Rabu, November 26, 2008

Desember – January 2008 : HIGH SEASON ORANG EO ?

High season, ternyata bukan istilah yang digunakan hanya oleh komunitas bisnis tour & travel saja, hampir semua bisnis, memiliki high season, yaitu season dimana order penjualan mencapai rekor tertingginya, karena ada high, pasti juga ada low season, pengertiannya ya sebaliknya.

November – Desember – Januari, hmmm, ini barangkali high season untuk bisnis EO. Kenapa? Coba lihat kalender keagamaan dan ritual tahunan yang sudah jadi tradisi di Indonesia bahkan di dunia sekalipun. Ditambah, ada juga ritual tahunan dari beberapa corporate ( yang ini, saya lihat, hampir memiliki pola yang sama dari beberapa corporate ), misalnya, akhir tahun ditutup dengan kegiatan Employee Gathering, ada juga rapat umum pemegang saham, rapat tahunan evaluasi & rencana program kerja perusahaan, dan lain sebagainya. Ritual tahunan yang sudah jadi tradisi, Christmas, New Year Celebration dll.

Jadi, siapkah EO anda dengan amunisi yang cukup? Setidaknya untuk memikirkan bentuk kreatif dari event yang akan dibuat, dan tentu saja, amunisi yang kedua dan yang penting adalah ”DANA.” Sorry bos, ini bukan Dana Iswara lho  Ini soal permodalan, sudah siap menghadapi High Season ini dengan modal yang cukup ? Apalagi ada beberapa corporate yang menggunakan termin agak ”ajaib” 10% DP – 90% Pelunasan, bahkan ada juga yang enggan kasih down payment, ngatur cashflow-nya agak ribet aja bos...
Kalau belum siap ? Hmmm, agak sulit tuh, apalagi dengan kondisi perekonomian belakangan ini yang makin sulit, banyak investor yang merasa ragu dan skeptis, untuk berinvestasi pada project event. Padahal ini waktunya high season lho ! Kalau anda sudah terlalu lama pada beberapa bulan di tahun 2008 ini merasakan nggak enaknya low season, harusnya anda sudah siap menyambut datangnya high season karena kondisi cashflow anda datar saja pada low season dan investment on project juga kecil, harusnya anda sudah menyiapkan cadangan dana untuk menghadapi huge project on this high season. Atau mungkin karena terlalu egois menyiapkan berbagai perangkat, merapikan management di dalam, menambah beberapa orang, sehingga tidak mempedulikan cashflow alias pengelolaan cashflow yang berantakan, atau mungkin karena ada pembayaran client yang tertunda? Hmm, its too bad! Ini waktunya kita meraih profit sebanyak mungkin di high season, Desember...apalagi tahun baru nih!

Alhamdullilah, di akhir November ini, sudah ada 3 project yang konfirm di Desember dan 2 to be advised ( sedang otw menuju final revised ). Dua lini bisnis yang saat ini saya jalankan, yaitu profesi EO dan small corporate bernama Exist, yang menangani kebutuhan photo, video dan multimedia berarti juga sudah confirm dapat pekerjaan.
Memang sih, kaitannya dengan pendanaan (karena it’s a huge project!) masih dibantu pihak ketiga, tapi ini murni bisnis, saya senang – dia juga senang! Yach...Win – win solution lah.
Jadi, high season ini, alhamdullilah momentum-nya bisa terjaga dengan baik, dan semoga terus begitu ya... oh iya momentum juga EO lho  salam kenal deh buat teman2 di Momentum!

Rabu, November 19, 2008

Tidak ada kata Gagal....

ada banyak cerita kegagalan saya setelah mempresentasikan sebuah konsep event. Tapi kegagalan, menurut TDW, adalah proses belajar, incantion yang selalu saya dengungkan adalah "Tidak ada kata gagal, yang ada hanya sukses atau Belajar!"

