Rabu, November 19, 2008

Tidak ada kata Gagal....

ada banyak cerita kegagalan saya setelah mempresentasikan sebuah konsep event. Tapi kegagalan, menurut TDW, adalah proses belajar, incantion yang selalu saya dengungkan adalah "Tidak ada kata gagal, yang ada hanya sukses atau Belajar!"

Ini salah satunya,
Beberapa kegagalan dalam proses pitching project, bermacam penyebabnya, misalnya adanya penolakan dari client atas ide dasar konsep - konsep tidak sesuai, activity yang merupakan implementasi tema tidak sesuai, kurang eksplorasi pada product knowledge, target market & their profile, pengulangan dari ide yang sudah pernah dijalankan, modifikasi dari event yang pernah ada dan lain sebagainya, bisa juga atas pertimbangan budget.

Ada juga kesalahan yang disebabkan karena client, brief client yang tidak detail, sepotong - potong dan tidak fokus, harapan client bahwa saya sebagai EO adalah konsultan yang dapat membantu secara sukarela tanpa biaya dan lain sebagainya. Saya menemukan kasus yang terakhir ini belum lama, singkatnya ada sebuah organisasi nirlaba yang mengundang saya melalui seorang teman, memberikan brief, minta untuk dibuatkan konsep sampai survey lokasi, but at the end, karena organisasi nirlaba, mereka berharap semua yang dikerjakan, adalah sumbangan sukarela, dan imbalannya, saya dan team diangkat menjadi bagian dari komunitas "The Have yang suka aktivitas charity," It not bad, anyway..." tapi...

Bukankah setiap profesi dan usaha berharap adanya income melalui profit yang dihasilkan dari penjualan produknya? Kecuali, NGO yang sudah menerima pembiayaan dari government. bukankah hal itu wajar? tapi, charity juga bukankah itu adalah hal yang wajar? masalah sebenarnya, ada perbedaan persepsi antara si client tadi dengan saya, bukankah si client tadi tahu, bahwa saya adalah marketer dari produk jasa yang berharap produknya dibeli?

Tapi sudahlah, mari kita berhenti berdebat tentang siapa yang salah! Bukan cari kesalahan, tapi menurut saya, ini adalah proses kegagalan yang dalam mind-set saya sudah berubah menjadi "Belajar" Jadi, belakangan ini saya banyak belajar.

Pelajaran yang lebih seru, terjadi belum lama ini, di PT. HM Sampoerna, head office mereka di Pasific Place menjadi tempat bagi saya untuk bertemu dan mempresentasikan konsep yang kami ajukan. Everything is fine, konsep combining antara xtreme sport, voli dan gimmick yang massive, sangat menarik, singkatnya terpilih 2 EO dari 5 EO yang diundang untuk masuk ke proses berikutnya. Revised budget, revised concept & content sedikit, send it by email. Gimana hasilnya ?
Tunggu aja di postingan saya berikutnya.

btw, dalam waktu dekat, akan segera release buku yang membahas mengenai "how-to"-nya membangun bisnis eo, ditulis oleh saya sendiri, Yudhi Megananda dan dibantu oleh sahabat saya, Johannes Arifin, tunggu aja ya...

Oh iya, saya masih punya utang untuk posting "hasil pitching" tadi ya...ingetin saya lho...

3 komentar:

  1. Ya betul pa artikel diatas betul2 dari orang berpengalaman karena memang adik ipar saya http://raviolieo.com (web no 1 di google.co.id dengan kata event organizer) saat pitching alami hal yg sama. Oh ya jika Bp or tim ada butuh sewa komputer di Bandung / Jakarta silakan ke http://jagonarental.blogspot.com/ Mampir ok

    BalasHapus
  2. Oke pak,
    kapan ya kita ke bandung?
    oh iya, tanggal 7 ini kita ke bandung, tapi bukan untuk kerjaan event, project kecil, bikin video...

    BalasHapus
  3. Siip...sedikit masukan. Terima kasih

    BalasHapus