Kamis, Oktober 16, 2008

Karena Oknum juga sih...


Ngomongin soal EO di kota luar Jakarta, nggak ada habisnya. Under estimate pada mereka sebagai vonis dari rekan EO di Jakarta yang mungkin pernah di kecewakan oleh sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab rasanya tidak perlu berlarut - larut. Toh masih banyak orang yang dapat dipercaya dan diandalkan, ketimbang kita menyimpan sakit hati karena dikecewakan. Pada postingan milis EO saat diskusi mengenai "EO lokal kurang dipercaya" banyak yang bernada positif, memberikan support pada mereka, juga menyatakan rasa optimis bahwa EO baik kecil atau besar, lokal ataupun di Jakarta, semuanya sama - sama berangkat untuk menjadi besar dan yang penting dipercaya client. Sayangnya, di akhir diskusi, ada rekan EO di Jakarta posting info tentang kekecewaannya pada 1 orang, oknum yang tidak bertanggung jawab, ini dia postingannya : =================================================

Dari: paul wairata
Kepada: event-organizer- ind@yahoogroups. com
Cc: ari_wisnu@yahoo. com; hherryithem@ yahoo.com; jazz_2349@yahoo. com; paul_wairata@ yahoo.com

Terkirim: Selasa, 23 September, 2008 11:55:21

Topik: [event-organizer- ind] Mohon berhati hati terhadap orang ini


Dear guys,
Mohon maaf atas berita yang kurang begitu enak, berita ini dibuat atas dasar kejujuran tanpa bermaksud memojokkan salah satu pihak dan hanya untuk memberikan info yang sebenar-benarnya bagi teman-teman agency yang lain agar tidak terjerumus, Mohon berhati hati terhadap orang yang photonya saya attach,
Nama : Denny
HP : 08153700050 / 081210456530 Pemilik EO ( nggak jelas EO apa, karena tersangka dipakai sebagai personal / Coordinator )
Alamat basecamp : Jl Serayu gg Serayu VI no 20, Labuhbaru Pekanbaru Riau

Kota : Pekanbaru

kronologis : Agency saya mengadakan event gebrak pasar dengan salah satu produk susu cair pada tangga 23-25 juni 2008 event berlokasi di beberapa kota besar termasuk kota Pekanbaru dan event dilaksanakan di pasar Dupa, pasar Arengka & pasar Kodim,serta beberapa Modern trade ( Hypermart dll ) mengunakan jasa dari EO lokal yang dimiliki oleh denny ( denny dipakai secara personal tapi tersangka menyediakan SPG, mengurus perijinan dll ).
perbuatan melawan hukum :
1. Penggelapan uang
- Perijinan ke dinas pasar ( lokasi event ) - Basecamp di kota berikut ( Palembang ) - Transport pengiriman barang dari Pekanbaru ke Palembang
2. penggelapan barang hadiah : - TV Sanyo 21" 1 pcs - HP Nokia 7 pcs - Gimmick tidak terhitung Perbuatan tidak menyenangkan & menyalahi kontrak kerja : 1. Saat event karena tersangka juga mengerjakan event pameran mobil di saat yang bersamaan, karena tidak mempunyai team yang solid mengakibatkan event saya ditinggal tanpa seorang koordinator maupun team leader hanya SPG.
NB : Tersangka mengakui perbuatannya dan berjanji akan ganti rugi, karena sampai hari ini 23 September 2008 tidak ada niat baik, maka kronologis diatas dibuat.
Best regards Paul DF Wairata
=====================================================
Nah, ini kan namanya oknum, sudah sepatutnya orang yang seperti ini, diketahui secara luas oleh rekan2 EO lainnya, agar tidak ada lagi pihak - pihak lain yang menjadi korbannya, karena ibarat daun kelor, dunia ini sempit, apalagi EO, apalagi -lagi- dengan kemudahan akses informasi yang makin terbuka, lebih baik, ditutup saja pintu karier-nya dari dunia EO, ketimbang merusak nama EO di daerah yang bersangkutan. Memang, setiap orang punya khilaf, tapi, apakah khilaf ini bisa dijamin tidak akan terus berkelanjutan. Atau anda berpendapat memberinya peluang? Kasus lainnya juga terjadi belum lama ini, masih di bulan Ramadhan. Seorang teman, rekan EO di Jakarta, menceritakan mengenai pelaksanaan event-nya pada salah satu kota di Sumatera, dimana ia menghandle event dengan menghadapi organisasi massa yang beringas dan diancam dengan parang. Apaan itu? perilaku yang akhirnya merugikan nama EO di kota tersebut. Kenapa itu bisa terjadi, secara pastinya kronologis kejadiannya pun tidak begitu jelas, namun yang saya tangkap, rekan EO di Jakarta menghubungi EO di kota Sumatera tersebut untuk mengirimkan penawaran dari beberapa item produksi, nah, setelah dipastikan bahwa EO di Jakarta ini akan mendapatkan project tersebut, terjadilah tawar menawar, mungkin karena harganya nggak masuk, akhirnya dipilihlah rekanan EO lain pada kota yang berbeda. Merasa tidak terima, EO di kota Sumatera tersebut, meminta ganti rugi biaya operasional karena penawaran yang mereka buat tidak jadi dipakai. Halllo..pernah ikut pitching nggak sih pak, di Jakarta, untuk ikut dalam sebuah pitching EO benar - benar mengeluarkan energi, kreatif dan biaya supaya bisa dipilih dan kalau nggak kepilih, ya kita nggak dibayar pak! Usul untuk buat pitching fee pun saya rasa untuk EO masih belum bisa diaplikasikan, kecuali kalau rekan EO bisa bersatu, bikin asosiasi yang kuat dan satu suara!

3 komentar:

  1. boss.blh jadi e.o pendamping gak buat acara yg ada di jambi nanti kalo ada

    BalasHapus
  2. Mas Yudhi,

    Saya sudah membaca bukunya, terus terang bagus banget dan membuka wawasan saya tentang dunia event organizer.
    Saya sendiri saat ini baru membuka usaha agency SPG, alhamdulillah sudah ada beberapa yang order.

    Tapi belum lama ini ada sebuah mall di jakarta sedang butuh beberapa SPG untuk event selama sebulan.
    Mereka menunjuk beberapa Agency SPG (salah satunya agency saya) untuk melakukan penawaran / pitching.

    Masalahnya saya belum berpengalaman dalam proses pitching ini. Mas Yudhi ada contoh proposal pitching ini mas?
    Mohon bantuannya.

    Thanks,

    Rifqi
    glossythings.com

    BalasHapus
  3. Hmm...
    Patut di tandai nih orangnya sama agency ataupun EO, jadi gak berkeliaran lagi di dunia advertising, dan exhibition...
    thx ya sharingnya....

    BalasHapus