Ini salah satunya,
Beberapa kegagalan dalam proses pitching project, bermacam penyebabnya, misalnya adanya penolakan dari client atas ide dasar konsep - konsep tidak sesuai, activity yang merupakan implementasi tema tidak sesuai, kurang eksplorasi pada product knowledge, target market & their profile, pengulangan dari ide yang sudah pernah dijalankan, modifikasi dari event yang pernah ada dan lain sebagainya, bisa juga atas pertimbangan budget.

Ada juga kesalahan yang disebabkan karena client, brief client yang tidak detail, sepotong - potong dan tidak fokus, harapan client bahwa saya sebagai EO adalah konsultan yang dapat membantu secara sukarela tanpa biaya dan lain sebagainya. Saya menemukan kasus yang terakhir ini belum lama, singkatnya ada sebuah organisasi nirlaba yang mengundang saya melalui seorang teman, memberikan brief, minta untuk dibuatkan konsep sampai survey lokasi, but at the end, karena organisasi nirlaba, mereka berharap semua yang dikerjakan, adalah sumbangan sukarela, dan imbalannya, saya dan team diangkat menjadi bagian dari komunitas "The Have yang suka aktivitas charity," It not bad, anyway..." tapi...

Bukankah setiap profesi dan usaha berharap adanya income melalui profit yang dihasilkan dari penjualan produknya? Kecuali, NGO yang sudah menerima pembiayaan dari government. bukankah hal itu wajar? tapi, charity juga bukankah itu adalah hal yang wajar? masalah sebenarnya, ada perbedaan persepsi antara si client tadi dengan saya, bukankah si client tadi tahu, bahwa saya adalah marketer dari produk jasa yang berharap produknya dibeli?

Tapi sudahlah, mari kita berhenti berdebat tentang siapa yang salah! Bukan cari kesalahan, tapi menurut saya, ini adalah proses kegagalan yang dalam mind-set saya sudah berubah menjadi "Belajar" Jadi, belakangan ini saya banyak belajar.

Pelajaran yang lebih seru, terjadi belum lama ini, di PT. HM Sampoerna, head office mereka di Pasific Place menjadi tempat bagi saya untuk bertemu dan mempresentasikan konsep yang kami ajukan. Everything is fine, konsep combining antara xtreme sport, voli dan gimmick yang massive, sangat menarik, singkatnya terpilih 2 EO dari 5 EO yang diundang untuk masuk ke proses berikutnya. Revised budget, revised concept & content sedikit, send it by email. Gimana hasilnya ?
Tunggu aja di postingan saya berikutnya.

btw, dalam waktu dekat, akan segera release buku yang membahas mengenai "how-to"-nya membangun bisnis eo, ditulis oleh saya sendiri, Yudhi Megananda dan dibantu oleh sahabat saya, Johannes Arifin, tunggu aja ya...

Oh iya, saya masih punya utang untuk posting "hasil pitching" tadi ya...ingetin saya lho...

Jumat, November 07, 2008

The Week of Presentation

Tidak kurang 8 presentasi dalam 5 hari kerja di minggu ini, ough! minggu yang melelahkan. Kesemuanya memang belum mengindikasikan project, tapi, inilah bagian dari proses kerja EO. Jadi, jangan membayangkan kerjaan eo sebatas organizing event, tanpa proses panjang sebelumnya.

