Kamis, Desember 04, 2008

Hasil diskusi : Sampai Mana Kita Harus Mengikuti Client?

Setelah diposting ke 3 milis EO yang saya ikuti, inilah komentar dari rekan seprofesi, para profesional EO yang sudah pastinya mengalami contoh kasus dalam cerita saya, simak pendapat mereka dibawah ini.
Ditulis, dicopy, diedit dan ditampilkan kembali oleh : Yudhi Megananda

1. Posting oleh "anto sutrisman" - antonovost
Wed Dec 3, 2008 5:05 am (PST)
comment ya..
alhamdulilah kami sejauh ini belum pernah mendapatkan client yang seperti itu, yang banyak maunya, tapi dikit uangnya. sejauh yang kami alami, client2 kami adlaah beberapa agency dan perusahaan besar yang mereka sudah terbiasa dengan cara kerja dan bagaimana memberikan brief kepada EO, bahkan mereka juga kebanyakan sudah mengerti berapa biaya ini dan itu nya.. so, kalo ketemu klien yang seperti itu, setelah yang ketiga kali di revisi, kita pantas kalo menanyakan, jadi atau nggak? karena kalo kami terbiasa dengan budget yang di breakdown sehingga client bisa ngeliat biaya terpakai buat apa aja.. itu menghindari client minta ini itu..kayaknya kalo udah 2 kali presentasi kita bisa liat seperti apa karakter client nya, kalo yang model begini mah, kayaknya kami sih tidak akan meneruskan sampai yang ketiga.
Trus juga mereka nge brief nya seperti apa, dan kita manangkap brief nya seperti apa, kita juga perlu menanyakan secara detil pada saat di brief..brief dari client kita catat secara lengkap, sebelum bubar kita jelaskan lagi semua yang diminta oleh client.

itu menghindari salah tangkep brief, apalagi kalo client diawal sudah mau nya ini dan itu tapi mereka juga jelaskan budget sekian (dikit), kayaknya EO yang sudah profesional juga sudah bisa mengira-ngira bisa atau tidak..ya kan
Boleh-boleh aja mengikuti mau nya client, tapi kalo kami lebih senang menjadi GOOD PARTNER dari pada menjadi GOOD KACUNG..

so, take a brief, give your concept & budget, diikuti dengan presentasi yang baik dan jelas, kalo tiba2 cllient mau merubah atau lari dari briefnya ya kita sebagai EO juga diperbolehkan menanyakan sebenarnya maunya yang mana, yang berapa? dimana? dll.. dan kita juga diperbolehkan ber keberatan dengan apa yang kita dapat.. karena apa yang sudah kita buat kan sudah memakan waktu, tenaga dan pikiran dll..
kayaknya bukan masalah kuat gak kuat, tapi mau gak mau, atau bisa gak bisa..kalo kuat sih kuat aja, tapi pekerjaan yang lain masih banyak euy... kalo masalah mau, ya siapa yg tidak mau rejeki, kalo masalah bisa, itu relatif ya, seberat apa brief nya..
kami selalu bilang ke client bahwa event itu tidak mahal, kalo sesuai dengan brief yang kami dapat, dan hasil konsepnya pas, itu namanya Best Money Value.. konsepnya yang diinginkan sesuai dengan besar biaya nya, tidak mahal tapi pas, tidak murah tapi tidak mudah, ada event mahal yang berkesan murahan, ada event murah yang keliatan nya gak murahan... bisa-bisa nya kita mengatur dan menjelaskan kepada client.
BANYAK MAU NYA, DIKIT UANG NYA...gw gak ikutan deh.
ANTO 3pro Jakarta,

postingan berikutnya :Ntar gua copyin dulu yee..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar