry dan meja panjang untuk menyiapkan sajian. Masalah lainnya adalah waktu loading dan set-up yang hanya dari pukul 14.00 sampai acara dimulai jam 19.00. Yang harus masuk? Mulai dari level stage, dekorasi, seperangkat multimedia dengan 2 camera dan 1 screen, sound system dan lighting. Semuanya harus bekerja bersama pada waktu yang terbatas.

Sebenarnya, waktu loading yang diberikan akhirnya diperlonggar menjadi 2 bagian, yaitu jam 04 sampai jam 10 pagi, lalu dilanjutkan dengan jam 14.00 sampai acara dimulai, sayangnya, pada bagian pertama, kita juga tidak dapat melakukan apa - apa, hanya loading tanpa melakukan installment dan hal ini makin diperburuk dengan kenyataan yang terjadi di lapangan, bahwa PIC dari Puro pun baru hadir jam 08 pagi. Untungnya, saya bekerja dengan vendor yang sudah terbiasa bekerja dengan limited time, dan hasilnya?

Nantikan kelanjutannya di posting saya berikutnya ya, kebetulan saya sedang dalam proses eksekusi untuk event Dana Pensiun Astra, sebuah event Gathering bertempat di Hotel Seruni, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, kelar event ini, akan saya lanjutkan cerita persiapan Talkshow Durex Sexual Wellbeing dan nanti saya sharing lagi tentang event di Cisarua yang sedang dijalankan ini. Untuk sementara, bisa lihat - lihat dulu tuh photo event Talkshow Durex Sexual Wellbeing yang bisa di klik pada halaman portfolio event.

Minggu, April 26, 2009

Terima Kasih untuk...


Terimakasih untuk semua teman - teman yang telah memberikan support dan komentar atas buku EO, 7 Langkah Jitu Membangun Bisnis Event Organizer, ada beberapa yang menanyakan mengenai kapan akan diadakan workshop EO dan tidak sedikit yang meminta untuk mengembangkan lagi tema yang lebih spesifik, misalnya, panduan untuk membuat konsep event, atau membuat proposal sponsor, panduan untuk team produksi dan lain sebagainya.

Menjawab komentar tadi, saya sendiri sudah membayangkan akan membuat beberapa buku lagi tentang bisnis event organizer, mungkin dari sharing pengalaman terbesar saya adalah dalam pembuatan creative concept dan juga menjalankan event atau bahasa kerennya sebagai Show Director, tapi, mungkin nggak dalam waktu dekat ini, karena, jujur saja, saat ini bersama dengan seorang teman saya sedang mempersiapkan buku panduan untuk bisnis Artist Management, yang juga merupakan bagian dari pengalaman saya, yang walaupun sampai saat ini, saya belum sempat bertemu dengan teman lama tadi karena kesibukan kami berdua. Sementara untuk workshop EO, saya juga sedang berusaha keras untuk mewujudkannya, tapi, kesibukan belakangan ini memaksa saya untuk terus menundanya, harus lebih fokus sepertinya. Memang, belakangan ini banyak project yang muncul secara tiba - tiba dan berkesan mendadak, masa iya kita tolak kalau masih bisa dikerjakan ? :)

Nah, untuk sharing pengalaman tentang konsep event dan juga menjalankan event, saya akan banyak menulis di blog ini, termasuk dalam cerita mengenai event yang baru saja saya jalankan, sebuah talkshow bertema Sexual Wellbeing yang dipersembahkan oleh Durex yang merupakan aplikasi dari strategi yang dikembangkan oleh Taktik Promo selaku agency yang menaungi brand tersebut. Sekali lagi, terimakasih untuk masukan, kritik dan saran yang membangun untuk buku "EO" semoga ke depannya saya bisa membuat beberapa buku dalam bidang tersebut untuk memperkaya referensi dunia event organizer dan entertainment. Oh iya, anda sendiri, sudah baca buku EO, 7 Langkah Jitu Membangun Bisnis Event Organizer ? Kalau belum, sempatin deh mampir ke Toko Buku Gramedia atau Toko Buku terkemuka lainnya dan kalau sudah baca, kasih komentar dengan kirim email ke ymegananda@yahoo.com, oke, sekian dari saya untuk hari ini, nanti saya lanjutkan dengan sharing pengelolaan event...