Bicara soal presentasi, mungkin untuk anda yang berkecimpung dalam dunia EO sudah paham mengenai hal tersebut. Tapi, saya juga ingin share dengan rekan2 non eo yang tertarik mendalami profesi ini. Berikut adalah beberapa jenis presentasi yang sering dilakukan oleh EO ;
Presentasi Perkenalan,
Sesuai namanya, ini adalah saat dimana EO memperkenalkan diri dengan mempresentasikan company profile serta show & event references-nya. Kenapa perlu presentasi perkenalan, bukankah melalui telephone dan mengirimkan compro format cetak untuk kemudian ditinggal ke client juga sudah cukup? hmmm, EO adalah usaha dalam bidang jasa pelayanan, pendekatan secara personal dan direct akan lebih berkesan, dan kesan tersebut akan terbawa ketika perusahaan client berencana untuk mengadakan event, sehingga kemungkinan anda untuk diundang akan jauh lebih besar. Apalagi, kalau anda dapat memaintain relationship dengan client dan menjadikan mereka sebagai teman.
Sesekali ajak lunch bareng, atau hangout bareng sesuai dengan hobbynya. Saya ingat, rekan marketing, Mas Bambang, yang kerap melakukan hal itu, ini success story dia menurut saya, pernah satu kali, ia mendapat client sebuah group leasing otomotif yang cukup besar, awalnya ia hanya kenal di 1 divisi saja, namun karena proses pendekatannya lebih dari hubungan client, ia juga kenal dengan kepala divisi yang lain, kepala cabang dan beberapa karyawan lain pada posisi yang strategis. 2-3 tahun kemudian, banyak diantara kepala divisi, kepala cabang dan karyawan tersebut yang pindah kerja ke tempat lain, ajaib! Mereka menghubungi mas Bambang untuk minta digarap eventnya. Perpindahan orang-orang tersebut ke perusahaan yang memiliki line business sama dengan perusahaan sebelumnya, menjadikan program marketing yang dijalankan tidak jauh berbeda. Bambang sudah sedemikian rupa membangun citra diri kepada orang-orang tersebut, bawa eo identik denan dirinya.
Minggu ini berapa presentasi perkenalan saya? hmmm, hampir tidak ada, karena sedang sibuk untuk presentasi konsep acara, beberapa diantaranya menunjukkan progress positif.
Presentasi Konsep,
Ini saat EO untuk mempresentasikan idenya dalam menggarap event, ide yang dipresentasikan biasanya merupakan implementasi dari brief yang sebelumnya sudah diberikan oleh client. Dalam proses presentasi, inila saat anda untuk meyakinkan client bawa konsep yang anda buat merupakan masterpiece bagi mereka, disamping inline dengan objective yang diharapkan oleh client. Akan lebih berkesan lagi, apabila konsep yang anda ajukan memiliki value added, misalnya, anda adalah pioneer-nya, atau konsep belum pernah diajukan bahkan belum pernah ditampilkan. Syukur – syukur anda juga didukung dengan kemampuan teknis produksi, sehingga saat mereka bertanya teknis misalnya ukuran panggung, ukuran venue, lighting yan cocok untuk keperluan acara ini apa, atau lain sebagainya.
Saya paling menantikan saat ini! Anda tahu, bila mempresentasikan konsep yang saya buat, saya berusaha membuat mereka yakin, nada bicara saya mendadak lantang, mata saya berbinar- binar, kadang tangan saya sambil menunjuk, bakan saya memposisikan diri juga sebagai host di acara tersebut.
Saya berusaha untuk membuat getaran dalam diri client untuk ikut masuk dalam emosi di acara itu, saya berusaha menggambarkan dengan detail, apa yang akan terjadi di panggung saat opening, apakah funfare + voice over saja, atau ada opening act, lalu, bagaimana saat proses launching produk, dari arah mana lighting akan menembakkan caayanya, apakah ada musik yang mewah, dinamis yang menemani prosesi. Kadang, karena terlalu antusias, saya sampai berkeringat di ruangan AC.
Saya ingin menggambarkan kepada anda, bahwa inilah saat dimana anda harus mencurahkan segenap usaha dan kemampuan terbaik anda, untuk menjelaskan, mendeskripsikan, memperlihatkan dan membawa emosi client pada konsep acara yang anda buat.
Biarkan mereka masuk dalam acara anda, menjadi bagian dari audiens yang terperangah menyaksikan acara, baru duduk tapi tanpa terasa acara sudah usai dan pulang dengan setumpuk kesan yang tak terlupakan.