Jumat, Oktober 26, 2007

Fisik ok, pikiran dan emosi ikutan.


Wow, sudah cukup lama saya nggak nulis di blog ini. Load kerjaan lagi edan. Meskipun belum dibarengi dengan hasil yang edan juga :) tapi bukankan kerjaan yang edan bagian dari proses belajar, gimana kita menghandle pikiran dan emosi, khususnya sih emosi. Maklum saja, kadang pikiran sudah begitu ok dalam membayangkan creative concept, tapi emosi yang tidak terjaga, akhirnya membuat creative concept yang sudah dikerjakan akhirnya berantakan karena nggak bisa mempresentasikan dengan baik di depan client.

Keduanya sebenarnya terkait erat dengan masalah kondisi fisik. Istirahat yang kurang, mengakibatkan fisik gak prima, ujung - ujungnya, pola pikir dan emosi kita pun kadang jadi nggak terkontrol. Pengalaman nih, dulu pernah buat creative concept untuk sebuah perusahaan TV langganan, briefnya sebenarnya sudah detail dan secara concept apa yang kita akan kita buat sebenarnya sudah bisa dibayangkan, tinggal nambah treatment, gimmick dan yang paling banyak bicara mengenai teknis dan mekanisme saat pelaksanaan. Sayangnya, karena terlalu lama searching untuk treatment & gimmick, akhirnya sampai begadang buat concept dan menghasilkan penggambaran yang detail, tapi membosankan. Total ada 40 halaman yang menceritakan mengenai rangkaian acara, miskin visualisasi, kaya akan cerita, ternyata, pola cerita dengan menggunakan struktur yang rapi dari awal proses persiapan, promo & activity pre-event sampai flow para peserta program, itu belum cukup juga.

Salahnya sebenarnya sederhana, client boring juga harus baca materi presentasi dalam bentuk kalimat per kalimat sampai 40 halaman. Padahal, waktu begadang ngerjain ini, konsentrasi benar - benar terfokus. Gimana kalau jadi 10 halaman aja ? Setelah pembahasan mengenai latar belakang diadakannya acara, maksud dan tujuan, target market dan lain sebagainya, cuma perlu 1 halaman untuk menjelaskan masalah treatment, gimmick dan mekanisme serta flow program. Proposal creative concept itu cuma perlu 10 halaman yang nggak detail pada bagian pembahasan mekanisme dan flow program. Selebihnya tinggal kita presentasikan dengan bahasa oral, yang ujungnya akan membuat client yakin bahwa kita adalah event organizer yang benar - benar menguasai teknis di lapangan.

Jadi ada gunanya nggak kita begadang ngerjain itu sampai 40 halaman ? Ternyata nggak. Karena saat presentasi kondisi fisik yang menurun mengakibatkan kerja otak jadi lemot juga, sehingga concept creative itu kalah dalam proses tender.

Intinya, kondisi fisik harus prima dalam mengerjakan creative concept sebuah event, sehingga pikiran dan emosi juga akan mengikuti bekerja dengan baik. Ditambah, pengerjaan sebuah proposal event harus baik dalam proses cerita yang terstruktur tapi harus singkat juga, ditambah dengan penguasaan teknis di lapangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar