Rabu, Juni 07, 2017

Federal Matic 2x Revolusi Dingin

Self Belief, kepercayaan pribadi, tanpa sadar mempengaruhi kita dalam memutuskan sesuatu. Contohnya saya, waktu kecil, ngeliat ayah naik motor trail, wow itu laki - laki banget. Tanpa sadar hal itu jadi mempengaruhi saya ketika sudah dewasa, dalam hati saya nggak pernah mau beli motor matic, itu motornya cewek. Tapi belief ini akhirnya bisa tergerus juga setelah orang yang paling saya sayangi, istri saya, bilang, "mungkin kamu bisa melihat dari sudut pandang yang lain." Tapi dia nggak melanjutkan kata-katanya dan meninggalkan saya sendiri saat kami berdiskusi tentang motor apa yang sebaiknya saya beli. 

Efisiensi dan efektif, menjadi pertimbangan saat saya akhirnya memutuskan untuk membeli motor matic beberapa bulan lalu. Dan mungkin, saya juga bisa melihat dari sudut pandang yang lain, sekaligus membuang ego saya, agar motor ini selain bisa saya yang gunakan, istri saya juga bisa mengendarainya. Awalnya agak aneh juga mengendarai kendaraan yang saya pikir tadinya buat perempuan, tapi lama - kelamaan terbiasa juga sampai akhirnya 4000 sekian ratus kilometer tercatat di odometer-nya. Ini adalah saatnya saya untuk mengganti oli motor matic pertama saya. 

Tiba di bengkel, Oli Motor apa yang akan dipergunakan saya juga bingung, mekanik bengkelnya bertanya, "biasanya pake oli apa pak ?" agak malu juga untuk menjawab ini yang pertama, atau nggak tahu, ha..ha..ha, makin sadar bahwa saya masih belum boleh mengizinkan diri saya kelihatan bodoh di depan orang lain. Oli Motor Matic pastinya, dalam hati saya, tapi Oli Motor Terbaik yang mana, itu dia yang saya belum tahu. Seolah jadi paranormal, mekanik bengkel menangkap kebingungan saya, sambil membawa brosur dari Federal Oil, "ini mas, sambil dibaca saya jelasin sedikit..." dia lalu melanjutkan, "mesin motor matic itu butuhnya oli mesin yang nggak terlalu encer, Federal Oil yang Ultratec Matic, memang diproduksi khusus untuk motor matic" sambungnya lagi. Saya sambil melihat brosur, sesekali mata saya juga melirik ke deretan oli merk lain yang terpampang di etalase bengkel ini. "Bagusnya lagi, oli ini memang bagusnya untuk motor merk yang sampeyan pake mas, sama oli ini punya teknologi Pelindung panas, jadi dia fungsinya supaya gesekan didalam mesin dilindungi, jadi suhu di mesin tetap dingin dan suara juga lebih halus." 

"Sebentar deh mas.." kata saya sambil berjalan ke arah etalase bengkel dan bertanya lagi sama si engkoh yang punya bengkel. "2x lebih Efektif, pake ini" kata si engkoh sambil menunjuk botol berwarna orange. "Pokoknya elu kalo pake ini, motor jadi 2x lebih kencang, 2x lebih bandel" Lanjutnya. Lalu saya menanyakan mengenai harganya dan jawabannya mengacu pada 2x lebih efektif, "Terjangkau, lebih murah dari yang itu" katanya sambil menunjuk merk lain. Balik lagi nih ke belief saya, bahwa sesuatu yang harganya lebih mahal atau paling mahal, pasti yang paling bagus, mungkin nggak selamanya benar dan mungkin ini waktunya saya melatih untuk melihat dengan sudut pandang yang berbeda, sudut pandang dari orang yang memang professional di bidangnya, toh mereka juga pasti pengen bisnis bengkel-nya maju dan terpercaya, jadi nggak mungkin juga mereka sembarangan merekomendasikan merk sembarangan.


Akhirnya saya putuskan untuk mengikuti rekomendasi mereka dengan memilih Federal Oil Ultra Tec sebagai Oli Motor Matic, Oli Motor Terbaik. Hasilnya setelah pertama kali saya ganti oli itu, ya memang cespleng, benaran 2x lebih kencang dan 2x lebih bandel. Tambahan masukan juga dari mas mekanik untuk mengganti oli setiap 2000 KM, jangan sampe 4000an seperti pertama. Ternyata, nggak rugi juga sedikit merubah sudut pandang kita tentang hal - hal tertentu, merubah self belief kita dan menurunkan ego kita sedikit, toh hasilnya juga bagus, efisien dan efektif biar motor yang membawa kita mengarungi jalanan mencari rezeki tetap bersahabat saat digunakan. 


Kamis, Juni 23, 2016

Acara Bakti Sosial, WOW DAY LP 137




Dear teman, sahabat, dan keluarga, kami LP 137, akan mengadakan WOW DAY pada tanggal 16 Juli 2016 jam 8 sampai selesai bertempat di Yayasan Rumah Singgah Balarenik di Kampung Sawah RT 01/RW 08, Kel. Bintara Jaya, Kec. Bekasi Barat.

Acara WOW DAY kami selenggarakan dengan tujuan untuk berbagi bersama dengan cinta kasih kepada warga dan anak - anak di kampung pemulung, yang apabila diukur dari taraf kehidupan layak masih jauh dari kata cukup. Selain itu untuk berbagi kebahagiaan, kami jg bermaksud mengadakan pengobatan gratis, renovasi bangunan sanggar belajar dan hiburan, serta kelas inspirasi tentang pilihan masa depan.

Apabila teman, sahabat, dan keluarga bermaksud memberikan donasi nya kepada anak2 jalanan pada Yayasan Rumah Singgah Balarenik melalui acara WOW DAY LP 137, dapat dikirimkan ke rekening BCA a/n Santi, Rekening : 572.033.0000.

Donasi dalam bentuk pakaian layak pakai dan volunteer untuk support aktivitas di sana, juga sangat diharapkan. Untuk info lainnya, dapat menghubungi saya, Yudhi Megananda via fb ini atau nomor telp saya, atau nomor yang ada di kontak pada flyers ini. Saya sendiri di acara ini sebagai bagian dari seksi acara, akan sangat berterimakasih apabila teman - teman dapat berpartisipasi dan berkontribusi, mari kita bersama kita inspirasi orang lain, bahwa masih banyak orang yang baik dan peduli dengan nasib sesama-nya.

Jumat, Februari 07, 2014

EO Acara Karnaval


Menggelar acara dengan tema karnaval memang seru dan menyenangkan, karena ada banyak kemeriahan dekorasi dengan bendera warna - warni, badut dengan berbagai aksi, balon - balon yang ceria dan nggak ketinggalan, permainan karnaval. Yang terakhir disebut, memang menjadi roh dalam tema ini. Dari pengalaman saya, karena konsep karnaval yang berupa festive, festival, dimana tidak ada lagi acara - acara yang formil, maka, ketika dipaksa, audiences harus menyimak juga acara yang ada di panggung, maka, konsentrasi mereka pun terpecah. Ingat, sesuatu yang nggak fokus, nggak akan berhasil, maka, nggak berhasil juga kita membuat mereka konsentrasi penuh untuk mengarahkan pandangan ke panggung. Serunya bermain di berbagai jenis permainan karnaval, tentu saja akan jadi juara, ketimbang mereka harus mengalihkan pandangan ke arah panggung. 

Solusinya? Dibuatlah satu sesi khusus bagi audiences, dimana didalam sesi tersebut, mirip seperti free session. Makan malam dimulai, prasmanan dibuka dan bersamaan dengan itu, beragam permainan karnaval juga mulai dimainkan. Hadiah - hadiah yang dipersiapkan, sedikit demi sedikit mulai berpindah tangan ke para audiences yang berhasil menjadi pemenang dalam permainan karnaval. Dan ini tips juga buat teman - teman yang akan mengadakan konsep karnaval dengan dukungan permainan, tips-nya adalah, ada baiknya kita menyiapkan kupon sebagai tiket bagi peserta yang akan bermain, mereka yang sudah bermain, maka tidak punya lagi kesempatan untuk kembali bermain. Jadi nggak ada tuh, 1 orang main berulang kali di permainan yang sama. Kenapa ini saya perlu tekankan, ternyata, usia remaja bahkan dewasa, ketika ketemu dengan permainan - permainan karnaval, mendadak mereka merasa penasaran, pengen main lagi dan lagi, sementara, nggak sedikit juga yang belum bermain tapi malah nggak dapat kesempatan. 

Setelah sesi makan dan bermain - main, maka stand permainan karnaval, secara resmi ditutup, beberapa menit sebelum acara di panggung dimulai. Harap maklum, karena ini adalah gathering tahunan untuk para distributor produk, maka, acara di panggung, menjadi sangat penting bagi client agar dapat menyampaikan pesan - pesan untuk program promosi dan sekilas update mengenai product knowledges. Maka setelah stand permainan karnaval ditutup, dikosongkan dari yang jaga, maka audiences fokusnya hanya mengarah ke panggung. 

Pemisahan slot acara antara bermain dan acara di panggung, memang jadi salah satu solusi untuk masalah ini, kecuali, kalau konsepnya memang karnaval, dan acara di panggung hanya sebagai pendukung yang ikut meramaikan content acara, bisa disimak sambil lalu, ya nggak apa - apa, nggak usah dipisah juga masih ok. Sederhananya, yang ingin saya sharing pada artikel ini, kita harus bisa menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh client, kalau mereka cuma mau berbagi kegembiraan dan berbagi hadiah dengan distributor melalui game karnaval, ya sudah, biarkan berjalan saja bersamaan dengan acara di panggung. Kalau ternyata, mereka juga ingin audiences fokus pada acara di panggung, membaginya menjadi dua slot acara yang berbeda di run down adalah salah satu solusi. 

Jumat, Januari 31, 2014

EO bukan lembaga pembiayaan !


Dulu, saya nggak bisa kalau harus menolak keinginan client, khususnya soal penawaran harga dan termin pembayaran yang mereka ajukan. Kebanyakan, malah hampir semua, saya mengikuti keinginan client. Perlu modal besar untuk itu! Maklum, clientnya EO, meskipun perusahaan besar dan perusahaan ternama, termin pembayaran yang mereka ajukan, kadang Afgan, sadis maksudnya. Gimana nggak sadis, budget event hampir 400 jutaan, kadang lebih, saya kerjakan tanpa adanya DP sepeser pun dari client, dan pembayaran baru akan dilakukan oleh client-nya 3 bulan kemudian. Perlu modal besar untuk terus menerus seperti itu. Konyolnya lagi, tanpa DP dan akan dibayarkan 3 bulan setelah acaranya itu, itu juga kadang - kadang suka meleset dan jangan lupa, bahwa, ada resiko pembayaran kita dipotong atau sama sekali nggak dibayarkan, kalau memang nggak sesuai menurut versinya client. 

Saya takut kehilangan client! Saya juga takut bisa nggak dapat client kalau saya nggak mengikuti termin itu! Tapi setelah dipikir - pikir dengan akal sehat, lama - kelamaan, jadi muak juga saya dengan sistem pembayaran mereka yang nggak tepat waktu itu. Secara logika, EO jadi seperti lembaga pembiayaan, bener nggak? Yang membedakan cuma kita sebagai EO, memberikan jasa kita dulu, untuk mendapatkan pembayarannya! Client kita, sama seperti nasabah lembaga pembiayaan, mereka pinjam uang dulu sama kita untuk menutupi kebutuhan acara mereka, dan peminjaman uang itu, uangnya akan dikembalikan lagi ke kita setelah 3 bulan, plus, kita harus kerja dulu menyiapkan semua kebutuhan acara mereka. Anggap saja profit rata - rata tiap project, 20%, ya sama aja dengan peminjaman uang selama 3 bulan dengan bunga 20% flat. 

Dari asumsi logika sederhana ini, akhirnya, saya memutuskan untuk nggak nerima pekerjaan dari client yang tanpa DP, malah kebalikannya, saya mensyaratkan seluruh biaya untuk event mereka, harus dibayarkan lunas, sebelum event-nya berjalan. Nggak suka atau nggak bisa ngikutin termin itu, ya sudah, silahkan cari EO yang lain aja. Toh masih banyak EO di luar sana, yang mau mengikuti termin pembayaran tersebut. Kita, sebagai Event Organizer, judulnya kan bisnis! Kalau bisnis kita mandek gara - gara pembayaran dari client yang sifatnya nggak pasti, itu terus berjalan dengan banyak client, artinya, bisnis kita berpotensi untuk gulung tikar, kalau nggak didukung dengan modal yang cukup kuat. 

Solusinya gimana? Kalau saya pribadi, saya masih bisa bernegosiasi untuk client yang sudah saya kenal, meskipun tetap, saya mensyaratkan harus ada DP. Lalu bagaimana dengan teman - teman yang baru mulai merintis usaha EO-nya dengan modal yang terbatas? Kalau mengikuti sistem saya, bisa nggak dapat kerjaan tuh! Jawab saya Iya, bisa nggak dapat kerjaan! Saran saya, ada banyak jalan menuju Roma! Ada banyak cara untuk mengakali-nya buat yang rela berkorban dulu untuk kepentingan client dan mendapatkan profit yang 20% tadi, kalau lagi kepepet karena nggak ada modalnya untuk menggarap project tersebut, cari pinjaman dari lembaga perbankan, non perbankan, teman, saudara atau yang lainnya. Kalau nggak, lempar saja pekerjaannya ke EO yang punya modal besar, kerjasama dengan EO yang punya modal besar, profit sharing! Anda tinggal supervisi, team pelaksananya dari EO tersebut ( kalau mereka punya team ), kalau nggak ya dikerjain sendiri dengan modal dari EO tersebut, jadi profit anda, diambil dari prosentase keuntungan setelah dibagi dengan EO yang memberikan modal tersebut. Kekurangannya, bisa jadi nama EO itu yang harus maju ke client, dan bisa jadi lagi, project berikutnya akan diambil oleh EO tadi tanpa sepengetahuan anda :) Ini bisnis! hal kaya gitu, lazim! 

Kalau saya pribadi, kalau client nggak bisa ngikutin termin pembayaran kita, negosiasi, kita lihat dulu bagaimana termin pembayaran mereka. Kalau nggak ada DP dan langsung dibayarkan lunas tapi dalam jangka waktu yang cukup lama, saya tolak! Kalau nggak dapat kerjaan dari mereka? Ya nggak apa - apa, toh rezeki sudah diatur oleh-Nya. As simple as that! Saya percaya, di luar sana, masih ada client yang percaya dan paham benar definisi secara harfiah EO, Event Organizer, E untuk acara dan Organizer sebagai pengatur, fungsi EO ya itu! Atas dasar profesi kita sebagai EO, maka jasa kita sebagai EO harus dibayar dengan nominal yang layak dengan termin pembayaran yang layak pula! Karena EO, bukan Lembaga Pembiayaan!

Kamis, Januari 23, 2014

Panduan Merancang Press Conferences

Sebagai Event Organizer apalagi yang fokus pada target market corporate, maka, kita harus serba bisa untuk menyiapkan berbagai jenis acara sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang diinginkan oleh client. Corporate dengan produk yang dijual massal, pasti banyak melakukan aktivitas promosi dan publikasi. Apalagi, ketika sebuah produk akan diluncurkan, atau program corporate lainnya akan dijalankan, CSR misalnya, maka publikasi menjadi bagian yang penting, agar kegiatan tersebut dapat dipublikasikan ke khalayak. Apa yang perlu kita siapkan ketika kita diminta oleh client untuk merancang sebuah acara press conferences ? 

Daftar Media, tentu saja, inilah yang pertama kali perlu kita siapkan. Dalam merancang media - media mana saja yang akan diundang, tentu saja, kita harus menyesuaikan antara media yang akan diundang dengan produk atau program yang akan diluncurkan. Carilah media yang memiliki bidang pembahasan yang sama dengan produk atau program tersebut, atau carilah media dengan target pembaca yang sesuai dengan target market dari program / produk tadi. 

Ajukan daftar media ini ke client, biarkan dari pihak mereka yang memilih, mana yang menurut mereka perlu dan sesuai untuk diundang dan mana yang tidak. Jika sudah dipilih, maka, kita akan memulai pekerjaan dengan membuat press release singkat dan undangan untuk acara press conferences itu sendiri. Pembuatan materi press conferences, ada baiknya, diserahkan kepada pihak client, khususnya, ke bagian promosi dan publikasi. Atau jika tidak, mintalah brief lengkap mengenai point - point yang ingin disampaikan. 

Lalu? Langkah selanjutnya, menurut versi saya, akan saya sharing pada artikel berikutnya. Semoga bermanfaat dan semoga bisa kembali lagi menuliskannya untuk teman - teman. Mohon maaf sebelumnya karena harus saya sambung, karena ada pekerjaan yang sudah menunggu.