Rabu, Oktober 22, 2008

Dari Mana Datangnya Ide ?

What Your Mind Can Conceive,
You Can Achieve!
Kalimat dari Napoleon yang pernah saya baca dari salah satu buku motivasi buah karya Motivator dan Success Coach no. 1 di Indonesia ini, selalu menjadi landasan pada pola berpikir saya. Begitu dasyhat-nya kekuatan pikiran! Apalagi dalam bisnis menjual ide, pikiran adalah aset utamanya, bukan setumpuk uang atau kantor berfasilitas terkini. Begitu pula dalam Event Organizer, meski secara harfiah berarti mengorganisasikan acara, namun, barang dagangan utamanya, sebenarnya adalah ide, yang tertuang dalam sebuah konsep event hingga akhirnya berhasil dieksekusi dengan baik.
Celakanya, ide tidak lahir begitu saja, meski kadang merupakan pembaharuan dari yang pernah ada, ia perlu dirangsang dengan pemikiran yang simultan, hingga terpendam dan kemudian muncul tiba - tiba. Pemikiran pada satu topik yang terus menerus diulang, mengakibatkan otak bekerja secara otomatis untuk mencari jawabannya. Makin sering dirangsang, maka makin banyak ide yang dapat keluar. Ia juga tidak dapat dipaksakan, meski kini banyak creative concept sebuah event yang dibuat terburu - buru karena deadline yang mepet.

Dulu, saya sering sekali memaksa otak untuk memikirkan konsep event yang akan dibuat dalam waktu singkat, meskipun kadang, ia bekerja tidak maksimal, apa mau dikata, deadline kadang tidak bisa ditunda.

Saat mencari inspirasi, biasanya saya mencari referensi, atau kadang duduk berlama - lama di halte, pinggir jalan, melihat lalu lalang kendaraan. Tapi, setelah membaca buku Manajemen Waktu oleh Alan Laiken, kalau sudah buntu, saya tidur, lho? Iya! ternyata tidur pun otak kita bekerja untuk memikirkan hal yang kita endapkan sebelum tidur. 4 - 5 jam tidur, membuat otak kira secara simultan bekerja untuk mencari jawaban atas masalah yang sedang kita pikirkan.

Saya ingat waktu harus membuat konsep event peluncuran produk kesehatan, brief client (1) Peluncuran produk baru dengan aktivitas Roadshow mall to mall, (2) Memprovokasi target market untuk merubah pola hidup agar lebih sehat, (3) Talent scouting untuk icon produk tersebut.
Secara umum, brief yang diberikan, terlihat cukup mudah, tapi, mencari tema dan impementasinya yang sesuai dengan tujuan diadakannya event, susah! Entahlah, karena memang load kerjaan sedang full kalau itu, atau memang sedang tidak mood. Seharian di kantor hanya memikirkan dan berusaha mencari inspirasi untuk hal tersebut, tak cukup juga, sampai saya membawanya pulang. Di rumah, saya nyalakan laptop, main game, membuat schedule, tidak lama, saya putuskan untuk tidur karena mata sudah tidak bisa lagi diajak kompromi.

Ajaib! Pagi - pagi, usai sholat subuh, mendadak ada yang menggerakkan saya untuk menyalakan laptop, membuka notepad dan menulis basic idea dari konsep tersebut. Semuanya berjalan otomatis! Seolah saya ini mesin yang sedang digerakkan oleh remote control, lancar sekali!
Ini karena efek tidur yang cukup, membuat otak bekerja maksimal, bahkan saat kita sedang istirahat. Plus, ini juga anugerah dari Yang Maha Kuasa!
Kejadian seperti ini bukan sekali dua kali saya alami, meskipun kadang saat diharapkan usai bangun tidur, tidak datang juga.

Inspirasi yang melahirkan ide pun, kadang datang secara tiba - tiba dalam aktivitas lain. Yang paling sering, saat pagi hari di kamar mandi, wah, kalau yang ini, sudah puluhan kali diimplementasikan dalam konsep event dan kebanyakan berhasil dipresentasikan dan diterima dengan baik oleh client.
Yang lain, biasanya datang saat sedang berkendara, iseng - iseng di power point mengetikkan satu kata, shift + F7 untuk mencari sinonim, buka file presentasi yang sudah dibuat, ngobrol dengan anak - anak, diskusi dengan anggota milis, baca koran, tabloid, majalah, buku, atau lihat TV cable, film, bahkan lihat acara gosip atau sinetron! Sebuat program pemetaan pikiran seperti Midnjet, Mindmap, Mind Manager, atau yang lainnya, juga cukup membantu menggali inspirasi.
Tapi, kalau semua ini ternyata nggak berhasil juga, berarti memang kita harus rehat, membiarkan kepala kosong tanpa memikirkan hal yang sedang kita fokuskan, melakukan sesuatu yang menjadi kesenangan kita, atau balik lagi ke kamar, nyalain AC dan tidur! :)

Berpikir adalah proses yang luar biasa indah, meskipun kita tidak dapat melihat langsung, namun proses ini adalah sebuah sistematis yang telah disusun sedemikian rupa oleh Tuhan, menjadikan kita berbeda dengan makhluk lainnya. Sayangnya, tidak semua orang memanfaatkan dengan maksimal pikirannya dengan membiarkan otak bekerja pada rutinitas pemikiran sederhana.

Dan karena pikiran melahirkan ide - ide briliant,
Dan karena ide biasanya kurang ajar,
dengan datang dan pergi tanpa permisi,
saya kini sudah melakukan, dan saya sarankan juga untuk anda, untuk punya buku saku dilengkapi dengan pena kecil untuk mencatat semua ide yang datang, karena anda tidak pernah tahu kapan diperlukan, tapi yang pasti, dengan memiliki buku “Hot Idea” seperti itu, anda punya banyak alternatif ketika harus menciptakan sesuatu. (ymn)

Jumat, Oktober 17, 2008

Pitching Setan!

Bukan karena baru saja kalah pitching, saya posting dengan judul yang tidak sopan, berkesan marah, bahkan memaki. Bukan!

Ini adalah ungkapan yang dipakai untuk mewakili pitching yang kita ikuti, kemudian kita kalah, namun dengan alasan yang tidak jelas, dibuat - buat, bahkan juga karena pitching ini murni sebuah joke yang sengaja diciptakan client sebagai bagian dari formalitas, karena sebenarnya EO jagoannya sudah sejak awal di set sebagai pemenang.

Saya agak shock juga, ketika saya dapati dalam file kerja di external hard-disk, tercatat hampir 60 konsep yang pernah dibuat sepanjang tahun 2007, 30% persennya merupakan proses pitching. Saya review sekilas, beberapa kekalahan, memang diantaranya karena pitching setan, ada EO yang memang dibawa oleh big bos perusahaan client, ada juga yang sebenarnya sudah main mata langsung dengan client, ada pitching kali kedua yang kita ikuti dan kita kalah, lalu eo yang dipilih ternyata ya EO yang menggarap project sebelumnya. Mungkin berprasangka buruk pada client karena kekalahan dalam proses pitching adalah bagian dari bentuk pembelaan diri, wajar sih orang Indonesia, mencari kambing hitam! Tapi, (tuh kan, lagi - lagi saya membela diri) ada beberapa kecurigaan yang memang didasarkan pada indikasi tertentu, misalnya, kala itu saya ikut pitching di sebuah perusahaan otomotif besar, ketika usai proses brief yang diikuti oleh 5 EO sudah selesai, ada satu EO yang tinggal di ruangan tersebut tanpa kita tahu apa yang terjadi disana. Bahkan ada juga yang secara kebetulan usai proses brief, bertemu dengan client di tempat lain, ini terjadi kala itu, pitching untuk event sebuah bank besar, ada 5 EO yang diundang, waktu itu, setelah turun dari lift dan menunggu kendaraan datang, saya ada urusan sedikit di gedung yang sama, kira - kira setengah jam saya masih di tempat itu, ada sebuah coffe corner di perkantoran itu, dan saat saya selesai, eh, si client lagi ngobrol bedua - duaan dengan salah satu EO. Wah, langsung bad feeling nih, efeknya jadi kurang semangat untuk ngerjainnya.

Saya jadi ingat ucapannya bung Kepra dari Saka Infosa, kala itu kita ketemuan untuk terima brief dari salah satu perusahaan asuransi besar, sambil nunggu kita ngobrol ngalur ngidul, ujungnya bicara mengenai pitching, dia bilang, "meskipun kita tahu pitching tertentu adalah fiktif, namun sebagai bentuk penghargaan kita kepada client, kita akan tetap datang dan memberikan konsep, meskipun effortnya jelas berbeda dengan pitching yang fair."
"Dari mana tahunya kalau itu pitching fiktif?" tanya saya.
"Feeling dan pengalaman!"

Effort yang kita berikan untuk pitching baik fair ataupun fiktif, menurut saya dan juga teman - teman pasti setuju, sebenarnya sudah sangat besar dan itu sudah merupakan bagian dari proses kerja kita, artinya, kita sudah bekerja, mengeluarkan segenap pikiran, ide, tenaga dan juga uang tentunya untuk operasional!
Tapi apa bentuk penghargaan atas usaha itu?
Pitching Fee?
Wah, saya nggak terlalu yakin itu bisa diaplikasikan dalam waktu dekat ini. Kalau saja EO punya asosiasi yang solid, satu suara dan berkomitmen untuk bersama mengaplikasikannya di hadapan client, mungkin bisa!
Pertimbangan berikutnya, apakah client mau mengeluarkannya?
Bagaimana kalau client tidak akan mengundang EO yang mengenakan pitching fee?
Nah, karena EO sudah punya asosiasi dan sudah berkomitmen untuk mengenakan pitching fee, pertanyaannya kita kembalikan lagi ke client, siapa yang mau diundang?
Kalau ada pitching fee, client pasti akan selektif memilih EO yang diundang untuk proses pitching, pasalnya, mereka nggak mau dong buang uang percuma untuk EO yang kalah, namun konsep yang diajukan-pun plain, nggak ada sense of suprising-nya sama sekali.

Kita berhenti saja membicarakan pitching fee, karena masih di awang - awang. Tanpa adanya itu-pun saya yakin masih banyak EO yang mau bersusah payah membuat konsep event yang menarik, mendesain stage yang kadang harus outsource, merelakan begadang untuk mengejar deadline, tapi ya tolong di hargai! Bentuk penghargaannya sederhana saja kok,
1. Pitching yang fair (Jika sebenarnya sudah ada EO jagoan, lebih baik konsultasi saja dengan EO tersebut, biar mereka yang mengatur peserta pitching lainnya).
2. Ucapan terimakasih kepada EO yang kalah, baik secara formal ataupun informal. (misalnya seperti yang dilakukan Toyota, dengan mengirimkan fax ucapan terimakasih karena sudah memberikan yang terbaik, semoga di waktu yang akan datang kita dapat bekerja sama. Atau yang dilakukan Isuzu dan FIF, dengan bicara melalui phone, bahkan memberikan masukan ke EO apa kekurangannya)

Bagi EO, kalah dan menang dalam proses pitching itu hal yang biasa, tapi, menjadi tidak biasa dan sangat mengecewakan apabila kalah ternyata pitching yang diadakan hanyalah sebuah lelucon konyol, atau tidak adanya bentuk penghargaan, padahal, sekedar ucapan terima kasih dan berbasa basi semoga di lain waktu bisa kerja sama, bagi saya, itu saja, sebenarnya, sudah lebih dari cukup.

Kamis, Oktober 16, 2008

Karena Oknum juga sih...


Ngomongin soal EO di kota luar Jakarta, nggak ada habisnya. Under estimate pada mereka sebagai vonis dari rekan EO di Jakarta yang mungkin pernah di kecewakan oleh sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab rasanya tidak perlu berlarut - larut. Toh masih banyak orang yang dapat dipercaya dan diandalkan, ketimbang kita menyimpan sakit hati karena dikecewakan. Pada postingan milis EO saat diskusi mengenai "EO lokal kurang dipercaya" banyak yang bernada positif, memberikan support pada mereka, juga menyatakan rasa optimis bahwa EO baik kecil atau besar, lokal ataupun di Jakarta, semuanya sama - sama berangkat untuk menjadi besar dan yang penting dipercaya client. Sayangnya, di akhir diskusi, ada rekan EO di Jakarta posting info tentang kekecewaannya pada 1 orang, oknum yang tidak bertanggung jawab, ini dia postingannya : =================================================

Dari: paul wairata
Kepada: event-organizer- ind@yahoogroups. com
Cc: ari_wisnu@yahoo. com; hherryithem@ yahoo.com; jazz_2349@yahoo. com; paul_wairata@ yahoo.com

Terkirim: Selasa, 23 September, 2008 11:55:21

Topik: [event-organizer- ind] Mohon berhati hati terhadap orang ini


Dear guys,
Mohon maaf atas berita yang kurang begitu enak, berita ini dibuat atas dasar kejujuran tanpa bermaksud memojokkan salah satu pihak dan hanya untuk memberikan info yang sebenar-benarnya bagi teman-teman agency yang lain agar tidak terjerumus, Mohon berhati hati terhadap orang yang photonya saya attach,
Nama : Denny
HP : 08153700050 / 081210456530 Pemilik EO ( nggak jelas EO apa, karena tersangka dipakai sebagai personal / Coordinator )
Alamat basecamp : Jl Serayu gg Serayu VI no 20, Labuhbaru Pekanbaru Riau

Kota : Pekanbaru

kronologis : Agency saya mengadakan event gebrak pasar dengan salah satu produk susu cair pada tangga 23-25 juni 2008 event berlokasi di beberapa kota besar termasuk kota Pekanbaru dan event dilaksanakan di pasar Dupa, pasar Arengka & pasar Kodim,serta beberapa Modern trade ( Hypermart dll ) mengunakan jasa dari EO lokal yang dimiliki oleh denny ( denny dipakai secara personal tapi tersangka menyediakan SPG, mengurus perijinan dll ).
perbuatan melawan hukum :
1. Penggelapan uang
- Perijinan ke dinas pasar ( lokasi event ) - Basecamp di kota berikut ( Palembang ) - Transport pengiriman barang dari Pekanbaru ke Palembang
2. penggelapan barang hadiah : - TV Sanyo 21" 1 pcs - HP Nokia 7 pcs - Gimmick tidak terhitung Perbuatan tidak menyenangkan & menyalahi kontrak kerja : 1. Saat event karena tersangka juga mengerjakan event pameran mobil di saat yang bersamaan, karena tidak mempunyai team yang solid mengakibatkan event saya ditinggal tanpa seorang koordinator maupun team leader hanya SPG.
NB : Tersangka mengakui perbuatannya dan berjanji akan ganti rugi, karena sampai hari ini 23 September 2008 tidak ada niat baik, maka kronologis diatas dibuat.
Best regards Paul DF Wairata
=====================================================
Nah, ini kan namanya oknum, sudah sepatutnya orang yang seperti ini, diketahui secara luas oleh rekan2 EO lainnya, agar tidak ada lagi pihak - pihak lain yang menjadi korbannya, karena ibarat daun kelor, dunia ini sempit, apalagi EO, apalagi -lagi- dengan kemudahan akses informasi yang makin terbuka, lebih baik, ditutup saja pintu karier-nya dari dunia EO, ketimbang merusak nama EO di daerah yang bersangkutan. Memang, setiap orang punya khilaf, tapi, apakah khilaf ini bisa dijamin tidak akan terus berkelanjutan. Atau anda berpendapat memberinya peluang? Kasus lainnya juga terjadi belum lama ini, masih di bulan Ramadhan. Seorang teman, rekan EO di Jakarta, menceritakan mengenai pelaksanaan event-nya pada salah satu kota di Sumatera, dimana ia menghandle event dengan menghadapi organisasi massa yang beringas dan diancam dengan parang. Apaan itu? perilaku yang akhirnya merugikan nama EO di kota tersebut. Kenapa itu bisa terjadi, secara pastinya kronologis kejadiannya pun tidak begitu jelas, namun yang saya tangkap, rekan EO di Jakarta menghubungi EO di kota Sumatera tersebut untuk mengirimkan penawaran dari beberapa item produksi, nah, setelah dipastikan bahwa EO di Jakarta ini akan mendapatkan project tersebut, terjadilah tawar menawar, mungkin karena harganya nggak masuk, akhirnya dipilihlah rekanan EO lain pada kota yang berbeda. Merasa tidak terima, EO di kota Sumatera tersebut, meminta ganti rugi biaya operasional karena penawaran yang mereka buat tidak jadi dipakai. Halllo..pernah ikut pitching nggak sih pak, di Jakarta, untuk ikut dalam sebuah pitching EO benar - benar mengeluarkan energi, kreatif dan biaya supaya bisa dipilih dan kalau nggak kepilih, ya kita nggak dibayar pak! Usul untuk buat pitching fee pun saya rasa untuk EO masih belum bisa diaplikasikan, kecuali kalau rekan EO bisa bersatu, bikin asosiasi yang kuat dan satu suara!

Selasa, Oktober 14, 2008

Tidak ada EO Lokal!


Tulisan ini merupakan rangkuman dari postingan saya sebelumnya, tentang kurang dipercayanya EO lokal oleh EO dari Jakarta, atau EO pusat, atau EO yang mendapat project untuk pertama kali kemudian di-sub-kan. Semua tanggapan bernada positif, optimis dan cukup bergairah untuk sekedar menyatakan bahwa EO lokal akhirnya berfungsi sebagai kontraktor / vendor / penanggung jawab produksi / bahkan ada juga yang menyebut EO lokal hanya berperan sebagai supplier saja. Peran EO lokal yang menjadi kepanjangan tangan EO Jakarta, memang banyak yang berfungsi sebagai kontraktor saja. Tidak bisa dipungkiri, hal tersebut memang merupakan akibat dari betapa perkasanya sentralisasi Jakarta sebagai pusat dari semua kegiatan, termasuk strategi promosi dari product yang menjadi client eo, semuanya digarap di Jakarta, daerah hanya menjadi bagian dari tempat dimana strategi tersebut diimplementasikan.

Padahal tidak semua EO lokal hanya menjadi kepanjangan tangan EO Jakarta lho. Percaya nggak, ada EO di Surabaya, yang tahun lalu mencanangkan omset project-nya mencapai 2M selama setahun, dan itu tercapai! Bahkan, rekan EO yang gemar menyantap makanan Jepang ini, menggandakan targetnya di tahun 2008, total 4M, di penghujung tahun ini, tinggal 400juta saja yang harus ia cari untuk menggenapi targetnya.
Tahu nggak apa yang dia lakukan? Sebelum masuk ke periode tahun 2007, tepatnya di akhir 2006, ia menghubungi beberapa marketing/promotion manager area, karena tingkat kedekatan hubungan dengan client dan maintenance yang baik, ngobrol ngalur ngidul dengan client dilakukan yang ujung - ujungnya, minta dikasih kesempatan untuk melihat marketing plan 1 tahun ke depan, jika diberikan, itu dijadikan panduan baginya untuk menjadwalkan event, lalu, bentuk creativenya, dia yang buat. Sederhananya, ia menawarkan konsep promosi produk client, selama 1 tahun penuh. Konsepnya benar - benar baru dan bukan pengulangan dari aktivitas yang sudah pernah dibuat client. Ini dilakukan bukan hanya ke 1 client, tapi ke beberapa client. Sama seperti konsep investasi, jangan pernah meletakkan telor dalam 1 keranjang yang sama :) Setidaknya 30 s/d 50% dari target yang dicanangkan berhasil diraih dari pengajuan konsep 1 tahun ini.

Konsep 1 tahun ini, memang banyak revisinya, terutama, bila client cukup cerdas menganalisasi tingkat keberhasilan event dalam menunjang penjualan produknya. Sisa 50% nya lagi, dia cari dari lemparan job dari EO di Jakarta, yang kebetulan memang sudah menjadi teman lama, selain itu, ia juga nekad berkolaborasi dengan beberapa radio, untuk mencari tahu artist kelas A atau B yang sedang promo dan ditukarlah sejenak peran EO-nya menjadi promotor konser kecil - kecilan.
Jadi, kalau anda masih berpikir bahwa EO lokal hanya kepanjangan tangan dari EO di Jakarta, Hmmm..rasanya salah banget. Nggak semuanya menunggu project dari EO Jakarta.
Saya berani jamin, tidak semua EO di Jakarta bisa mencapai target 2M pada omset project-nya per-tahun, padahal nominal 2M setahun itu menurut saya, termasuk kecil. Sekarang, event gathering berformat gala dinner di ballroom hotel Jakarta saja, rata - rata client harus merogoh kocek berkisar 300 - 500 Juta, artinya, kalau dapat 4 x selama 1 tahun, kan sudah pasti target terpenuhi.
Jadi, jangan under estimate dulu dengan EO lokal, apalagi memberi label sekedar kontraktor bahkan supplier pada mereka.
Saya sendiri, merasa agak risih dengan istilah EO lokal, toh, EO di Jakarta pun masih banyak yang berkutat dengan event di area mereka sendiri, bukankah itu juga lokal namanya ? Gimana kalau kita sebut rekan EO di daerah, sebagai EO di kota mereka, jadi, EO di Bali, EO di Surabaya, ketimbang penggunaan kata "lokal" yang terkesan menurunkan kasta mereka.

Jumat, Oktober 10, 2008

Sharing Experience Artist Management di Pensi

Sehubungan dengan penulisan buku tentang entertainment, khususnya penyelenggaraan event yang baik, dan ini merupakan buku saya yang kedua. Saya mengundang rekan - rekan artist management untuk berbagi pengalaman berurusan dengan panitia pensi atau penyelenggaraan pensi pada umumnya. Buku kedua saya ini akan membahas mengenai Pensi dan pengorganisasiannya agar dapat menjadi panduan bagi para siswa/i SMP dan SMU juga mahasiswa/i untuk menggarap eventnya.
Pengalaman artist management seperti Sudah dikontrak dengan penyelenggara pensi namun pembayaran pelunasannya yang tertunda, atau berhasil manggung namun treatment dari panitia yang kurang baik, mungkin berhasil manggung namun akhirnya rusuh dan lain sebagainya, akan menjadi pengalaman yang baik bagi adik2 panitia pensi.
Untuk berbagi pengalaman, silahkan kirimkan tulisannya ke saya di email ymegananda@yahoo.com, atau bila berkenan untuk bercerita langsung, silahkan telp saya di 021-92162086. Sharing pengalaman dari artist management ini akan sangat membantu memberi masukan bagi panitia pensi. Terima Kasih.